Temukan koleksi jurnal penelitian ilmiah mahasiswa UKIP
<div> ABSTRAK Toko Oleh-oleh Toraja merupakan jenis usaha yang bergerak dalam bidang jual beli oleh-oleh khas Toraja berupa cendera mata. Penjualan oleh-oleh khas toraja belum menggunakan media online sehingga konsumen agak kesulitan untuk mendapatkan informasi ketersediaan oleh- oleh. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem informasi penjualan oleh-oleh kas Toraja pada toko oleh-oleh toraja berbasis web dengan menggunakan metode Pareto ABC. Rancangan sistem terdiri dari lima puluh dua (52) modul form dan menghasilkan Sembilan belas (19) output yaitu yaitu nota penjualan online, nota penjualan offline, laporan rekap penjualan produk, lapoan penjualan rekap online, laporan rekap penjualan offline, laporan semua produksi produk, laporan produksi baju kaos, laporan produksi dress, laporan produksi sarung, laporan pembelian semua produk, laporan pembelian produk kalung, laporan pembelian produk gelang, laporan pembelian produk miniature tongkonan, laporan pembelian produk topi, laporan pembelian produk lainnya, laporan stok produk, laporan penjualan produk paling laris, laporan penjualan produk laris, dan laporan produk kurang laris. Hasil pengujian sistem menggunakan metode black-box testing terhadap lima puluh (52) modul, didapatkan bahwa hasil pengujian semua modul adalah sesuai dengan yang diharapkan <br><br> Kata Kunci: Pareto ABC, Web, Black-box Testing </div>
<div> Abstrak Turbin pelton adalah jenis turbin air implus yang memanfaatkan energi potensial air sebagai sumber listrik. Energi potensial yang terkandung dalam air dihasilkan dari air yang jatuh tinggi atau sebagai akibat dari pembuangan air yang mengalir dari sungai. Potensi kebutuhan air dengan head tinggi dan debit kecil menjadikan turbin Pelton pilihan yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh diameter nozzle terhadap kinerja turbin pelton. Setelah menganalisis data dari hasil yang diperoleh pada setiap variasi diameter yang telah diuji, kemudian buatlah grafik dengan menggunakan rata-rata Head sehingga dapat dilihat pengaruh Head terhadap Turbin Pelton. Prosedur pengujian yang dilakukan pada penelitian turbin pelton dengan mengatur variasi diameter nozzle. 1.Memeriksa instalasi turbin pelton,2.Mengisi air kedalam drum air hingga terisi berkisar 3 4 ⁄ volume drum,3.Tutup rumah turbin.Sambungkan cok listrik pada tubrin pelton ke sumber listrik,4.Nyalakan inverter frekuensi dan juga lampu pada setiap sambungan yang terpasang Saat runner turbin sudah berputar, lihat data beban, kecepatan alir, kuat arus, tengan, tekanan suction, tekanan discharger yang tertera kemudian dicatat data tersebut,5.Melihat kecepatan putaran generator dengan menggunakan tachometer digital yag dihubungkan pada poros generator, kemudian dicatat kecepatan putaran tersebut,6.Melihat daya output , lalu dilihat lampu yang menyala pada saat pengujian, kemudian dicatat data tersebut,7.Ulangi langkah 1-4 dengan mengatur diameter menggunakan inverter frekuensi sebesar 8,3 m (44hz) dan (8,1hz) untuk mendapatkan data selanjutnya,8.Mengolah data penelitian yang didapatkan, 9.Mengalisa data penelitian untuk mengetahui hubungan antara variable yang telah di tentukan, 10.Menarik kesimpulan data penelitian untuk mengetahui hubungan antara hubungan varieable yang telah dientukan, 11. Dari pengujian ini didapatkan variasi diameter nozzle 19mm mendapatkan tekanan suction sebesar 1,97 Psi dan 1,95 Psi sedangkan