Repositori E-Journal

Temukan koleksi jurnal penelitian ilmiah mahasiswa UKIP

Aprinco Panca Putra Ha...
Jurnal

Analisa Pengaruh Arus Pengelasan Terhadap Kekuatan Sambungan Las Metode Lap Joint

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan tarik geser baja karbon terhadap metode pengelasan lap joint. Tingkat efisiensi sambungan ini tergolong rendah sehingga jarang sekali digunakan untuk pelaksanaan penyambungan konstruksi utama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode SMAW. Las SMAW adalah sebuah proses penyambungan logam yang menggunakan energi panas untuk mencairkan benda kerja dan elektroda. Energi panas pada proses pengelasan SMAW dihasilkan karena adanya lompatan ion listrik yang terjadi pada ujung elektroda dan permukaan material. Untuk mencapai tujuan penelitian ini, maka akan dilakukan pembuatan spesimen dengan objek baja karbon sedang, sesuai standar ASTM E 8M-01 yang nantinya akan di uji tarik. Pengujian tarik dilakukan untuk mengetahui besarnya kekuatan tarik dari spesimen yang di uji. Pengujian dilakukan dengan mesin uji “Universal Testing Machine”. Uji tarik yang menghasilkan nilai rata-rata tegangan terbesar yaitu sejumlah 49827 newton pada gaya geser maksimum pada plat yang diperoleh dari pengelasan dengan kekuatan arus 90 ampere. Sedangkan uji tarik yang menghasilkan nilai rata-rata terendah yaitu 29050 newton pada gaya geser maksimum pada lasan yang diperoleh dari pengelasan dengan kekuatan arus 70 ampere. Kata Kunci : uji tarik, Lap Joint, SMAW.

Andika C. Patabang, At...
Jurnal

Perencanaan Kincir Air Area Pertanian Didesa Lembang Mesakada Kabupaten Pinrang Andika C. Patabang1, Atus Buku2, Kristiana Pasau3

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara perencanaan pembuatan kincir air area pertanian didesa lembang mesakada kabupaten pinrang dan menentukan jenis kincir yang cocok dengan kondisi sumber air. Penelitian perencenaan kincir air ini menggunakan bola pimpong dan meter. Manfaat penelitian ini sebagai bahan referensi untuk penelitian lebih lanjut mengenai pengembangan perencanaan kincir air. Metode yang digunakan metode survei yaitu observasi atau melihat langsung lokasi penelitian, metode pengukuran untuk pengumpulan data, dan metode internal yaitu mengumpulkan informasi melalui buku-buku atau referensi yang didapatkan. Hasil dari perhitungan perencanaan kincir air adalah sebagai berikut: Luas penampang = 3,18 m2, kecepatan aliran = 1,2345 m/s, debit = 3,92 m3/s, daya air (Pair) = 20381 watt, volume air = 12700 m3, massa air = 12.700 kg, energi kinetik = 9676,76 joule, luas penampang basah = 0,075 m2, keliling basah = 0,8 m, jari-jari hidrolik = 0,093 m, jari-jari kincir = 1,57 m, lebar sudu = 0,53 m, jarak sudu = 0,044 m, kecepatan keliling kincir = 0,4938 m/s, putaran kincir = 3 rpm, gaya fluida = 4846 N, torsi = 7608 Nm, daya kincir (Pkincir) = 14333 watt, efisiensi kincir = 70 %. Kata Kunci : Perencanaan Kincir air undershot, Energi Kincir, Efisiensi.

Prayogi Mangande, Beny...
Jurnal

Pengaruh Perlakuan Sinar Ultraviolet Pada Serat Imperata Cylindrica Terhadap Kekasaran Permukaan Material Serat

