Repositori E-Journal

Temukan koleksi jurnal penelitian ilmiah mahasiswa UKIP

Jefrianto Pasa, Musa B...
Jurnal

Pemeliharaan Mesin Heavy Duty Dump Truck Komatsu HD 465 Pada PT Semen Bosowa Maros

PT Semen Bosowa Maros adalah perusahaan yang bergerak dalam industri semen, di mana alat berat seperti dump truck dan excavator memiliki peran penting dalam operasional penambangan. Dump truck Komatsu HD 465 digunakan untuk mengangkut material berat seperti batu gamping yang dibutuhkan dalam proses produksi semen. Dalam operasionalnya, dump truck ini memerlukan pemeliharaan yang baik untuk memastikan kinerja yang optimal dan mencegah kerusakan yang dapat menyebabkan downtime atau penurunan produktivitas.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi pemeliharaan mesin dump truck Komatsu HD 465 di PT Semen Bosowa Maros serta mengidentifikasi masalah-masalah yang sering terjadi selama proses pemeliharaan. Metodologi yang digunakan meliputi pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara dengan teknisi pemeliharaan, dan analisis laporan pemeliharaan rutin.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeliharaan yang diterapkan saat ini telah mencakup aspek-aspek penting seperti inspeksi rutin, penggantian komponen, pelumasan, dan pembersihan. Namun, masih terdapat beberapa masalah, seperti kerusakan yang sering terjadi pada sistem transmisi dan undercarriage, yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Dengan penerapan strategi pemeliharaan yang lebih preventif dan korektif, efisiensi operasional dapat ditingkatkan dan biaya pemeliharaan dapat diminimalkan.Penelitian ini memberikan referensi bagi PT Semen Bosowa Maros untuk meningkatkan efisiensi operasional melalui pemeliharaan yang lebih terstruktur dan terencana, serta menyarankan penggunaan teknologi prediktif dalam pemantauan kondisi mesin untuk mencegah kerusakan yang tidak terduga. Kata kunci: Pemeliharaan, Dump Truck Komatsu HD 465, Efisiensi

Lexel Alwanto Ranteman...
Jurnal

Analisis Kekuatan Tarik dan Kekuatan Tumbukan pada Sambungan Las SMAW pada Material Baja St 57 dengan Variasi Temperatur Pemanasan Awal

Pengelasan merupakan teknik penyambungan logam yang banyak digunakan dalam industri, terutama karena sifatnya yang kuat dan ekonomis. Namun, proses pengelasan dapat menyebabkan perubahan struktur mikro yang mempengaruhi sifat fisik dan mekanik logam, seperti kekuatan tarik dan ketangguhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan tarik dan kekuatan tumbukan baja ST 57 yang mengalami pengelasan SMAW akibat pengaruh variasi temperatur pemanasan awal pada temperatur 250 °C, 300 °C, dan 350 °C. Material yang digunakan adalah baja ST 57 dengan ketebalan 4 mm, menggunakan elektroda NIKKO Steel E6013 dengan diameter 2,0 mm dan arus pengelasan konstan sebesar 100 A. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi temperatur pemanasan awal terhadap kekuatan tarik pada baja ST 57 yang mengalami pengelasan SMAW yaitu pada nilai kekuatan tarik maksimum dengan nilai tertinggi terjadi pada spesimen spesimen normal dengan nilai 57,36 kgf/ mm2 dan nilai kekuatan tarik maksimum terendah terjadi pada spesimen dengan perlakuan panas 300 oC dengan nilai 36,15 kgf/mm2. Pada nilai elastisitas tertinggi terjadi pada spesimen 250 oC dengan nilai 537,59 kgf/mm2 dan nilai elastisitas terendah terjadi pada spesimen normal dengan nilai 225,96 kgf. Pada variasi temperatur pemanasan awal terhadap kekuatan tumbukan (impact) pada baja ST 57 yang mengalami pengelasan SMAW yaitu dengan nilai harga impact tertinggi terjadi pada spesimen normal dengan nilai 0,68 Joule/mm2 dan nilai harga impact terendah terjadi pada spesimen ke empat dengan nilai 0,49 Joule/mm2.. Kata kunci: Pengelasan SMAW, Baja ST 57, Kekuatan Tarik, Kekuatan Tumbukan