tekanan discharge sebesar 14,28 Psi dan 14,22 Psi, Variasi diameter nozzle 23mm mendapatkan tekanan suction sebesar 2,30 Psi dan 2,30 Psi sedangkan tekanan discharge sebesar 14,36 Psi dan 14,35 Psi, Variasi diameter nozzle 25mm mendapatkan tekanan suction sebesar 2,43 Psi dan 2,40 Psi sedangkan tekanan discharge sebesar 14,43 Psi dan 14,46 Psi, Variasi diameter nozzle 28mm mendapatkan tekanan suction sebesar 2,79 Psi dan 2,42 Psi sedangkan tekanan discharge sebesar 14,50 Psi dan 14,55 Psi. Kata Kunci: Turbin Pelton, Diameter Nozzle, Head. </div>
<div> Abstrak: Motor DC sering digunakan di berbagai industri. Kecepatan motor DC biasa mengalami stabil akibat gangguan baik dari luar maupun parameter yang diubah dari fabrikasinya sehingga perlu melalukan rancangan pengendali. Pengendalian dan monitoring kecepatan putar motor DC dalam sebuah sistem proses sangat penting perannya dalam implementasi di industri. Pengendali putaran motor DC dengan metode Proporsional merupakan sebuah sistem yang memanfaatkan pengendalian Proporsional untuk melakukan pengendalian terhadap kecepatan motor DC, agar dapat mempertahankan kecepatan yang diinginkan apabila diberi beban. Pada penelitian ini dilakukan perancangan pengendali kecepatan motor DC terkendali jangkar dengan metode pengendali Proporsional (𝐾𝑃) agar putaran motor DC terkendali jangkar tetap konstan ketika terbebani. Dari hasil perancangan dan simulasi dengan Matlab untuk fungsi alih sistem tanpa pengendali diperoleh sistem stabil dengan waktu 3,3 detik dan tidak ada overshoot yang terjadi, untuk fungsi alih sistem dengan pengendali proporsional untuk Kp = 25 diperoleh sistem stabil dengan waktu 1,8 detik dan tidak ada overshoot yang terjadi, untuk fungsi alih sistem dengan pengendali proporsional untuk Kp = 50 diperoleh sistem stabil dengan waktu 1,4 detik dan tidak ada overshoot yang terjadi, untuk fungsi alih sistem dengan pengendali proporsional untuk Kp = 75 diperoleh sistem stabil dengan waktu 1,5 detik dan tidak ada overshoot yang terjadi, untuk fungsi alih sistem dengan pengendali proporsional untuk Kp = 100 diperoleh sistem stabil dengan waktu 1,3 detik dan tidak ada overshoot yang terjadi serta untuk fungsi alih sistem dengan pengendali proporsional untuk Kp = 125 diperoleh sistem stabil dengan waktu 2,2 detik dan tidak ada overshoot yang terjadi. Kata-kata Kunci: Motor DC terkendali jangkar, pengendali Proporsional, fungsi alih </div>
<div> Abstrak: Pembangkit energi listrik umumnya berbahan bakar fosil yang persediaannya semakin menipis di alam, untuk itu digunakan energi baru terbarukan seperti energi matahari, angin dan sebagainya. Kemajuan teknologi yang semakin pesat dalam bidang pembangkit listrik, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya, membuat kemudahan dalam berbagai bidang khususnya sektor pertanian jagung. Tujuan penelitian ini adalah pemanfaatan sinar matahari melalui PLTS untuk mesin pemipil jagung, Penelitian menggunakan metode experiment, meliputi analisa kebutuhan, merancang, merakit dan ujicoba. Penulis merancang dengan membuat kerangka untuk menempatkan semua komponen-komponen PLTS untuk disatukan dikerangka, kerangka alat memiliki tinggi tiang 2 m, lebar tempat panel surya 69 cm panjang 112 cm, dudukan panel box dengan lebar 50 cm tinggi 60 cm, panjang mesin pemipil 46 cm lebar 27 cm tinggi 60 cm. Panel surya dibutuhkan 2 buah masing masing 100 Wp dengan total kapasitas 200 Wp, 1 buah baterai/aki dengan total kapasitas 100 Ah, Solar Charger Controller (SCC) berkapasitas 30 A dan 1 buah motor AC dengan kapasitas 220 Volt 150 Watt. Pengukuran tegangan motor AC rata-rata 217,4 Volt dan arus rata-rata 0,62 Ampere. Hasil penelitian berhasil dibuat dan berfungsi dengan baik menghasilkan biji jagung terpipil merata, membutuhkan durasi waktu pemipilan selama 1 jam dengan hasil pipilan 100 kg. Kata Kunci : PLTS, motor AC, Pemipil Jagung. </div>
