Temukan koleksi jurnal penelitian ilmiah mahasiswa UKIP
The construction of safe and earthquake-resistant infrastructure is one of the main challenges in structural design in Indonesia, which is known as a country with a high level of seismic activity. In this context, T-beams as structural elements play an important role in supporting loads and maintaining the stability of buildings. Therefore, a deep understanding of the behaviour of T-beams, particularly concerning concrete joints and longitudinal reinforcement, is essential to ensure the safety and reliability of the structure. This research aims to explore the influence of the placement of concrete joints and longitudinal reinforcement on T-beams regarding strength and deflection, with a focus on joints located at a distance of 1/4 span[4][8]. The connection between old and new concrete often becomes a weak point in reinforced concrete structures, which can affect the overall performance of the beam. According to SNI 03-2847-2002, the design of reinforced concrete structures must consider the proper use of transverse and longitudinal reinforcement to achieve appropriate values of flexural, shear, and deflection[2]. This research will compare T-beams without joints to T-beams with joints at a distance of 1/4 span to identify differences in flexural strength, shear strength, and deflection behaviour. Thus, the research results are expected to make a significant contribution to the development of better and safer structural designs[6]. Through systematic laboratory testing, this research will analyse experimental data that includes measurements of maximum load, deflection, and crack patterns occurring in T-beams. The results of this research are expected not only to provide insights into the influence of joints on the performance of T-beams but also to offer practical recommendations for planners and project implementers in designing more efficient and dynamic load-resistant reinforced concrete structures, especially in earthquake-prone areas. Thus, this research contributes to efforts to enhance the safety and resilience of buildings in Indonesia.
Penelitian ini mengkaji penerapan ISO 9001:2015 dalam manajemen mutu pada proyek konstruksi bangunan parkir mall panakkukang. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tingkat efektivitas implementasi standar manajemen mutu ini dalam meningkatkan kualitas proyek dan kepuasan pelanggan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif, di mana pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan ISO 9001:2015 berkontribusi signifikan terhadap perbaikan proses manajerial, pengendalian kualitas, serta komunikasi antara semua pihak terkait di dalam proyek. Keterlibatan semua anggota tim dalam penerapan standar ini juga terbukti meningkatkan pemahaman, kepedulian terhadap tugas dan kualitas pekerjaan masing-masing individu. Meskipun demikian, masih ada hambatan dalam penerapan yang harus diselesaikan, seperti pelatihan staf dan penyediaan sumber daya yang memadai. Kajian ini bertujuan memberikan saran kepada pengembang dan kontraktor untuk lebih memaksimalkan penerapan sistem manajemen mutu guna mencapai hasil yang lebih optimal dalam proyek pembangunan di masa mendatang. Kata kunci: ISO 9001:2015, Sistem Manajemen Mutu, Kualitas Proyek, Konstruksi
Saat ini telah berkembang berbagai cara untuk memperbaiki kondisi tanah agar terjadi peningkatan stabilitas tanah. Perbaikan tanah tersebut telah banyak diterapkan dan menunjukkan hasil yang positif. Dalam penelitian ini peneliti melakukan perbaikan tanah menggunakan limbah karbit dan abu serabut sebagai sebagai bahan tambah. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui karakteristik tanah pada Jl. Poros Lembang Kole Palian, Kecamatan Bittuang, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan dan untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah karbit dan variasi abu serabut kelapa terhadap kuat geser tanah. Pengujian pada penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen yaitu pengujian karakteristik tanah dengan pengujian mekanis tanah. Hasil penelitian diperoleh klasifikasi tanah yaitu, tanah pasir lanau. Dari hasil pengujian mekanis tanah yang di peroleh, nilai yang didapatkan setelah pengujian kuat geser pada variasi 12% + 5% abu memiliki tiga sampel dengan rata-rata = 0,449 kg/cm². Nilai pada variasi 12% karbit + 10% abu memiliki tiga sampel dengan rata-rata = 0,585 kg/cm². Nilai pada variasi 12% karbit + 15% abu memiliki tiga sampel dengan rata-rata = 0,615 kg/cm². Berdasarkan hasil penelitian ini, kenaikan nilai kuat geser tanah dengan penambahan limbah karbit dan abu serabut kelapa tunjukkan penambahan tersebut dapat digunakan sebagai bahan stabilisasi tanah. Kata kunci: kuat geser, limbah karbit, abu serabut kelapa
