Temukan koleksi karya tulis ilmiah mahasiswa UKIP
Pengelasan merupakan salah satu teknik penyambungan logam dengan mencairkan sebagian logam induk dan elektroda dengan atau tanpa tekanan dan dengan atau tanpa logam penambah untuk memperoleh sambungan yang kontinyu. Guna memperoleh hasil yang maksimal diperlukan pengetahuan yang mendalam baik pengetahuan tentang material maupun pengetahuan tentang proses. Variasi arus listrik dalam pengelasan baja karbon mempengaruhi kekuatan tarik arus 40 A, 30,9, 60 A, 36,1, 80 A, 35,1, 100, 35,4 A, dan 120, 34,9 A. Arus yang memiliki nilai tertinggi adalah arus 60 A dengan nilai 36,1 MPa, sedangkan nilai kekuatan tarik maksimum terendah adalah arus las sebesar 40 A, yaitu 30,9 Mpa. Kata kunci : Las kampuh
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi suhu austenitisasi terhadap transformasi mikrostruktur dan kekerasan baja karbon S45C yang telah diberi perlakuan panas quenching dan tempering. Kata kunci: S45C, heat treatment, suhu austenitisasi quenching, tempering, kekerasan, struktur mikro.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana variasi suhu pada proses Post Weld Heat Treatment (PWHT) memengaruhi tingkat kekerasan dan struktur mikro hasil pengelasan TIG pada material black steel. Kata kunci: Variasi Temperatur Post Weld Heat Treatment, Uji Kekerasa dan Uji Mikro, Material Black Steel
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis defleksi balok tumpuan sederhana dengan beban terpusat menggunakan metode elemen hingga. Pengujian defleksi atau lendutan pada balok tumpuan sederhana dengan beban terpusat menggunakan metode elemen hingga menghasilkan nilai yang sebanding dengan beban yang diberikan, dimana pada beban 10 N nilai defleksi eksperimen 0,38 mm dan nilai defleksi teoritis 0,49 mm. Beban 20 N nilai defleksi eksperimen 0,79 mm dan nilai teoritis 0,99 mm. Pada beban 30 N nilai defleksi ekperimen nya 1,13 mm dan nilai defleksi teoritisnya 1,49 mm. Dan pada beban 40 N nilai defleksi eksperimen 1,53 mm dan nilai defleksi teoritisnya 1,99 mm. Nilai defleksi ini selain dipengaruhi oleh beban, dipengaruhi juga oleh geometri balok, material yang digunakan dan juga tumpuan yang digunakan. Kata kunci: Defleksi Balok, Beban Terpusat, Tumpuan Sendi-Rol, Metode Elemen Hingga (FEM)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sudut kampuh las terhadap defleksi pada baja ST 44. Kata kunci: Variasi Sudut Kampuh V, Defleksi, Baja ST 44
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi suhu tempering terhadap kekerasan dan mikrostruktur baja paduan AISI 4140, yang banyak digunakan dalam pembuatan komponen turbin gas. Penelitian dilakukan dengan perlakuan panas pada tujuh spesimen silinder baja AISI 4140. Kata Kunci: AISI 4140, Tempering, Kekerasan, Mikrostruktur, SEM, Perlakuan Panas
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan panas pasca las Post Weld Heat Treatment terhadap kekerasan dan struktur mikro baja karbon yang dilas dengan metode Shielded Metal Arc Welding menggunakan elektroda E6013.
Sungai Kula memiliki sumber material berupa agregat sungai yang cukup melimpah. Namun, belum dapat dipastikan bahwa agregat Sungai Kula ini layak digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan beton untuk bahan konstruksi yang memenuhi SNI dan memenuhi mutu beton yang baik pada pembangunan konstruksi. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik beton segar dengan menguji nilai slump dan berat isi beton segar, serta untuk mengetahui kuat tekan, kuat tarik belah, kuat lentur dan modulus elastisitas beton. Kata kunci: agregat sungai kula; beton segar; FAS.
Agregat dari Sungai Wisata Sarambu Assing telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk pembangunan, namun belum ada penelitian yang menilai kualitas dan kecocokan agregat dalam bidang konstruksi. Tujuan. Mengetahui pengaruh variasi agregat maksimum kuat tekan, kuat tarik belah, kuat lentur dengan menggunakan agregat Sungai Wisata Sarambu Assing sebagai campuran beton. Dari penelitian ini untuk menggetahuhi pengujian kuat tekan beton diuji pada umur 3 hari,7 hari, 21 hari, dan 28 hari dan untuk pengujian kuat tarik belah, pengujian kuat lentur beton diuji pada umur 28 hari. Hasil. Dari hasil pengujian kuat tekan beton umur 28 hari dengan mutu rencana 30 Mpa diperoleh nilai variasi 19 32.649 dan variasi 25 29.818. Hasil pengujian kuat tarik belah (fct) beton umur 28 hari dengan mutu rencana 30 Mpa diperoleh nilai variasi 19 2,619 Mpa dan variasi 25 2.524 Mpa. Kata Kunci : Agregat Sungai Wisata Sarambu Assing, Campuran Beton