Temukan koleksi karya tulis ilmiah mahasiswa UKIP
<div>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi tekanan gas terhadap kekuatan tarik dan kekuatan bending pada pelat baja karbon St 32 dengan pengelasan MIG. Penelitian ini menggunakan pelat baja karbon St 32 bahan di las dengan menggunakan pengelasan MIG dengan elektroda 0,8 mm dengan kampuh X dengan variasi tekanan gas 40 Psi, 45 Psi dan 50 Psi. Pada hasil pengujian tarik, nilai tertinggi yang di dapatkan pada tegangan tarik maksimum dari hasil pengelasan adalah pada tekanan gas 45 Psi sebesar 34,3 kgf/mm2 sedangkan nilai tegangan tarik terendah dari hasil pengelasan pada tekana 40 Psi sebesar 32,7 kgf/mm2 pada hasil pengujian bending dari hasil pengelasan di dapatkan nilai tertinggi pada tekanan 40 Psi sebesar 596,3 MPa dan nilai kekuatan bending terendah di tunjukkan pada tekanan gas 45 Psi sebesar 478,8 MPa. Variasi tekanan gas berpengaruh pada kekuatan tarik dan kekuatan bending semakin rendah, tekanan gas semakin besar<br>pula kekuatan tariknya sedangkan semakin tinggi tekanan gas semakin rendah kekuatan bending yang diperoleh.<br><br><br>Kata kunci : MIG, Tekanan gas, Kekuatan tarik, Kekuatan bending, baja St 32</div>
<div>terhadap kekuatan tarik dan impact sambungan las MIG (Metal Inert Gas) pada baja St 46. Penelitian ini menggunakan bahan baja karbon St 46, bahan dilas dengan menggunakan pengelasan MIG dengan elektroda 0,8 mm dengan kampuh V dan sudut kampuh 30˚, 35˚ 40˚ dan 45˚. Pada hasil pengujian tarik, nilai tertinggi yang didapatkan pada tegangan tarik maksimum dari hasil pengelasan adalah pada sudut kampuh 45° yaitu 37 kgf/mm2 sedangkan nilai tegangan tarik maksimum terendah dari hasil pengelasan sudut 35° yaitu 26,2 kgf/mm2. Pada hasil pengujian impact didapatkan harga impact tertinggi pada 35˚ dengan nilai 0,402 Joule/mm2 dan nilai harga impact terendah ditunjukkan pada sudut 45° dengan nilai impact 0,138 Joule/mm2. Variasi sudut kampuh mempengaruhi kekuatan tarik dan kekuatan impact semakin besar sudut kampuh semakin besar pula kekuatan tariknya sedangkan semakin sudut kampuh semakin kecil harga impact yang diperoleh.<br><br>Kata kunci: MIG, sudut kampuh, pengelasan, kekuatan tarik, kekutan impact, baja St 46</div>
<div>Energi merupakan kebutuhan yang tidak pernah bisa dipisahkan dari kehidupan manusia di bumi ini karena merupakan kekuatan bagi manusia agar bisa bertahan hidup. Salah satu energi yang berguna dan penting bagi manusia adalah energi listrik. Dengan energi listrik manusia bisa melakukan hal yang menunjang kehidupan mereka, Menurut fakta lapangan bahwa ada beberapa PLTA dari sekian ratus PLTA di Indonesia yang hasil outputnya tidak maksimal akibat dari pengoperasian yang berlangsung terus-menerus maka akan kemungkinan terjadi penurunan unjuk kerja yang disebabkan oleh beberapa faktor-faktor. Maka dari itu, untuk memperbaikinya diperlukan perhitungan dan perencanaan yang handal agar performa dan menghasilkan output sesuai kapasitas dari pembangkit itu sendiri. Sehingga bisa dijadikan refrensi untuk perhitungan unjuk kerja ke depannya dan ketersediaan energi listrik bisa meningkat serta memenuhi kebutuhan energi listrik di Indonesia. <br><br>Kata kunci: Equivalent Availabilty Factor (EAF), Equivalent Forced Outage Rate (EFOR)</div>
<div>Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kekuatan sambungan spot welding antara baja karbon (mild steel) dan stainless steel 304 pada material yang tidak serupa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan variasi tekanan elektroda dan waktu spot welding untuk mendapatkan kondisi terbaik dari masing-masing material. Hasil uji tarik menunjukkan bahwa kekuatan sambungan spot welding pada baja karbon lebih tinggi daripada stainless steel 304, namun interaksi material pada daerah sambungan lebih kompleks pada material yang tidak serupa, yang mengakibatkan kegagalan terjadi pada zona HAZ pada kedua jenis material.</div>