<div>Sungai Radda memiliki agregat dengan penyebaran butiran yang tidak seragam, bersih, serta dilihat secara visual dengan aliran sungai yang jernih. Meskipun demikian, belum diketahui apakah agregat Sungai Radda tersebut dapat digunakan sebagai beton struktural. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kuat tekan, kuat lentur, kuat tarik belah beton dan modulus elastisitas beton menggunakan agregat dari Sungai Radda. Penelitian ini menggunakan metode perancangan beton SNI 7656-2012 dengan mutu beton f’c 25 MPa dan 32 MPa melalui pengujian slump test pada beton berumur 28 hari. Nilai kuat tarik belah rata-rata beton f’c 25 MPa yakni 3,017 MPa. nilai kuat tarik belah rata-rata beton f’c 27 MPa. Kuat lentur rata-rata beton f’c 25 MPa yakni 3,759 MPa. kuat lentur rata-rata beton f’c 32 MPa sebesar 4,176MPa. Hasil Pengujian modulus elastis mutu f’c 25 Mpa yaitu 18.713,811 MPa.Nilai teoritas = 4700 x √25 =23,500 MPa. Hasil Pengujian modulus elastis mutu f’c 32 Mpa yaitu 27673.21667 Mpa. Agregat dari Sungai Radda dapat di gunakan untuk mencapai mutu 25 MPa dan 27 MPa dengan menggunakan komposisi material 32 MPa. <br><br>Kata kunci: agregat; beton; sungai rad</div>
Penggunaan bahan alami dan limbah sebagai alternatif bahan bangunan semakin populer dalam bidang teknik sipil karena dapat mengurangi dampak lingkungan, menghemat biaya, dan meningkatkan kreativitas dalam desain bangunan. Adapun dengan pemanfaatan limbah cangkang kijing sebagai bahan tambahan dalam campuran beton dapat menjadi alternatif yang ramah lingkungan dan inovatif. Penelitian ini mengkaji penggunaan limbah cangkang kerang kijing sebagai bahan tambah terhadap semen pada beton normal untuk mengetahui pengaruhnya terhadap sifat beton segar dan sifat mekanis. Nilai slump di variasi 0%,3%, 6%, 9% beruturut-turut sebesar 55 mm, 56 mm, 58 mm, 60 mm dan berat isi sebesar 372,2576 kg/m3 , 2390,961 kg/m3 ,2380,5405 kg/m3 dan 2398,4692 kg/m3 , Untuk beton keras berupa kuat tekan masing masing variasi mengalami penurunan 20,81 %,40,06 % dan 56,521% terhadap 0 %, kuat tarik belah masing-masing penurunan sebesar 13,18,%, 26,29 % dan 43,244 % terhadap 0 %, kuat lentur 16,072 %,26,78% dan 35,71 % terhadap 0 % , modulus elastisitas berturu-turut sebesar 2,838 %, 10,561%,23,140 % terhadap 0 %. Semakin bertambahnya presentase limbah cangkang kijing dapat memberikan nilai kuat beton keras yang semakin kecil pula. Kata kunci; kerang kijing , beton segar, beton normal
Stabilisasi tanah yakni upaya untuk memperkuat daya dukung tanah dan kuat geser. Tujuan penelitian ini untuk menemukan sifat fisik tanah tanah dan hasil stabilisasi dengan campuran semen konstan 5% dan campuran serat kelapa 5%, 10% dan 15% (panjang ±-10 mm) dengan pengujian kuat geser langsung. Data uji sifat fisik tanah yang telah dilaksanakan di laboratorium, klasifikasi AASTHO menunjukkan tanah termasuk kelompok A-2-7, dan hasil klasifikasi USCS tanah tergolong pada kelompok tanah pasir berlanau (SM). Hasil dari pengujian kuat geser langsung di laboratorium mekanika tanah menunjukkan bahwa hasil penambahan semen dan serat kelapa mengalami kenaikan nilai kohesi (c), sudut geser (Ø), dan kuat geser (τ). Peningkatan tertinggi dihasilkan pada variasi semen konstan 5% dan serat kelapa 15%, dengan kohesi peningkatan 0,166 kg/cm² (titik 1) dan 0,168 kg/cm² (titik 2), sudut geser 32,15° (titik 1) dan 32,50° (titik 2), dan kuat geser 0,367 kg/cm² (titik 1) 0,371 kg/cm² (titik 2). Dapat disimpulkan pada penambahan semen dan serat kelapa dapat membantu stabilisasi tanah di titik longsor tersebut. Kata kunci: Stabilisasi, Geser Langsung, Klasifikasi Tanah
