Temukan koleksi karya tulis ilmiah mahasiswa UKIP
Sekolah adalah salah satu sarana pendidikan dan berfungsi sebagai tempat melakukan proses belajar mengajar antara siswa dan guru. Pengadaan proyek sekolah, perlu dilakukan analisa kelayakan beberapa aspek. Salah satu aspek kelayakan adalah adalah aspek kelayakan finansial. Untuk itu perlu melakukan analisa berdasarkan data yang diperoleh. Tujuan. Analisa kelayakan finansial, dibutuhkan untuk menganalisa biaya dan manfaat, yaitu perbandingan antara biaya yang dikeluarkan untuk pengadaan proyek dan manfaat proyek tersebut. Berdasarkan data yang diperoleh yaitu, nilai tanah dan bangunan, biaya pengeluaran untuk operasional, fasilitas utilitas dan pemeliharaan. Pemasukan diperoleh dari biaya pendaftaran dan pembangunan, pembayaran uang sekolah, dan kantin. Kata Kunci: Investasi, Analisis Kelayakan Finansial.
Berbagai permasalahan mungkin timbul selama proses konstruksi, termasuk kondisi tanah yang tidak sesuai untuk digunakan sebagai pondasi proyek konstruksi. Berdasarkan hal tersebut, peneliti mencoba untuk menentukan daya dukung tanah dengan memodifikasi zeolit dan kapur pada lempung tanah menggunakan metode geser langsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sifat-sifat tanah di Desa Latuppa, Kecamatan Mungkajang, Kota Palopo, dan bagaimana pengaruh zeolit dan kapur terhadap tanah akibat uji geser jangka panjang Kata kunci: Zeolit, Kapur, Tanah Lempung, Geser Langsung
Jalan Andi Mappaodang menyatukan beberapa area penting dalam kota Makassar dan jalan ini merupakan jalan yang ramai karena terdapat kampus, sekolah, rumah sakit dan daerah permukiman . Jalan ini merupakan jalan kolektor sekunder. Uji laik fungsi ini untuk mengetahui apakah memenuhi standar bagi pengguna jalan dan untuk menghindari terjadinya risiko kecelakaan di jalan. Tujuan. Penelitian ini untuk mengetahui kelaikan fungsi secara teknis Geometri jalan dan Perlengkapan Jalan pada ruas Jalan Andi Mappaodang. Kata Kunci: ruas jalan, laik fungsi, pemeringkatan, Skala Bintang
Beton SCC adalah beton yang memiliki workability, yang sangat baik dan juga beton yang mampu memadat dengan sendirinya karena beton SCC (self compacting concrete) merupakan sebuah beton yang inovatif yang berasal dari perkembangan di dunia konstruksi dan bahkan pengembanganpun terus berlanjut. Kata Kunci: Beton SCC, Kuat tekan, Modulus Elastisitas, Polycarboxylate
aktivitas yang terlibat dalam proyek konstruksi ialah suatu proses yang sangat kompleks; oleh karena itu, selain mempertimbangkan aspek biaya dan mutu, pengelolaan waktu penerapan juga harus diterapkan dengan sangat cermat. Ketepatan dalam penerapan waktu menjadi salah satu faktor kunci yang mendefinisikan keberhasilan suatu proyek. Terjadi keterlambatan penerapan proyek pada Pembangunan Lanjutan Gedung Parkir Tahap 3 Rumah Sakit Labuang Baji yang disebabkan oleh antara lain tenaga kerja dan pasokan bahan baku dari minggu kedua sampai minggu keempat., maupun mobilisasi concrete pump logboom saat pekerjaan pengecoran diterapkan. Kata kunci : Kurva S dan Barchart, Critical path Method, Penjadwalan Alternatif
