Repositori Skripsi & KTI

Temukan koleksi karya tulis ilmiah mahasiswa UKIP

Adrian Tangdiera
6160515190004
Skripsi

ANALISA KEKUATAN TARIK DAN IMPACT SAMBUNGAN LAS MIG (METAL INERT GAS) PADA BAJA ST 46 DENGAN VARIASI SUDUT KAMPUH

Teknik Teknik Mesin

<div>terhadap kekuatan tarik dan impact sambungan las MIG (Metal Inert Gas) pada baja St 46. Penelitian ini menggunakan bahan baja karbon St 46, bahan dilas dengan menggunakan pengelasan MIG dengan elektroda 0,8 mm dengan kampuh V dan sudut kampuh 30˚, 35˚ 40˚ dan 45˚. Pada hasil pengujian tarik, nilai tertinggi yang didapatkan pada tegangan tarik maksimum dari hasil pengelasan adalah pada sudut kampuh 45° yaitu 37 kgf/mm2 sedangkan nilai tegangan tarik maksimum terendah dari hasil pengelasan sudut 35° yaitu 26,2 kgf/mm2. Pada hasil pengujian impact didapatkan harga impact tertinggi pada 35˚ dengan nilai 0,402 Joule/mm2 dan nilai harga impact terendah ditunjukkan pada sudut 45° dengan nilai impact 0,138 Joule/mm2. Variasi sudut kampuh mempengaruhi kekuatan tarik dan kekuatan impact semakin besar sudut kampuh semakin besar pula kekuatan tariknya sedangkan semakin sudut kampuh semakin kecil harga impact yang diperoleh.<br><br>Kata kunci: MIG, sudut kampuh, pengelasan, kekuatan tarik, kekutan impact, baja St 46</div>

Sean Chyaris Chairniegi
6160515190003
Skripsi

ANALISA TINGKAT KEANDALAN KINERJA TURBIN PEMBANGKIT LISTRIK PADA PLTA MALEA ENERGY

Teknik Teknik Mesin

<div>Energi merupakan kebutuhan yang tidak pernah bisa dipisahkan dari kehidupan manusia di bumi ini karena merupakan kekuatan bagi manusia agar bisa bertahan hidup. Salah satu energi yang berguna dan penting bagi manusia adalah energi listrik. Dengan energi listrik manusia bisa melakukan hal yang menunjang kehidupan mereka, Menurut fakta lapangan bahwa ada beberapa PLTA dari sekian ratus PLTA di Indonesia yang hasil outputnya tidak maksimal akibat dari pengoperasian yang berlangsung terus-menerus maka akan kemungkinan terjadi penurunan unjuk kerja yang disebabkan oleh beberapa faktor-faktor. Maka dari itu, untuk memperbaikinya diperlukan perhitungan dan perencanaan yang handal agar performa dan menghasilkan output sesuai kapasitas dari pembangkit itu sendiri. Sehingga bisa dijadikan refrensi untuk perhitungan unjuk kerja ke depannya dan ketersediaan energi listrik bisa meningkat serta memenuhi kebutuhan energi listrik di Indonesia. <br><br>Kata kunci: Equivalent Availabilty Factor (EAF), Equivalent Forced Outage Rate (EFOR)</div>

Losdriek Rantekata
6160515180067
Skripsi

PERBANDINGAN KEKERASAN SPOT WELDING DISSIMILAR MATERIAL MILD STEEL DAN STAINLESS STEEL 304

Teknik Teknik Mesin

<div>Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kekuatan sambungan spot welding antara baja karbon (mild steel) dan stainless steel 304 pada material yang tidak serupa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan variasi tekanan elektroda dan waktu spot welding untuk mendapatkan kondisi terbaik dari masing-masing material. Hasil uji tarik menunjukkan bahwa kekuatan sambungan spot welding pada baja karbon lebih tinggi daripada stainless steel 304, namun interaksi material pada daerah sambungan lebih kompleks pada material yang tidak serupa, yang mengakibatkan kegagalan terjadi pada zona HAZ pada kedua jenis material.</div>

Andika
6160515180051
Skripsi

ANALISA SIFAT MEKANIK PADA PENGELASAN BAJA AKIBAT VARIASI HOLDING TIME PENDINGINAN

Teknik Teknik Mesin

<div>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi media pendingin pengelasan terhadap kekuatan tarik dan struktur mikro las SMAW dengan elektroda E6013. Bahan yang dilas baja karbon rendah dengan variasi media pendingin 5 detik 7 detik 9 detik dengan pengelasan SMAW polaritas terbalik menggunakan elektroda E6013 diameter 2,6 mm. Polaritas terbalik DC, yaitu dudukan elektroda dihubungkan ke kutub positif dan logam dasar dihubungkan ke kutub negatif. Spesimen dilakukan uji tarik dan struktur mikro. <br><br>Kata kunci : Variasi Waktu Pendinginan, SMAW, Kekuatan Tarik, dan Struktur mikro.</div>