Perkembangan dunia industri yang semakin meningkat saat ini menyebabkan kebutuhan material makin meningkat terutama untuk sebuah produk. Penggunaan material logam pada berbagai produk semakin berkurang. Hal tersebut diakibatkan oleh beratnya komponen yang terbuat dari logam, proses pembentuknya yang relative sulit, dapat mengalami korosi dan biaya produksi mahal, oleh karena itu banyak dikembangkan material lain yang mempunyai sifat yang sesuai dengan karakteristik material logam yang diinginkan. Salah satu material yang banyak dikembangkan saat ini adalah komposit.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perlakuan sinar ultraviolet terhadap kekasaran permukaan serat imperata cylindrica dan untuk mengetahui pengaruh perlakuan sinar ultraviolet terhadap kekuatan tarik pada serat imperata cylindrica.Data yang di hasilkan dari pengujian tarik yang diberikan perlakuan sinar ultraviolet dengan waktu yang digunakan 20 , 40, 60, 80, dan 100 jam.penyinaran sinar ultraviolet yang bervariasi, dari data tersebut dapat dilakukan analisa perhitungan tegangan tarik yang dapat terjadi pada serat imperata cylindrical.Adanya pengaruh perlakuan sinar ultraviolet pada kekasaran serat imperata cylindrica yang diberi perlakuan penyinaran 20 jam, 40 jam, 60 jam, 80 jam, dan 100 jam, dimana dari hasil pengujian kekasaran tersebut P80 jam memiliki kekasaran yang paling besar yaitu Ra 1,789 µm, Rq 2,428 µm, dan Rz 10,271 µm dan hasil kekasaran yang kecil yaitu P20 jam memiliki nilai Ra 1,068 µm, Rq 1,308 µm, dan Rz 6,062 µm. Kata Kunci : Komposit, Serat Imperata Cylindrica, Sinar Ultraviolet , Uji Tarik, Uji Kekasaran.

Niel Pabontong, Musa B...
Jurnal

Analisa Sifat Mekanik Material Komposit Resin Epoksi Serat Daun Nanas Raja Dengan Perlakuan Pengasapan Tertutup

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui kekuatan tarik serat tunggal daun nanas raja akibat pengaruh pengasapan tertutup, Untuk mengetahui kekuatan bending material komposit akibat penguat serat daun nanas raja, Untuk mengetahui kekuatan impak material komposit akibat penguat serat daun nanas raja. Penelitian ini menggunakan bahan Serat penguat utama yang digunakan adalah daun tanaman nanas raja, Perbandingan resin dan katalis dengan daun tanaman daun nanas raja menggunakan fraksi massa, Perlakuan pengasapan tertutup dengan variasi waktu (1,2,3 dan 4) jam, Pengujian yang dilakukan adalah uji serat tunggal, uji bending dan uji impak. Pada hasil Pengasapan tertutup berpengaruh terhadap kekuatan tarik serat tunggal nanas raja, kekuatan tarik tanpa pengasapan (𝜎) = 256,31 MPa dan kekuatan tarik setelah pengasapan pada pengasapan 3 jam sebesar (𝜎) = 681,93 MPa, Serat nanas raja dengan P3J sebagai penguat berpengaruh terhadap kekuatan bending material komposit, kekuatan bending tanpa penguat (𝑆) = 0,095 MPa. Dari kekuatan bending tertinggi diperoleh pada perbandingan 10% dengan nilai (𝑆) = 226,66 MPa, Serat nanas raja sebagai penguat berpengaruh terhadap kekuatan impak material komposit kekuatan impak tanpa serat (HI) = 11,734 Joule/mm2, dari kekuatan impak tertinggi diperoleh pada perbandingan 10 : 90% (HI) = 11,737 Joule/mm2. Kata kunci: komposit, serat nanas raja

Aldi Pratama Bassi,Kri...
Jurnal

Pengaruh Kuat Arus Terhadap Kekuatan Tarik Baja ST 34 Hasil Pengelasan FCAW

Flux Cored Arc Welding (FCAW) adalah salah satu las listrik yang banyak digunakan di dunia industri karena proses pengelasannya yang cukup cepat. FCAW jenis las listrik yang memasok filler kawat las secara mekanis terus ke dalam busur listrik yang terbentuk diantara ujung filler kawat las dan logam induk. Pengujian tarik untuk mengetahui sifat-sifat mekanis dari material baja paduan rendah sebagai material uji dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kuat arus terhadap kekuatan tarik baja karbon hasil pengelasan FCAW dan seberapa kuat kekuatan tarik baja karbon hasil pengelasan FCAW. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan januari-februari 2024 di Laboratorium Fakultas Teknik Program Studi Teknik Mesin Politeknik Negeri Ujung Pandang dan Laboratorium Metalurgi Fisik Fakultas Teknik Program Studi Teknik Mesin Universitas Kristen Indonesia Paulus.. Proses pengambilan data dilakukan secara eksperimental dengan mengoperasikan alat secara langsung dan mencatat data yang diperoleh. Data kemudian diolah dan diperoleh hasil. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh kekuatan tarik tertinggi pada plat baja St 34 dengan ketebalan 4 mm terdapat pada pengelasan 100 Ampere dengan nilai rata-ratanya 358,85 kgf/mm2 sedangkan nilai kekuatan tarik maksimum terendah adalah pengelasan arus 80 ampere yaitu 35,42 kgf/mm2 . Kata kunci: Kuat Arus, Kekuatan Tarik, Pengelasan FCAW