Beton merupakan komponen yang diterapkan pada kontruksi selain kayu dan baja karena keunggulannya, tahan terhadap api, korosi, tahan lama dan mudah dibentuk salah satu unsur pembentukan beton berupa agregat yang mudah di dapatkan, salah satunya agregat yang berasal dari Sungai Batu Malopie Kabupaten Barru, agregat kasar merupakan unsur maretial utama pada beton yang mampengaruhi kualitas dari beton tersebut sehingga penelitian ini menvariasikan ukuran dari agregat kasar yang digunakan yakni 1” dan 3/4". Tujuan dari penilitian ini untuk mengetahui nilai karateristek beton segar yaitu nilai slump dan berat isi serta hasil kuat tekan, tarik belah, kuat lentur, beserta modulus elastisitas. Cara yang dipergunakan terhadap pengujian ini bersifat eksperimental yang dilakukan pada laboratorium yang mengacu pada SNI 7656-2012. Adapun hasil pengujian beton segar didapatkan bahwa nilai slump test untuk kedua variasi masih memenuhi slump rencana yakni antara 2,5-10 mm, dan hasil pengujian berat isi beton memenuhi syarat berat beton 2300-2400 kg/m3 , hasil yang di peroleh pada pengujian beton keras untuk nilai uji kuat tekan, kuat tarik belah, kuat lentur serta modulus elastisitas, melalui mutu rencana 25 Mpa dengan variasi 1” dan 3/4" pada pengujian 28 hari memenuhi mutu rencana. Untuk variasi aggregat kasar 3/4" hasil mutu diperoleh lebih besar dibanding dengan variasi 1”. Kata kunci: Beton, Kuat Tekan, Modulus Elastisitas
Metode Just In Time ( JIT) merupakan suatu metode untuk menghemat biaya persediaan dan penyimpanan material di gudang penyimpanan dengan memasok material yang dibutuhkan dari supplier tepat pada waktunya. Oleh karena itu, Penerapan manajemen material konstruksi menggunakan metode JIT dalam suatu proyek sangat penting untuk membantu mengurangi biaya penyimpanan dan pengadaan material. Dengan mengurangi jumlah material yang disimpan di lokasi proyek, perusahaan dapat menghemat biaya penyimpanan dan mengurangi kemungkinan kerusakan atau kehilangan material. Studi terhadap metode JIT ini dilakukan pada pembangunan gedung kantor wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi Selatan, untuk mengetahui bagaimana penerapan JIT dapat mengoptimalkan manajemen material konstruksi. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah teknik perbandingan yaitu dengan membandingkan praktik pengelolaan persediaan material di lokasi proyek dengan menggunakan prinsip JIT menggunakan data primer yaitu observasi dan wawancara sedangkan data sekunder adalah data logistik. Hasil menunjukkan bahwa metode pengelolaan persediaan JIT tidak diterapkan dalam persediaan material pada proyek pembangunan gedung kantor wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi Selatan. Dalam penelitian ini pemesanan material yang menerapkan pendekatan JIT diketahui dapat mengoptimalkan manajemen material pada pelaksanaan proyek konstruksi, sehingga tidak terjadi keterlambatan yang dapat menghambat pekerjaan. Kata kunci: Just In Time, Manajemen material, Proyek konstruksi bangunan gedung
Transformasi penggunaan material tidak terbarukan menjadi terbarukan menjadi material inovatif yang berkelanjutan. Limbah plastik tahunan meningkat dan memperparah kerusakan lingkungan. Peningkatan limbah plastic yang sulit terurai, dan menimbulkan gas beracun saat di bakar dapat merusak alam. Memanfaatkan sampah ini dalam produksi beton dapat membantu melestarikan sumber daya bangunan. Penelitian ini untuk menguji perilaku mekanik mortar dengan pengantian agregat menggunakan limbah plastic PET (butiran) dengan variasi 0%, 3% dan 5% dari berat pasir. Pengujian dilakukan pada umur 7 dan 28 hari. Penelitian ini mengevaluasi flow mortar, density, dan kuat tekan. Penggantian agregat halus menggunakan agregat plastik PET sampai 5% dalam campuran mortar menunjukkan dampak positif pada nilai kuat tekan mortar dan material dapat menyerap energi yang baik. Penelitian ini menunjukkan peningkatan kekuatan tekan mortar hingga 1.16 kali dibandingkan campuran kontrol saat menggunakan 5% agregat limbah PET sebagai agregat limbah plastik PET dalam campuran mortar sehingga mendukung pengembangan bahan konstruksi yang berkelanjutan. Kata kunci: Flow mortar, densitas, kuat tekan, PET (Polyethylene Terephthalate)