Temukan koleksi jurnal penelitian ilmiah mahasiswa UKIP
Jalan merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat kabupaten mamasa, maka dilakukan penelitian pada batu sungai tetean apakah layak digunakan sebagai perkerasan jalan untuk campuran Asphalt Concrete- Wearing-Course. Pengujian yang dilakukan penelitian ini adalah pengujian karakteristik agregat kasar, halus, filler, dan aspal kemudian merancang komposisi campuran AC-WC serta pengujian perendaman Marshall untuk karakteristik campuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik campuran AC-WC yang menggunakan Batu Sungai Tetean dan styrofoam sebagai bahan tambah melalui pengujian test Marshall diperoleh nilai karakteristik campuran yaitu stabilitas, flow, VIM, VMA, dan VFB semuanya memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga 2018. Pengaruh penambahan styrofoam pada campuran AC-WC mampu mengisi rongga pada campuran yang membuat rongga menjadi lebih kecil, membuat ikatan antara agregat menjadi lebih kuat sehingga dengan adanya penambahan styrofoam campuran menjadi lebih kedap air/ tahan terhadap air ,cuaca dan beban lalu lintas. Kata Kunci : AC-WC, Styrofoam, Karakteristik, Marshall Test
Tanah lempung adalah suatu jenis tanah kohesif yang memiliki sifat kuat geser yang rendah namun kompresibilitasnya besar. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui sifat-sifat fisik tanah yang berasal dari Desa Rantebua, Kecamatan Rantebua, Kabupaten Toraja utara serta untuk mengetahui pengaruh penambahan gypsum pada tanah yang berasal dari Desa Rantebua, Kecamatan Rantebua, Kabupaten Toraja utara dengan pengujian geser langsung. Metode penelitian mencakup pengujian sifat-sifat fisik tanah dan pengujian mekanis pada alat geser langsung. Dari hasil Pengujian geser langsung yang telah didapatkan menunjukan bahwa masing-masing sampel tanah yang dicampurkan dengan gypsum pada komposisi 12%, 20%, dan 28% mengalami peningkatan nilai (c) dan nilai (ϕ). Menurut USCS tergolong kedalam jenis tanah berbutir halus dengan plastisitas rendah sampai sedang, sedangkan pada hasil pengujian geser langsung dengan adanya campuran gypsum kedalam empat sampel tanah mampu memberikan pengaruh peningkatan pada nilai (c) dan nilai (ϕ) sehingga daya dukung pada tanah menjadi lebih baik dari kondisi tanah sebelum dicampurkan dengan gypsum. Kata kunci: Direct Shear, Bubuk Gypsum, Kohesi, Sudut Geser
Proyek konstruksi adalah suatu rangkaian aktivitas yg saling berkaitan guna mencapai tujuan eksklusif pada batas waktu dan mutu eksklusif. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis faktor-faktor yang terjadi pada kerja lembur dan berpengaruh terhadap kualitas pekerjaan pada pengecoran balok dan plat pada lantai dua proyek Trans Studio Makassar New Development. Metode analisis data yang digunakan adalah Analisa Korelasi Sederhana. Berdasarkan hasil penelitian terdapat adanya faktor-faktor utama yang terjadi pada kerja lembur dan berpengaruh terhadap kualitas pekerjaan yang dapat disimpulkan yaitu : Faktor adanya pengawasan yang ketat pada saat bekerja, Faktor kurangnya keahlian tenaga kerja, Faktor ketidakefisienan pekerja akibat terlalu banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan, Faktor kurangnya waktu istirahat pekerja, Faktor penerang/ pencahayaan pada saat melakukan kerja lembur pada malam hari dan Faktor adanya jaminan kerja mampu meningkatkan semangat kerja pekerja. Kata Kunci: Kerja lembur, pekerjaan pengecoran, proyek Trans Studio Makassar New Development.
Beton adalah sebuah bahan bangunan komposit yang terbuat dari kombinasi aggregat dan pengikat semen. Bentuk paling umum dari beton adalah beton semen Portland, yang terdiri dari agregat mineral, semen dan air. Biasanya dipercayai bahwa beton mengering setelah pencampuran dan peletakan. Dalam meningkatkan kekuatan atau mutu beton, agregat kasar yang digunakan berasal dari tambang Sangkaropi’ karena selain masih jarang yang menggunakan agregat disana, batu tambang Sangkaropi pun mengandung mineral seperti kalsium oksida, silika dioksida, aluminium oksida. Dengan menambahkan bahan-bahan, baik itu pada agregat kasar maupun agregat halus, sebagai pengganti bahan pengikat dan ada pula sebagai bahan tambahan untuk meningkatkan daya rekat dari bahan pengikat dalam beton salah satunya menggunakan material sandblasting dalam campuran beton. Hal tersebut dikarenakan sandblasting merupakan bahan alam yang bahan bakunya mengandung almandite dan silica sebanyak kurang dari 0,1 persen, yang artinya sandblasting tidak mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3). Variasi yang digunakan 0%, 5%, dan 10%. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian kuat tekan, uji kuat tarik belah, dan uji kuat lentur dengan mutu beton rencana 25 MPa. Dari hasil penelitian ini diperoleh nilai kuat tekan berturut-turut sebesar 26,502 Mpa, 28,389 Mpa dan 31,878 Mpa pada uji kuat tarik belah diperoleh nilai berturut-turut 1,721 Mpa, 2,146 Mpa, 2,617 Mpa dan pada uji kuat lentur diperoleh nilai sebesar 1,837 Mpa, 2,341 Mpa, dan 2,696 Mpa.