<div> Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi arus listrik terhadap sifat mekanik hasil pengelasan uphill pada baja karbon. Proses pengelasan uphill sering digunakan untuk aplikasi dengan posisi vertikal yang memerlukan kontrol parameter pengelasan yang tepat guna menghasilkan sambungan las berkualitas tinggi. Metode penelitian ini adalah baja ST 47 dengan variasi kuat arus 70 A ampere, 80 ampere, dan 90 ampere yang digunakan dalam penelitian ini. Pengujian meliputi kekuatan tarik dan kekerasan, pada logam las dan daerah/yang terkena panas (Heat Affected Zone/HAZ). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variasi arus terhadap kekuatan tarik pada baja ST 47 yang mengalami pengelasan SMAW yaitu pada nilai kekuatan tarik maksimum dengan nilai tertinggi terjadi pada spesimen arus 90 A dengan nilai 41,08 kgf/mm2 dan nilai kekuatan tarik maksimum terendah terjadi pada spesimen arus 70 A dengan nilai 36,1 kgf/mm2. Pada variasi arus terhadap kekerasan pada baja ST 47 yang mengalami pengelasan SMAW yaitu nilai pada daerah las tertinggi terjadi pada arus 70 A dengan nilai 107 RHN dan nilai kekerasan terendah terjadi pada spesimen arus 90 A dengan nilai 105,5 RHN. Pada nilai kekerasan HAZ dengan nilai tertinggi terjadi pada spesimen arus 70 A dengan nilai 104,09 RHN dan untuk nilai terendah pada HAZ terjadi pada spesimen arus 90 A dengan nilai 100,01 RHN. Kata kunci: Pengelasan Uphill, Baja Karbon ST 47, Variasi Arus, Kekuatan Tarik Dan Kekuatan Kekerasan. </div>
<div> Abstrak Penyaluran energi listrik oleh PT PLN (Persero) harus memenuhi standar kualitas dan efisiensi guna menjaga keandalan layanan kepada pelanggan. Salah satu tantangan utama dalam jaringan distribusi tegangan rendah (JTR) adalah terjadinya jatuh tegangan pada ujung jaringan. Kondisi ini menyebabkan turunnya kualitas layanan dan meningkatnya keluhan pelanggan, khususnya pada Gardu AL016 di ULP Alas Sumbawa dengan tegangan ujung kurang dari 207 V. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya perbaikan tegangan ujung melalui dua metode utama, yaitu pengaturan ulang tap pada transformator distribusi dan pemasangan sistem grounding pada ujung jaringan. Data diperoleh dari pengukuran di lapangan sebelum dan sesudah perbaikan, serta melalui Aplikasi Manajemen Gardu (AMG) milik PT PLN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan ulang tap trafo dari posisi 3 ke posisi 4 berhasil meningkatkan tegangan fasa-netral dari rata-rata 214,33 V menjadi 224,67 V. Selanjutnya, pemasangan grounding pada ujung JTR dapat meningkatkan tegangan mencapai 231,33 V. Tegangan di ujung jaringan yang di bawah 207 V meningkat menjadi rata-rata 216,33 V, dan secara keseluruhan menghasilkan kenaikan tegangan rata-rata sebesar 7,37%. Kedua metode ini terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas tegangan dan efisiensi distribusi. Kata Kunci: Grounding, Tap Trafo, Tegangan Jatuh, Tegangan Ujung </div>