Kiraldi Nandito Arung...
Jurnal

Analisa Maintenance Differential Pada Unit Dump Truck

PT Win Wahana Cipta Marga adalah perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi infrastruktur, dimana alat berat seperti dump truck berperan penting dalam operasionalnya. Penelitian ini mengkaji penerapan Reliability Centered Maintenance (RCM) dalam menganalisis mode kegagalan pada sistem Differential. Dengan menggunakan RCM information worksheet untuk analisis Failure mode dan efek analisis, ditemukan 5 mode kegagalan pada sub sistem final gear dan 8 mode kegagalan pada komponen pendukung differential. Berdasarkan RCM decision worksheet, strategi pemeliharaan yang ditentukan meliputi tugas pemeliharaan terjadwal untuk mencegah kegagalan pada sub sistem final gear, dimana 3 dari 5 mode kegagalan dapat dicegah dengan scheduled discard task dan 2 mode kegagalan dengan scheduled on condition task. Pada komponen pendukung differential, 8 mode kegagalan dapat dicegah dengan kombinasi tugas terjadwal dan run to failure maintenance, dengan lima mode kegagalan dicegah melalui scheduled discard task. Penelitian ini memberikan panduan komprehensif dalam menentukan tugas pemeliharaan yang tepat guna meningkatkan keandalan dan keselamatan operasional sistem differential. Kata Kunci: Perawatan , Dump Truck, Gardan, Relibiality Centered Mintenance

Rianto Manukallo, Agus...
Jurnal

Pengaruh Kondisi Operasional terhadap Efisiensi Konsumsi Bahan Bakar Pada Alat Berat Heavy Duty Komatsu Hd 465 pada PT Semen Bosowa Maros

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi operasional pada alat berat Heavy Duty Komatsu HD 465 dan menganalisis faktor-faktor kondisi operasional yang memiliki pengaruh signifikan terhadap efisiensi konsumsi bahan bakar pada alat berat Heavy Duty Komatsu HD 465. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2024 – Juli 2024 di PT. Semen Bosowa Maros. Industri semen merupakan industri strategis yang dibutuhkan untuk pembangunan fisik berupa sarana dan prasana infrastruktur yang kebutuhannya semakin meningkat sejalan dengan meningkatnya kegiatan ekonomi masyarakat dan pembangunan nasional. Memiliki manfaat efisiensi bahan bakar yaitu: penghematan biaya, lebih ramah lingkungan, dan kinerja peralatan yang baik. Heavy Duty Truck adalah satu jenis alat berat yang dapat melakukan pengangkutan berat material seperti batu bara dan lapisan penutup hasil pertambangan. Alat ini memiliki daya mesin sebanyak 879 kW ( 1,178 HP) dan memiliki kapasitas muatan sebanyak 55 Ton serta mampu mengangkut material secara efisien, dan hemat biaya. Jumlah silinder pada mesin ada 6 buah dan menggunakan bahan bakar Bio Solar Heavy Duty Truck merupakan produk komatsu yang mempunyai jenis dan fungsipada HD 465, Komatsu HD465-7 memiliki kapasitas mesin sekitar 23.150 cc (23,15 liter). Kondisi lingkungan kerja adalah faktor penting yang mempengaruhi kinerja, keselamatan, dan kesejahteraan pekerja di industri contohnya: kondisi jalan berbatuan,dan kerikil, suhu dan iklim, faktor lingkungan. Kata Kunci: Definisi Semen, Efisiensi Bahan Bakar, Dump Truck, Kondisi Jalan Tambang

Sika Palungan, Musa B....
Jurnal

Pengaruh Perlakuan Pengasapan Terhadap Defleksi Balok Batang Aren (Arenga Pinnata Merr) Dengan Tumpuan Sederhana