Bhastian Salu Limbong
6160515180003
Skripsi

ANALISA PENGARUH VARIASI POSISI RIVET TERHADAP GAYA GESER PELAT DAN RIVET PADA PROSES UJI TARIK GESER

Teknik Teknik Mesin

<div>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase kerusakan pada pengujian tarik geser pada sambungan rivet dengan variasi posisi rivet horizontal,vertikal dan serong 45 derajat. Kegiatan penelitian ini dilakukan pada Laboratorium Ilmu Logam Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Kristen Indonesia Paulus. Metode yang digunakan adalah dengan membuat spesimen dengan variasi posisi paku keling (rivet) vertikal, horizontal dan serong 45 derajat. <br><br>Kata kunci : Rivet, Mild Steel, Pengujian Tarik Geser</div>

Fendi
6160515170060
Skripsi

PENGARUH VARIASI TEKANAN GAS CO2 PENGELASAN MIG TERHADAP GAYA TARIK DAN TEGANGAN GESER PENGELASAN BAJA St 41 DENGAN METODE PENYAMBUNGAN DOUBLE TRANSVERSE FILLET

Teknik Teknik Mesin

<div>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan tarik geser pada sambungan pelat mild steel yang disambung dengan rivet berbahan dasar Al-440 dengan variasi jarak rivet. Kegiatan penelitian ini dilakukan pada Laboratorium Ilmu Logam Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar. Metode yang digunakan adalah dengan membuat spesimen dengan variasi jarak paku keling (rivet) 4D,5D,5D, dan 7D. Untuk mengetahui kekuatan material dilakukan uji mekanik dengan dimensi merujuk kepada standar ASTM 208-<br>R072 (uji tarik geser). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa kekuatan tarik geser maksimum pada pelat mild steel yang disambung dengan paku keling (rivet) berbahan dasar Al-440 dengan variasi jarak terjadi pada variasi jarak 7D dengan nilai rata-rata sebesar 1605,00 N.<br><br>Kata kunci : rivet, mild steel, pengujian tarik geser</div>

Dedikarsa Pasiakan
6160515160046
Skripsi

ANALISA TARIK GESER PELAT MILD STEEL DENGAN PENYAMBUNGAN PAKU KELING (RIVET) BERBAHAN DASAR Al-440 DENGAN VARIASI JARAK RIVET

Teknik Teknik Mesin

<div>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan tarik geser pada sambungan pelat mild steel yang disambung dengan rivet berbahan dasar Al-440 dengan variasi jarak rivet. Kegiatan penelitian ini dilakukan pada Laboratorium Ilmu Logam Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar. Metode yang digunakan adalah dengan membuat spesimen dengan variasi jarak paku keling (rivet) 4D,5D,5D, dan 7D. Untuk mengetahui kekuatan material dilakukan uji mekanik dengan dimensi merujuk kepada standar ASTM 208-<br>R072 (uji tarik geser). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa kekuatan tarik geser maksimum pada pelat mild steel yang disambung dengan paku keling (rivet) berbahan dasar Al-440 dengan variasi jarak terjadi pada variasi jarak 7D dengan nilai rata-rata sebesar 1605,00 N.<br><br>Kata kunci : rivet, mild steel, pengujian tarik geser</div>

Edwin Sulo
6160515190045
Skripsi

ANALISA KEKUATAN LAS KAMPUH X DENGAN VARIASI ARUS LISTRIK

Teknik Teknik Mesin

<div>Pengelasan merupakan salah satu teknik penyambungan logam dengan mencairkan sebagian logam induk dan elektroda dengan atau tanpa tekanan dan dengan atau tanpa logam penambah untuk memperoleh sambungan yang kontinyu. Guna memperoleh hasil yang maksimal diperlukan pengetahuan yang mendalam baik pengetahuan tentang material maupun pengetahuan tentang proses. Variasi arus listrik dalam pengelasan baja karbon mempengaruhi kekuatan tarik arus 40 A, 30,9, 60 A, 36,1, 80 A, 35,1, 100, 35,4 A, dan 120, 34,9 A. Arus yang memiliki nilai tertinggi adalah arus 60 A dengan nilai 36,1 MPa, sedangkan nilai kekuatan tarik maksimum terendah adalah arus las sebesar 40 A, yaitu 30,9 Mpa. <br><br>Kata kunci : Las kampuh</div>

Sri Intan
6160515210067
Skripsi

ANALISA SIFAT MEKANIK BAJA KARBON S45C DENGAN PERLAKUAN TEMPERING

Teknik Teknik Mesin

<div>Hasil pengujian menunjukkan bahwa variasi suhu austenitisasi memberikan pengaruh terhadap struktur mikro dan nilai kekerasan material. Pada suhu 800 °C, struktur mikro terdiri atas martensit yang mulai terbentuk, perlit, dan sedikit ferrit. Pada suhu 850 °C, struktur martensit terbentuk paling dominan dengan sedikit perlit dan hampir tanpa ferrit, menghasilkan nilai kekerasan tertinggi. Sedangkan pada suhu 900 °C, terjadi pertumbuhan butir berlebih dan munculnya kembali ferrit serta karbida sisa, yang menyebabkan penurunan kekerasan. Nilai kekerasan tertinggi diperoleh pada spesimen yang dipanaskan pada suhu 850 °C karena struktur martensit yang terbentuk secara optimal. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa suhu austenitisasi 900 °C merupakan suhu paling efektif dalam membentuk struktur martensit dan meningkatkan kekerasan baja karbon S45C pada perlakuan quenching dan tempering.<br><br>Kata kunci: S45C, heat treatment, suhu austenitisasi quenching, tempering, kekerasan, struktur mikro.</div>