Sungai Galang-Galang atau Sungai Binanga Karaeng merupakan lokasi penelitian dimana sungai ini merupakan sungai perbatasan antara wilayah Kabupaten Polewali Mandar dengan Kabupaten Pinrang. Pada bulan April tahun 2020 terjadi banjir yang merusak bangunan irigasi pada sisi kanan bendung bagian hilir Sungai Galang-Galang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekasaran dan kapasitas penampang Sungai Galang-Galang. Data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder. Metode yang digunakan metode survey dan titik lokasi ditentukan berdasarkan pada titik pengamatan yang dapat mewakili bagian hulu, tengah, dan hilir. Analisis koefisien kekasaran menggunakan persamaan Manning. Nilai koefisien kekasaran Sungai Galang Galang pada bagian hulu sebesar 0,037, tengah sebesar 0,015 dan hilir yaitu 0,037. Perbedaan nilai koefsien kekasaran dipengaruhi oleh faktor ketidakteraturan penampang, ukuran butiran sedimen yang berbeda tiap titik dan penyempitan saluran. Kapasitas penampang pada segmen 1-1, 2-2, dan 3-3 tidak mampu menampung debit banjir Q50 dan Q100. Kata kunci: Koefisien Kekasaran, Persamaan Manning, Sungai Galang-Galang
Perumahan Telkomas merupakan salah satu kompleks yang berada di Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan dan merupakan kawasan yang mendapatkan pendistribusian air bersih dari PDAM Kota Makassar namun di Perumahan Telkomas saat ini memiliki suatu permasalahan mengenai tekanan airnya. Penelitian ini dimaksudkan mengetahui kebutuhan air bersih di perumahan Telkomas pada saat sekarang dan saat yang akan datang serta membuat rencana pengembangan pendistribusian air bersih dengan perkembangan perumahan Telkomas. Hasil perhitungan kebutuhan air saat sekarang di perumahan Telkomas dengan jumlah rumah yang berlangganan yaitu 405 rumah , dimana jumlah kebutuhan air harian rata-rata didapatkan 340.200 liter/hari, kebutuhan harian rata-rata sebesar 391.230 liter/hari dan jam puncak sebesar 7,924 liter/detik. Kemudian pada perhitungan kebutuhan air saat yang akan datang yang diasumsikan 10 tahun kedepan dan jumlah pelanggan 70% atau sekitar 770 rumah, 2 fasilitas Pendidikan dan 3 fasilitas ibadah , dimana jumlah kebutuhan air harian rata-rata didapatkan 673.080 liter/hari, kebutuhan harian maximum sebesar 774.042 liter/hari dan jam puncak sebesar 15,678 liter/detik. Kemudian setelah dilakukan Analisa jaringan perpipaan pada Epanet 2.0 terdapat beberapa node yang tekanannya masih dibawah kriteria pipa distribusi atau sekitar 5,16 meter air.Setelah dilakukan pengembangan sistem jaringan perpipaan dengan menambahkan 2 pompa pada masing – masing reservoir sehingga nilai tekanan air yang didapatkan telah memenuhi kriteria pipa distribusi dan sudah dapat memenuhi kebutuhan air pelanggan PDAM yang ada di perumahan Telkomas baik saat sekarang ini maupun saat yang akan datang. Kata kunci: Air Bersih, Tekanan, Jaringan Perpipaan, Software Epanet 2.0
Pemanfaatan agregat batu gunung Osu Lombebua Kabupaten Konawe Selatan belum dimanfaatkan secara optimal sebagai bahan dalam perkerasan jalan khususnya pada Laston Lapisan Aus, berawal dari masalah maka perlu dilakukan penelitian dengan melakukan serangkaian pengujian karakteristik dengan mengacu pada Standar Spesifikasi Bina Marga 2018. Penelitian ini bertujuan untuk menguji karakteristik campuran Laston Lapisan Aus dengan memanfaatkan agregat batu Gunung Osu Lombebua, dengan mengetahui karakteristik agregat, aspal dan filler, kemudian merancang komposisi campuran lalu dilakukan pembuatan benda uji yaitu berupa Laston Lapisan Aus serta pengujian Marshall Konvensional untuk penentuan KAO setelah itu pembuatan benda uji KAO untuk Stabilitas Marshall Sisa (SMS). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik bahan perkerasan berupa agregat batu Gunung Osu Lombebua Kabupaten Konawe Selatan telah memenuhi spesifikasi Umum Direktorat Jenderal Bina Marga 2018. Berdasarkan pengujian Karakteristik campuran Marshall Konvensional diperoleh nilai stabilitas, kelelehan (flow), Void in Mix (VIM), Void In Mix Aggeregate (VMA), dan Foid Filled With Bitumen (VFB) semua memenuhi spesifikasi Umum Bina Marga 2018. Pengujian Marshall Immersion (Stabilitas Marshall Sisa) pada campuran Laston Lapisan Aus memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga 2018, dimana nilai Stabilitas Marshall Sisa yaitu 96,78 ≥ 90 %. Kata kunci: Pemanfaatan, Osu Lombebua, Laston Lapisan Aus, Marshall Test
Sungai Galang-Galang atau biasa juga disebut Sungai Binanga Karaeng merupakan sungai perbatasan antara wilayah Kabupaten Polewali Mandar (Polman) yang dahulu dikenal Polmas sebelum memisahkan diri dengan Provinsi Sulawesi Selatan. Ketika musim hujan, air di sungai ini sering meluap bahkan dapat menimbulkan bahaya bagi para petani perkebunan dan sawah disekitar dua daerah perbatasan itu. Sebagian air hujan yang jatuh dipermukaan mengikis tanah sehingga terbawa oleh aliran air ke dalam sungai sampai ke hilir hingga membuat endapan sedimen tersebut menjadi semakin meningkat. Sedimen yang terbentuk pada aliran sungai Galang – Galang akan menyebabkan kurangnya daya tampung sungai pada saat musim kemarau dan pada musim hujan akan menyebabkan banjir. Dari penelitian ini mempunyai tujuan yaitu untuk menganalisis debit angkutan sedimen dasar dan sedimen melayang di Sungai Galang – Galang. Penelitian ini dilakukan secara langsung serta pengambilan sampel sedimen dasar dan sedimen melayang pada tiga titik sungai. Angkutan sedimen dasar dihitung menggunakan metode Van Rjin, dan untuk sedimen melayang dihitung dengan metode sesaat. Dari hasil analisis diperoleh debit angkutan sedimen dasar pada bagia hulu sebesar 4x10-4 ton/hari, pada bagian tengah sebesar 0,0891 ton/hari, dan pada bagian hilir sebesar 1x10-4 ton/hari. Sedangkan untuk debit angkutan sedimen melayang yaitu pada bagian hulu sebesar 0,208 ton/hari, pada bagian tengah sebesar 0,278 ton/hari, dan pada bagian hilir sebesar 0,121 ton/hari, dimana angkutan sedimen melayang diukur pada debit yang sangat kecil sehingga hasil yang diperoleh juga kecil. Kata kunci: sedimen dasar, sedimen melayang, metode Van Rjin, metode sesaat.
Sungai Mata Allo merupakan salah satu sungai yang terletak di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Merupakan salah satu sungai yang memiliki sumber material berupa agregat sungai yang cukup melimpah yang telah digunakan oleh masyarakat setempat sebagai bahan pembuatan beton dalam pembangunan konstruksi berskala kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kekuatan beton berdasarkan uji kuat tekan beton, kuat tarik belah, kuat lentur dan modulus elastisitas pada campuran beton mutu normal berdasarkan variasi Faktor Air Semen (FAS) yaitu Variasi 0,49, 0,52 dan 0,55 dimana Variasi dengan kuat tekan tertinggi digunakan untuk pengujian selanjutnya. Metode perancangan Mix Design yang digunakan yaitu metode American Concrete Institute (ACI) dengan mutu beton rencana 25 Mpa. Dari hasil penelitian diperoleh nilai kuat tertinggi pada Variasi FAS 0,49 dengan nilai rata-rata kuat tekan dapat dilihat pada umur 7 hari, 14 hari, 21 hari dan 28 hari berturut-turut dengan kuat tekan 16,977 Mpa, 23,301 Mpa, 25,276 Mpa dan 26,691 Mpa. Dari hasil penelitian yang dilakukan, karakteristik yang dihasilkan dari sungai Mata Allo tersebut memenuhi standar spesifikasi SNI untuk dijadikan sebagai bahan campuran beton. Kata kunci: Kuat tekan, kuat tarik belah, kuat lentur, modulus elastisitas.