<div> Abstrak: Penggunaan energi terbarukan merupakan solusi dalam menjawab tantangan krisis energi yang terjadi. Salah satu energi terbarukan yang ada yaitu dengan memanfaatkan energi matahari yang melimpa. Kemajuan teknologi yang semakin pesat dalam bidang pembangkit listrik, seperti pembangkit listrik tenaga surya, membuat kemudahan dalam berbagai bidang khususnya sektor usaha menengah seperti bengkel. Penelitian dengan judul “Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Untuk Kompresor Angin dan Alat Pemanas Pada Pres Ban”. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Library research dengan cara membaca buku yang berkaitan dengan penelitian serta mengutip pendapat para ahli dari buku- buku bacaan. Perancangan sistem pembangkit listrik tenaga surya untuk kompresor angin dan alat pemanas pres ban telah berfungsi dengan baik, dengan menggunakan panel surya 2 x 100 Wp, SCC 30 A, Aki 12 volt 100 AH dan inverter 1200 watt. Instalasi peralatan pembangkit listrik tenaga surya untuk kompresor angin dan alat pemanas pres ban telah dirangkai dan berhasil dengan baik. Pengujian kompresor membutuhkan arus rata-rata 0,76 A dan Tegangan 220 V dengan waktu 3 menit sedangkan untuk pres ban arus yang digunakan rata-rata 0,31 dan tegangan 220 V dengan waktu 5 menit. Besarnya tegangan dan arus yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh intensitas sinar matahari dan juga posisi panel. Kata Kunci: Panel Surya, Kompresor, Press Ban </div>
<div> ABSTRAK Restoran BONETA merupakan restoran di Makassar yang menghadapi tantangan dalam sistem pemesanan manual, terutama terkait efisiensi pelayanan. Dengan berkembangnya teknologi, restoran ini berencana untuk beralih dari menu fisik ke menu digital berbasis QR Code. Teknologi QR Code memungkinkan konsumen mengakses menu secara mudah dan cepat melalui perangkat seluler mereka. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem Digital QR Menu menggunakan teknologi MERN Stack, yang terdiri dari MongoDB, Express, React, dan Node.js, guna meningkatkan kemudahan akses informasi dan pengalaman konsumen di Restoran BONETA. Sistem ini diuji menggunakan metode black box untuk memastikan fungsionalitasnya, dan hasil pengujian menunjukkan bahwa 15 halaman penting dalam sistem, seperti login, pembayaran, laporan pesanan, dan halaman operasional restoran, berjalan sesuai spesifikasi. Dengan demikian, sistem ini berhasil memberikan solusi digital yang efisien, interaktif, dan mudah digunakan, serta siap diimplementasikan untuk meningkatkan pelayanan dan kenyamanan konsumen di Restoran BONETA. Kata Kunci: Restoran, QR Code, Digital Menu, MERN Stack, Akses Informasi, Black Box </div>
<div> Abstrak Pengukuran level air merupakan aspek krusial dalam manajemen sistem reservoir, namun keakuratannya sering dibatasi oleh sensor yang memerlukan kontak fisik dengan cairan, penelitian ini berfokus pada perancangan dan pengujian sistem deteksi level air otomatis di reservoir menggunakan sensor Omron 61F-G1-AP Water Level Control (WLC), proses pengujian melibatkan pemantauan laju aliran air dengan meteran air mekanis tipe AMBN, hasil percobaan selama tiga hari menunjukkan bahwa pengisian reservoir dengan sistem WLC mencapai volume rata-rata 2,1 m³ dalam waktu rata-rata 2.400 detik, sebaliknya, pengisian manual tanpa WLC mencapai volume 2,4 m³ dalam waktu rata-rata 2.888 detik, perbedaan signifikan dalam waktu pengisian diamati, menghasilkan perbedaan laju aliran (Q) antara sistem dengan WLC dan tanpa WLC sebesar 4,3 x 10−2 m³/detik. Kata Kunci: debit, meteran, tandon, waktu,WLC </div>