Angelus Mula Putra, Mu...
Jurnal

Pengaruh Arus Pengelasan Pada Bahan Dissimilarity Stainless Steel Dengan Baja Karbon Sedang Terhadap Sifat Mekanik

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh arus hasil pengelasan SMAW pada medium steel terhadap kekuatan tarik dan impak. Penelitian ini menggunakan bahan baja karbon sedang (medium steel), bahan dilas dengan menggunakan pengelasan SMAW Jenis elektroda yang digunakan NSN-308 kampuh v dengan sudut 45o. Metode pengujian yang saya gunakan yaitu metode pengujian tarik dengan standar ASTM A370 dan pada pengujian impak saya menggunakan metode pengujian charpy. Pada hasil pengujian tarik, nilai tertinggi yang didapatkan pada tegangan tarik maksimum dari hasil pengelasan SMAW adalah arus 80 Ampere yaitu dengan nilai 471 MPa, dan tegangan tarik maksimum terendah terdapat pada arus 60 Ampere dengan nilai 466 MPa, kemudian untuk nilai tertinggi pada tegangan tarik patah terdapat pada arus 80 Ampere dengan nilai 378,5 MPa, dan tegangan tarik patah terendah terdapat pada arus 60 Ampere yaitu dengan nilai 375,9 MPa. Pada hasil pengujian impak, didapatkan hasil pengujian dengan nilai harga impak tertinggi pada arus 80 Ampere yaitu dengan nilai 0,25 jole/mm2, dan nilai harga impak terendah terdapat pada arus 60 Ampere yaitu dengan nilai 0,15 jole/mm2 Maka dapat disimpulkan bahwa semakin besar arus pengelasan yang digunakan maka semakin kuat dan bagus pula hasil pengelasan yang akan di hasilkan pada spesimen yang di las. Kata kunci : Medium steel, pengelasan, kekuatan tarik, kekuatan impak, SMAW.

Registo Anugra Donnall...
Jurnal

Pengaruh Temperatur Preheating terhadap Dissimilar Material Hasil Pengelasan Titik terhadap Kekuatan dan Kekerasan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi temperatur preheating terhadap sifat mekanis hasil pengelasan titik (spot welding) pada material mild steel dan stainless steel. Fokus penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana variasi temperatur preheating mempengaruhi kekuatan tarik dan kekerasan hasil las, yang sangat penting dalam aplikasi industri. Dalam penelitian ini, digunakan variasi temperatur preheating sebesar 100 °C, 120 °C, dan tanpa preheating. Penelitian ini dilaksanakan mulai pada bulan Mei 2024 – Juli 2024 di Laboratium Metalurgi Fisik Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Kristen Indonesia Paulus, Workshop welding Politeknik Akademi Teknik Industri Makassar (ATIM), dan Balai Latihan Kerja (BLK) Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preheating pada temperatur 100 °C secara signifikan meningkatkan kekuatan tarik dan kekerasan hasil las dibandingkan dengan preheating pada 120 °C atau tanpa preheating. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa preheating pada temperatur yang lebih rendah 100 °C memberikan hasil yang lebih baik dalam meningkatkan sifat mekanis hasil las, sementara preheating pada temperatur yang lebih tinggi 120 °C cenderung menurunkan kualitas sambungan. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk penggunaan temperatur preheating yang optimal dan membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut mengenai variasi temperatur lainnya serta faktor-faktor lain yang mempengaruhi kualitas pengelasan. Kata Kunci: Preheating, Pengelasan Titik, Sifat Mekanis, Kekuatan Tarik, Kekerasan