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kekuatan tarik balok serat aren akibat pengaruh perlakuan fumigasi dan untuk mengetahui defleksi atau defleksi balok serat kelapa sawit dengan beban terpusat akibat perlakuan fumigasi. Penelitian ini dilakukan di laboratorium fisika metalurgi dan mekanika terapan Universitas Kristen Paulus dengan Mesin Defleksi dan Tarik. Spesimen Uji Tarik yang digunakan adalah tipe ASTM638-2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kekuatan tarik serat meningkat setelah fumigasi hingga 3 hari dan kemudian menurun hingga 5 hari. Peningkatan kekuatan disebabkan oleh adanya karbonil dalam asap yang masuk melalui pori-pori atau membran serat, sehingga terperangkap di dalam serat. Di sisi lain, kadar air serat menurun akibat panas asap rata-rata 45°C. Karena kekuatan tarik meningkat dan regangan relatif konstan, elastisitas serat meningkat kemudian kekuatan menurun dan nilai tertinggi diperoleh pada pengasapan 3 hari sebesar 590,77 kgf/mm2. Setelah tiga jam, 4 dan 5 hari pengasapan, nilai elastisitas terus menurun dengan nilai 481,90 kgf/mm2 dan 456,00 kgf/mm2. Untuk beban yang sama sebesar 1 kg, defleksi yang terjadi pada balok serat tanpa pengasapan adalah 24,88 mm dan pada balok serat kelapa sawit dengan pengasapan selama 3 hari terdapat defleksi sebesar 16,92 mm. Defleksi balok serat tanpa pengasapan lebih besar daripada defleksi balok dengan pengasapan selama 3 hari, karena elastisitas serat dengan pengasapan lebih besar (590,77 kgf/mm2) daripada elastisitas serat tanpa pengasapan (401,90 kgf/mm2). Kekuatan tarik serat meningkat setelah pengasapan karena adanya karbonil dalam asap yang masuk melalui pori-pori atau membran serat, sehingga terperangkap di dalam serat. Di sisi lain, kadar air serat menurun karena panas asap rata-rata sebesar 45°C. Kata Kunci: Pengasapan, Defleksi

Analisa Variasi Temper...
Jurnal

Liberius Rerung Mangean, Atus Buku ,Salma Salu

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mengaplikasikan suatu bahan baru seperti carbon nanotube dan alumunium menjadi sebuah suatu komponen dimana komponen tersebut dapat digunakan sebagai pengganti suatu kompenen dengan melakukan metode metalurgi serbuk. Dengan komposisi carbon nanotube 99,998 % dan alumunium 0,002 % dan untuk mengetahui kekuatan spesimen dengan melakukan pengujian kekerasan dan untuk mengetahui struktur mikro dari specimen.Hasil penelitia menujukkan semakin tinggi suhu sintering dari suatu spesimen maka nilai kekerasannya akan meningkat contoh pada speseimen dengan suhu 200℃ dan 400℃ dimana nilai kekerasan adalah berada di antara 107,5 kgf dan 109,8 kgf . kata kunci : Metalurgi Serbuk, Carbon Nanotube dan Aluminium

Bill Graham, Corvis L....
Jurnal

Pengaruh Holding Time Pada Spot Welding Dissimilar Material Terhadap Kekuatan Dan Kekerasan

Perkembangan teknologi modern saat ini menuntut setiap pihak yang terlibat untuk meningkatkan kualitas barang yang dihasilkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas produk adalah material, teknik fabrikasi spesimen, dan teknik pengelasan. Proses pengelasan titik (Spot Welding/SW) memiliki 4 parameter yang harus diperhatikan, yaitu arus pengelasan, tekanan titik las, waktu tekan, dan diameter permukaan elektroda. Tegangan luluh pada spesimen normal Stainless Steel 304 dapat diperoleh sebesar 44,03 kgf/mm2 dan tegangan luluh spesimen normal Baja Lunak diperoleh sebesar 25,93 kgf/mm2. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Kristen Indonesia Paulus. Waktu penahanan 5 detik pada arus 6000 Ampere dan waktu pentanahan 6 detik menghasilkan tegangan luluh sebesar 19,08 kgf/mm2, sedangkan waktu penahanan 10 detik meningkatkan tegangan luluh menjadi 19,48 kgf/mm2, kemudian pada waktu penahanan 15 detik juga mengalami peningkatan tegangan luluh sebesar 19,48 kgf/mm2, dan pada waktu penahanan 20 detik diperoleh tegangan luluh tertinggi sebesar 21,6 kgf/mm2. Data uji kekerasan pada spesimen dengan pengelasan titik pada waktu penahanan 20 detik pada arus 6000 Ampere dan waktu pentanahan 6 detik memperoleh nilai kekerasan pada area logam las baja lunak sebesar 101,9 HRN dan pada area HAZ baja lunak nilai kekerasannya menurun perlahan menjadi 96,2 HRN dan pada area logam dasar baja lunak nilai kekerasan tertinggi adalah 118,9 HRN. Key words: Spot Welding, Low Carbon Steel, Stainless Steel, Holding Time.

