Temukan koleksi karya tulis ilmiah mahasiswa UKIP
Laik fungsi jalan merupakan kelayakan dari fungsi jalan untuk mengetahui kondisi suatu ruas jalan apakah telah memenuhi persyaratan administratif dan persyaratan teknis sehingga dapat meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Jalan Daeng Ramang terletak antara persimpangan jalan Perintis Kemerdekaan km 17 dan persimpangan jalan Pajjaiang. Tata guna lahan pada ruas jalan Daeng Ramang yang dipilih sepanjang 600 meter. Sepanjang ruas memiliki lajur yang tidak seragam dan fasilitas perlengkapan jalan tidak dilengkapi rambu lalu lintas, marka jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan fungsi jalan yang di tinjau dari segi teknis geometrik jalan dan teknis perlengkapan jalan. Penelitian ini menggunakan metode kategori, pembagian segmen dibagi menjadi 6 segmen dan jarak persegmen adalah 100 meter. Hasil penelitian data teknis geometrik jalan didapatkan pengukuran jalur, bukaan median, saluran samping sudah sesuai dengan spesifikasi pedoman dan komponen yang tidak memenuhi persyaratan teknis geometrik jalan yakni lebar median dan lebar bahu jalan. Data teknis perlengkapan jalan 3 segmen yang sudah terdapat rambu tetapi pada 6 segmen yang ditinjau tidak terdapat marka jalan. Maka ruas Jalan Daeng Ramang dapat dikategorikan tidak laik fungsi (T), karena jalan tersebut tidak memenuhi persyaratan administratif dan persyaratan teknis kelaikan. Tetapi masih dapat memberikan keselamatan bagi pengguna jalan sehingga laik dioperasikan untuk umum. Kata Kunci: Laik Fungsi, Jalan, Persyaratan Teknis Jalan
Kabupaten Bone, yang terletak di Provinsi Sulawesi Selatan, dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan sumber daya alam yang melimpah. Di antara kekayaan tersebut, ditemukan Sungai Walanae yang mengalir di bagian utara provinsi ini, berjarak sekitar 120 kilometer dari pusat kota Makassar. Di Kabupaten Bone ditemukan beberapa Sungai, salah satunya Sungai Walanae yang berlokasi dikecamatan Ajangale. Pemanfaatan material batu dari Sungai Walanae selain sebagai material bahan bangunan juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan dasar perkerasan jalan, sampai bisa meningkatkan ekonomi masyarakat. Oleh sebab itu, diperlukan studi tentang potensi agregat Sungai Walanae sebagai bahan dasar perkerasan jalan. Studi ini bermaksud untuk mengeksplorasi potensi penggunaan batu tersebut sebagai komponen dalam campuran Aspal Concrete-Water Concrete (AC WC). Kata kunci : Agregat, Karakteristik AC WC, Stabilitas Marshall
Latar belakang. Beton adalah material konstruksi yang banyak digunakan dalam pekerjaan konstruksi. Alasan utama konstruksi beton lebih banyak digunakan karena lebih mudah untuk dikerjakan, lebih tahan lama dan ekonomis. Sungai Suso adalah salah satu sungai di Luwu yang banyak digunakan untuk pengambilan bahan agregat sebagai bahan konstruksi. Kondisi material pada Sungai Suso yaitu memiliki penyebaran butiran yang tidak seragam.Penelitian ini dilaksanakan pada Laboratorium Beton Teknik Sipil Universitas Kristen Indonesia Paulus. Metode. Adapun benda uji yang digunakan sebanyak 42 sampel, yang terdiri dari, uji kuat tekan beton sebanyak 24 sampel, uji kuat tarik belah sebanyak 6 sampel, uji kuat lentur sebanyak 6 sampel dan uji modulus elastisitas sebnayak 6 sampel. Untuk agregat digunakan berasal dari kabupaten luwu provinsi Sulawesi selatan. Adapun mutu yang digunakan yaitu mutu 20 MPa. Hasil. Hasil penelitian diperoleh pengujian dengan mutu 20 MPa diperoleh nilai, kuat tekan sebesar 20,544 MPa, nilai kuat tarik belah dengan mutu 20 MPa sebesar 2,145 MPa, nilai kuat lentur dengan mutu 20 MPa sebesar 2,712 MPa, dan nilai modulus elastisitas dengan mutu 20 MPa sebesar 26151,9 MPa. Kesimpulan. Temuan ini mengidentifikasikan bahwa agregat dari Sungai Suso dapat digunakan secara efektif dalam produksi beton dengan kualitas yang sesuai untuk structural. Kata kunci : Agregat Sungai Suso, kuat tekan, kuat tarik belah, kuat lentur, modulus elastisitas.
Seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi di Indonesia, kebutuhan akan transportasi darat semakin meningkat. Untuk mendukung infrastruktur jalan yang berkualitas, diperlukan material perkerasan yang memenuhi standar teknis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik agregat dari Sungai Sarambu Bittuang, Kabupaten Tanah Toraja, serta menentukan komposisi optimal campuran Asphalt Concrete Binder Course (AC BC) dengan agregat tersebut.Pengujian dilakukan di Laboratorium Jalan dan Aspal untuk mengevaluasi karakteristik material dan kualitas campuran berdasarkan uji Marshall Konvensional serta Marshall Immersion. Kata Kunci: Agregat, AC BC, Marshall, Perkerasan Jalan, Sungai Sarambu Bittuang
Beton adalah salah satu unsur yang sangat penting mengingat fungsinya sebagai salah satu elemen pembentuk struktur yang banyak digunakan. Singkong merupakan tanaman penting di banyak negara tropis, dan pengolahannya menghasilkan sejumlah besar limbah, terutama dalam bentuk kulit singkong. Salah satu bahan yang menarik adalah abu kulit singkong limbah yang dihasilkan dari pengolahan singkong dan digunakan sebagai bahan tambahan dalam produksi beton. Kata kunci; abu kulit singkong; kuat tekan; kuat tarik belah; kuat lentur
Salah satu ciri dari campuran Stone Matrix Asphalt ( SMA) adalah penggunaan kadar aspal dan agregat kasar cenderung lebih berlimpah di banding dengan agregat halus, sehingga campuran ini dapat menyebabkan drain down yang berlebihan, maka dari itu penambahan serat serabut kelapa pada campuran stone matrix asphalt di harapkan dapat mengurangi terjadinya drain down pada campuran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik campuran SMA Halus yang menggunakan batu sungai Calendu Kabupaten Bantaeng serta untuk mengevaluasi kualitas aspal dan jenis filler yang digunakan. Lalu, di lakukan komposisi pada campuran stone matrix asphalt, kemudian di lakukan pengujian drain down, juga untuk mengetahui hasil dari uji Marshall Konvensional pada campuran. Kata Kunci: Stone Matriks Asphalt, Drain Down, Karakteristik Campuran
Laik fungsi jalan adalah kondisi dimana suatu jalan dinyatakan aman dan layak digunakan oleh pengguna jalan. Jalan Kumala merupakan Jalan yang menghubungkan area-area penting di Kota Makassar dan sebagai jalan untuk distribusi barang dan jasa. Jalan Kumala termasuk dalam kategori jalan provinsi dan jalan ini berfungsi sebagai jalan kolektor kelas II. Namun kondisi ruas jalan ini terdapat berbagai permasalahan seperti kerusakan permukaan jalan, kerusakan bahu jalan, kurangnya penanda rambu lalu lintas, dan marka zebra cros. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelaikan fungsi teknis geometri jalan pada ruas Jalan Kumala dan untuk mengetahui kelaikan fungsi teknis manajemen pada ruas Jalan Kumala. Kata Kunci: Laik Fungsi Jalan, Jalan Kolektor, Skor Bintang
Kadar aspal mengacu pada persentase massa aspal yang terkandung dalam campuran aspal, seperti campuran aspal beton atau campuran aspal untuk konstruksi jalan. Aspal adalah bahan pengikat yang digunakan dalam konstruksi jalan untuk memberikan kekuatan dan daya tahan terhadap beban, serta melindungi permukaan jalan dari kerusakan akibat faktor lingkungan contohnya air, panas, dan beban dari lalu lintas. Kadar aspal dalam campuran aspal memainkan peran penting dalam menentukan sifat-sifat fisik dan mekanis campuran tersebut. Jumlah aspal yang tepat harus digunakan untuk mencapai campuran yang memiliki kekuatan yang memadai, daya tahan terhadap deformasi, dan ketahanan terhadap retakan. Jika kadar aspal terlalu rendah, campuran mungkin menjadi rapuh dan rentan terhadap retakan. Sebaliknya, jika kadar aspal terlalu tinggi, campuran dapat menjadi lembek dan rentan terhadap deformasi plastis. Kata Kunci: Kadar aspal, Pemeriksaan dari ekstraksi, Aspal AC WC
Bagian terluar kerak bumi yang mengandung komponen organik dan mineral dikenal sebagai tanah. Jenis tanah yang berbeda mungkin memerlukan perawatan yang berbeda, sementara beberapa memiliki kualitas yang ideal dan tidak memerlukan perawatan ekstra. Kata Kunci: CBR, Batu Apung dan Bata Ringan, Tanah Lempung, Daya Dukung Tanah