Beton merupakan salah satu jenis material konstruksi yang sering digunakan untuk proyek pembangunan gedung, jembatan, jalan, dan bangunan lainnya. Sungai Walanae di Kabupaten Wajo satu diantara sungai penghasil material berupa agregat yang dimanfaatkan masyarakat setempat, namun hingga saat ini belum ada kepastian jika agregat tersebut layak digunakan sebagai bahan campuran beton. Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apakah karateristik beton yang menggunakan agregat Sungai Walanae Kabupaten Wajo memenuhi syarat sebagai bahan konstruksi beton. Untuk melakukan pengujian laboratorium terhadap sampel beton menggunakan agregat Sungai Walanae Kabupaten Wajo guna mengetahui kuat tekan, kuat tarik belah, kuat lentur, dan modulus elastisitas. Pengujian sampel mutu rencana 25 MPa dan 30 MPa. Adapun benda uji yang digunakan sebanyak 42 sampel, kuat tekan 24 sampel, kuat tarik belah 6 sampel, kuat lentur 6 sampel, dan modulus elastisitas 6 sampel. Berdasarkan hasil penelitian pengujian beton 28 hari untuk mutu 25 MPa mencapai mutu rencana diperoleh 25,455 MPa. Hasil pengujian beton 28 hari untuk mutu 30 MPa tidak mencapai mutu rencana diperoleh 27,152 MPa. Agregat dari Sungai Walanae dapat digunakan secara efektif dalam produksi beton dengan kualitas yang sesuai untuk struktural. Kata Kunci : karakteristik beton, kuat tekan, kuat tarik belah, modulus elastisitas
Beton merupakan salah satu elemen utama dalam struktur bangunan, yang dibentuk dari berbagai bahan yang direkatkan oleh material pengikat. Cangkang telur, sebagai salah satu sampah domestik, tersusun atas 97 persen kalsium karbonat, sejumlah kecil fosfor, magnesium, kalium, natrium, mangan, besi, dan tembaga.
Agregat yang terbentuk dari proses aliran sungai berbentuk bulat dan licin. Salah satu fungsi agregat dalam konstruksi beton adalah memberikan kekuatan struktural. Mampu menyatu bersama bahan pengikat seperti semen, agregat membentuk kerangka kuat yang dapat menahan beban dan tekanan. Sungai Minna memiliki agregat yang cukup bersih membuat Sungai Minna ini dapat menjadi salah satu sumber agregat yang dapat dimanfaatkan masyarakat setempat. Tujuan penelitian ini dilakukan pengujian untuk mengetahui sifat mekanis beton normal. Adapun metode yang digunakan yaitu, sebagai bahan studi experimental kuat tekan, tuat tarik belah, kuat lentur, dan modulus elastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agregat dari Sungai Minna cukup baik sebagai material penyusun beton, hal tersebut dapat dilihat dari hasil pengujian, untu mutu 25 Mpa diperoleh nilai kuat tekan pada umur beton 28 hari sebesar 25,266 MPa dan untuk mutu 32 Mpa sebesar 27,906 MPa, nilai kuat lentur yang diperoleh pada umur beton 28 hari, untuk mutu 25 Mpa sebesar 2,278 MPa dan 32 MPa sebesar 2,441 MPa, nilai kuat tarik belah yang diperoleh pada umur beton 28 hari, untuk mutu 25 MPa sebesar 3,394 MPa lalu untuk mutu 32 Mpa sebesar 2,678 Mpa, dan modulus elastisitas elastisitas berbanding lurus dengan nilai tegangan material dapat digunakan sebagai bahan beton untuk mutu 25 Mpa. Hasil penelitian menunjukkan hasil yang baik sebagai bahan campuran beton struktural . Dari pembahasan pengujian kuat tekan, kuat tarik, kuat lentur dan modulus elastisitas untuk mutu 25 MPa memenuhi syarat sehingga material dapat digunakan sebagai bahan beton untuk mutu 25 Mpa. Kata kunci : Agregat, Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah, Kuat Lentur, Modulus Elastisitas.
Self Compacting Concrete (SCC) merupakan teknologi dalam produksi beton yang mampu melakukan pemadatan sendiri. Beton SCC memiliki kemampuan aliran yang tinggi, sehingga mampu mengisi bekisting dengan efisien serta melewati dan menyesuaikan diri dengan penulangan yang kompleks. Kata kunci: SCC, Polycarboxcylate, Agregat Sungai Bambu, Kuat Tekan, Modulus Elastisitas.