<div>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi media pendingin pengelasan terhadap kekuatan tarik dan struktur mikro las SMAW dengan elektroda E6013. Bahan yang dilas baja karbon rendah dengan variasi media pendingin 5 detik 7 detik 9 detik dengan pengelasan SMAW polaritas terbalik menggunakan elektroda E6013 diameter 2,6 mm. Polaritas terbalik DC, yaitu dudukan elektroda dihubungkan ke kutub positif dan logam dasar dihubungkan ke kutub negatif. Spesimen dilakukan uji tarik dan struktur mikro. <br><br>Kata kunci : Variasi Waktu Pendinginan, SMAW, Kekuatan Tarik, dan Struktur mikro.</div>
<div>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase kerusakan pada pengujian tarik geser pada sambungan rivet dengan variasi posisi rivet horizontal,vertikal dan serong 45 derajat. Kegiatan penelitian ini dilakukan pada Laboratorium Ilmu Logam Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Kristen Indonesia Paulus. Metode yang digunakan adalah dengan membuat spesimen dengan variasi posisi paku keling (rivet) vertikal, horizontal dan serong 45 derajat. <br><br>Kata kunci : Rivet, Mild Steel, Pengujian Tarik Geser</div>
<div>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan tarik geser pada sambungan pelat mild steel yang disambung dengan rivet berbahan dasar Al-440 dengan variasi jarak rivet. Kegiatan penelitian ini dilakukan pada Laboratorium Ilmu Logam Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar. Metode yang digunakan adalah dengan membuat spesimen dengan variasi jarak paku keling (rivet) 4D,5D,5D, dan 7D. Untuk mengetahui kekuatan material dilakukan uji mekanik dengan dimensi merujuk kepada standar ASTM 208-<br>R072 (uji tarik geser). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa kekuatan tarik geser maksimum pada pelat mild steel yang disambung dengan paku keling (rivet) berbahan dasar Al-440 dengan variasi jarak terjadi pada variasi jarak 7D dengan nilai rata-rata sebesar 1605,00 N.<br><br>Kata kunci : rivet, mild steel, pengujian tarik geser</div>
<div>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan tarik geser pada sambungan pelat mild steel yang disambung dengan rivet berbahan dasar Al-440 dengan variasi jarak rivet. Kegiatan penelitian ini dilakukan pada Laboratorium Ilmu Logam Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar. Metode yang digunakan adalah dengan membuat spesimen dengan variasi jarak paku keling (rivet) 4D,5D,5D, dan 7D. Untuk mengetahui kekuatan material dilakukan uji mekanik dengan dimensi merujuk kepada standar ASTM 208-<br>R072 (uji tarik geser). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa kekuatan tarik geser maksimum pada pelat mild steel yang disambung dengan paku keling (rivet) berbahan dasar Al-440 dengan variasi jarak terjadi pada variasi jarak 7D dengan nilai rata-rata sebesar 1605,00 N.<br><br>Kata kunci : rivet, mild steel, pengujian tarik geser</div>
<div>Pengelasan merupakan salah satu teknik penyambungan logam dengan mencairkan sebagian logam induk dan elektroda dengan atau tanpa tekanan dan dengan atau tanpa logam penambah untuk memperoleh sambungan yang kontinyu. Guna memperoleh hasil yang maksimal diperlukan pengetahuan yang mendalam baik pengetahuan tentang material maupun pengetahuan tentang proses. Variasi arus listrik dalam pengelasan baja karbon mempengaruhi kekuatan tarik arus 40 A, 30,9, 60 A, 36,1, 80 A, 35,1, 100, 35,4 A, dan 120, 34,9 A. Arus yang memiliki nilai tertinggi adalah arus 60 A dengan nilai 36,1 MPa, sedangkan nilai kekuatan tarik maksimum terendah adalah arus las sebesar 40 A, yaitu 30,9 Mpa. <br><br>Kata kunci : Las kampuh</div>