Resky, Atus Buku, Kris...
Jurnal

Analisa Kekuatan Tarik Dan Impak Pada Baja ST 30 Dengan Type Las SMAW 3G

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh arus pengelasan SMAW pada material baja terhadap kekuatan tarik dan kekuatan tumbukan sambungan. Proses pengelasan baja St 30 dengan ketebalan 5 mm, dengan menggunakan kampuh V dengan variasi arus 70 A, 80 A, 90 A. Kemudian dilakukan proses pengujian tarik untuk mengetahui pengaruh arus pengelasan dan kampuh pada spesimen. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa material yang diuji tarik pada kampuh V dengan arus 70 A dengan nilai elastisitas ultimate 29,86 Kgf/mm2 , pada kampuh V dengan arus 80 A dengan nilai elastisitas ultimate 31,05 Kgf/mm2 , dan pada kampuh V dengan arus 90 A dengan nilai elastisitas ultimate 30,31 Kgf/mm2 . Setelah melakukan penglasan las SMAW dengan menggunakan variasi arus 70 ampere, 80 ampere, dan 90 ampere. Dan pada pengujian tumbukan nilai harga impaknya dari 1,371 Joule/mm2 – 1,823 Joule/mm2. Maka dapat disimpulkan, semakin rendah arus pengelasan maka semakin rendah kekuatan tariknya, penyambungan kampuh yang baik adalah kampuh V dengan arus 80 A. Kata Kunci : Pengelasan SMAW , Baja St 30 ketebalan 5 mm ,variasi arus dan kampuh , pengujian tarik,pengujian impak.

Novri Rante Tandung, A...
Jurnal

Analisa Keausan Dan Preventive Maintenance Pada Undercarriage Excavator Komatsu PC 200 – 8MO

Excavator adalah alat berat yang digunakan dalam industri kontruksi, pertanian atau perhutanan, excavator terdiri dari beberapa komponen utama yaitu front end attachments, upper structure, dan undercarriage. Undercarriage adalah bagian bawah dari sebuah excavator yang memiliki fungsi untuk menopang dan meneruskan beban unit ke tanah, bersama-sama dengan sistem steering dan brake mengarahkan unit bergerak maju, mundur, belok ke kanan dan ke kiri, dan juga sebagai pembawah dan pendukung unit. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keausan dan umur pakai pada komponen-komponen undercarriage excavator komatsu PC 200 – 8MO, untuk mengetahui penyebab-penyebab terjadinya keausan pada komponen-komponen undercarriage excavator komatsu PC 200 – 8MO dan untuk mengetahuai preventive maintenance yang akan dilakukan pada undercarriage excavator komatsu PC 200 – 8MO. Sebelum menentukan preventive maintenance yang tepat dilakukan pada undercarriage maka terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan berupa pengukuran setiap 50 jam kerja unit selama 6 kali pengukuran pada setiap komponen undercarriage seperti track roller, carrier roller, front idler, bushing O/D dan tinggi grouser track shoe. Dari pengukuran terahir track roller didapat persentase keausan sebesar 59,33 % sedangkan umur pakai track roller sisa 3936 jam saat pengukuran terahir, persentase keausan carrier roller sebesar 50,7 % sedangkan umur pakai carrier roller sisa 6509 jam saat pengukuran terahir, persentase keausan bushing O/D sebesar 28,4 % sedangkan umur pakai bushing O/D sisa 8288 jam saat pengukuran terahir, persentase keausan front idler sebesar 92,67 % sedangkan umur pakai front idler sisa 406 jam saat pengukuran terahir, dan persentase keausan grouser track shoe sebesar 62 % sedangkan umur pakai grouser track shoe sisa 5679 jam saat pengukuran terahir. Penyebab terjadinya keausan pada komponen-komponen undercarriage disebabkan oleh berbagai faktor selain dari kondisi tanah tempat unit beroperasi juga karena kurangnya preventive maintenance pada komponen undercarriage. Preventive maintenance pada komponen-komponen undercarriage dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan komponen undercarriage, memberi pelumasan pada komponen yang bergesekan dengan menggunakan grease, memeriksa komponen secara rutin dan juga dengan melakukan praktik operasional yang benar. Kata Kunci: Undercarriage, preventive maintenance, track roller, carrier roller, front idler, bushing O/D, track shoe, keausan, umur pakai.