Renalsa Rantetondok, A...
Jurnal

Analisa Sifat Mekanik Dan Uji Struktur Mikro Pada Baja ST 31 Yang Di Las MIG Dengan Variasi Diameter Kawat Las

Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kekuatan tarik pada baja material baja St 31 yang di las menggunakan las MIG, mengetahui nilai kekerasan pada material baja St 31 yang di las dengan menggunakan las MIG serta mengamati perubahan struktur mikro pada material baja St 31 yang di las dengan menngunakan las MIG. Kegiatan penelitian ini dilakukan pada Laboratorium Teknologi Mekanika Universitas Kristen Indonesia Paulus. Metode yang di gunakan membuat specimen uji Tarik, uji kekerasan dan pengamatan struktur mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan Tarik sambungan las pada baja St 31 yang di las menggunakan las MIG yaitu pada kekuatan Tarik kondisi maksimum (σmaks) dengan diameter kawat las 0,6 mm sebesar 28,35 kgf/mm2 dan diameter kawat las 0,8 mm sebesar 33,03 kgf/mm2 serta diameter kawat las 1,0 mm sebesar 29,29 kgf/mm2.Nilai kekerasan material baja St 31 yang di las dengan menggunakan las MIG yaitu dimana pada spesimen dengan diameter kawat las 0,8 mm memiliki nilai yang lebih tinggi dari pada spesimen dengan diameter kawat las 0,6 mm dan 1,0 mm. Struktur mikro pada material baja St 31 yang di las menggunakan las MIG, di mana pada spesimen dengan menggunakan diameter kawat las 0,8 mm mengalami struktur mikro yang lebih kuat di bandingkan dengan struktur mikro pada spesimen menggunakan diameter kawat las 0,6 mm dan 1,0 mm yang lebih rapuh. Kata kunci : Pengelasan, las MIG, baja ST 31

Nor Muhammad Sahid, Co...
Jurnal

PENGUJIAN KINERJA MESIN BENSIN DENGAN SISTEM PENGAPIAN CDI YANG MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR PREMIUM RON 88 DAN PERTAMAX RON 92

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui prestasi mesin bensin dengan sistem pengapian CDI yang mengunakan bahan bakar Premium RON 88 dan pertamax RON 92, untuk mengetahui prestasi mesin bensin maka dilakukan perhitungan daya efektif, pemakaian bahan bakar, pemekaian bahan bakar spesifik, laju aliran massa sebenarnya, laju aliran massa teoritis, perbandingan udara bahan bakar, efisiensi volumetris, efisiensi thermal, dan juga penelitian dilakukn tiga variasi putaran mesin. Dari hasil pengujian, dapat dilihat nilai torsi, daya dan konsumsi bahan bakar untuk efisiensi yang paling baik digunakan yaitu bahan bakar pertamax RON 92. Daya efektif maksimum (BHP) yang dihasilkan oleh mesin bensin dengan sistem pengapian CDI yang menggunakan bahan bakar premium RON 88 untuk putaran 2500 rpm, nilainya sebesar 2,564 kW, kemudian torsi yang dihasilkan nilainya sebesar 9,8 Nm, dan konsumsi bahan bakar nilainya sebesar 0,836 kg/h, jika dibandingkan dengan mesin bensin yang menggunakan bahan bakar pertamax RON 92 terjadi peningkatan nilai BHP sebesar 2,616 dan juga terjadi peningkatan nilai torsi sebesar 10 Nm kemudian terjadi penurunan konsumsi bahan bakar sebesar 0,0047 kg/h. Dengan demikian daya dan torsi yang dihasilkan oleh mesin bensin dengan bahan bakar pertamax RON 92 lebih besar dibanding yang menggunakan bahan bakar premium RON 88 kemudian terjadi penurunan konsumsi bahan bakar pada mesin bensin dengan bahan bakar pertamax RON 92 dinamding dengan mesin bensin dengan bahan bakar premium RON 88, sehingga bahan bakar pertamax RON 92 lebih baik digunakan dibanding jenis bahan bakar lainnya. Kata kunci : Premium, Pertamax, Daya, Torsi, Konsumsi Bahan Bakar