Temukan koleksi jurnal penelitian ilmiah mahasiswa UKIP
<div> Abstrak: Motor DC sering digunakan di berbagai industri. Kecepatan motor DC biasa mengalami stabil akibat gangguan baik dari luar maupun parameter yang diubah dari fabrikasinya sehingga perlu melalukan rancangan pengendali. Pengendalian dan monitoring kecepatan putar motor DC dalam sebuah sistem proses sangat penting perannya dalam implementasi di industri. Pengendali putaran motor DC dengan metode Proporsional merupakan sebuah sistem yang memanfaatkan pengendalian Proporsional untuk melakukan pengendalian terhadap kecepatan motor DC, agar dapat mempertahankan kecepatan yang diinginkan apabila diberi beban. Pada penelitian ini dilakukan perancangan pengendali kecepatan motor DC terkendali jangkar dengan metode pengendali Proporsional (đžđ) agar putaran motor DC terkendali jangkar tetap konstan ketika terbebani. Dari hasil perancangan dan simulasi dengan Matlab untuk fungsi alih sistem tanpa pengendali diperoleh sistem stabil dengan waktu 3,3 detik dan tidak ada overshoot yang terjadi, untuk fungsi alih sistem dengan pengendali proporsional untuk Kp = 25 diperoleh sistem stabil dengan waktu 1,8 detik dan tidak ada overshoot yang terjadi, untuk fungsi alih sistem dengan pengendali proporsional untuk Kp = 50 diperoleh sistem stabil dengan waktu 1,4 detik dan tidak ada overshoot yang terjadi, untuk fungsi alih sistem dengan pengendali proporsional untuk Kp = 75 diperoleh sistem stabil dengan waktu 1,5 detik dan tidak ada overshoot yang terjadi, untuk fungsi alih sistem dengan pengendali proporsional untuk Kp = 100 diperoleh sistem stabil dengan waktu 1,3 detik dan tidak ada overshoot yang terjadi serta untuk fungsi alih sistem dengan pengendali proporsional untuk Kp = 125 diperoleh sistem stabil dengan waktu 2,2 detik dan tidak ada overshoot yang terjadi. Kata-kata Kunci: Motor DC terkendali jangkar, pengendali Proporsional, fungsi alih </div>
<div> Abstrak Simulasi diawali dengan membangun model sistem nyata dimana model tersebut menunjukkan bagaimana beberapa komponen dalam sistem saling berinteraksi sehingga benar-benar menggambarkan perilaku sistem. Rangkaian RL, RC dan RLC adalah rangkaian yang dihubungkan secara seri. Tujuan dari penelitian ini yaitu menerapkan transformasi Laplace dalam menyelesaikan permasalahan rangkaian RL, RC dan RLC seri dengan analisis matematik dan dibandingkan dengan program Matlab. Metode penyelesaian yang digunakan adalah metode transformasi laplace dimana persaman diferensial dari domain waktu (t) diubah kedalam domain frekunesi (s) lalu menyelesaikan perhitungan aljabar menggunakan invers transformasi laplace untuk mendapatkan penyelesaian secara langsung dari persamaan differensial rangkaian listrik tersebut dan hasilnya dibandingkan dengan menggunakan program Matlab. Dari hasil penelitian ini diperoleh hasil penyelesaian untuk rangkaian RL seri diperoleh secara analisis dengan transformasi Laplace hasilnya sama dengan program Matlab yaitu i(t) = 0,04 â 0,04eâ18,52t A, untuk rangkaian RC seri diperoleh secara analisis dengan transformasi Laplace hasilnya sama dengan program Matlab yaitu i(t) = 0,04eâ1,67t A, dan untuk rangkaian RLC seri diperoleh secara analisis dengan transformasi Laplace maupun dengan program Matlab hasilnya sama yaitu i(t) = 0,05eâ1,85t â 0,05eâ16,67t A. Kata Kunci: hukum Kirchoff II, Matlab, persamaan differensial, Rangkaian RLC seri, transformasi Laplace </div>
<div> ABSTRACT <br>Bincir air undershot adalah jenis kincir air tertua, kincir air vertikal dengan poros horizontal yang berputar dengan dorongan air yang terus menerus mengalir di bawah kincir pada sudu. Pembuatannya relatif sederhana dan murah, telah banyak digunakan kincir air undershot dapat digunakan untuk irigasi, sebagai pompa distribusi air, pembangkit listrik, penghasil energi murah, pengolahan hasil pertanian, meningkatkan produktivitas pertanian dan dapat digunakan sebagai objek wisata . Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kincir air untuk kebutuhan irigasi di wilayah Patongloan. Penelitian ini dilakukan dengan pengujian undershot pada kebutuhan irigasi, dengan diperoleh kinerja kincir air dengan kecepatan aliran maksimum 3,47 m/s, luas penampang saluran maksimum 0,17 m2. dan debit maksimum 0,5833 m3/s. Daya air maksimum sebesar 1659,52 watt, gaya fluida yang mengenai sudu sebesar 331,55 N dan torsi sebesar 629,94 Nm serta daya maksimum turbin sebesar 1232,97 watt dan efisiensi sebesar 74,296%. Kincir air ini dapat menghasilkan volume air maksimal 0,0182 m3 dalam waktu 2 menit atau setara dengan 18,2 liter dalam waktu 2 menit. </div>
<div> AbstractâThe performance comparison of Crossflow turbines is greatly influenced by the position of the nozzle in the conversion of water energy into mechanical energy that occurs through the blades, runners, and shafts of Crossflow turbines. The study aims to directly examine the visualization of water fluid dynamics across the turbine runner blade and enhance the performance of the Crossflow turbine by varying the nozzle position. This study intends to investigate the impact of water flow dynamics and emission on the performance of Crossflow turbines with a combined horizontal-vertical nozzle position, specifically focusing on the magnitude of the number of turbine blades driven and the size of the runner blade area. The objective of investigating nozzle position variations in Crossflow turbines is to determine the specific nozzle position at which the turbine blade may efficiently extract maximum energy from the water flow, hence optimizing turbine performance. The research method using models made using CAD software is AutoCAD by exporting to IGES or IGS format to be compatible with ANSYS. The simulation of this research is with post-processing. There are three, namely making animations, making contours, and taking data to compare cross-turbine performance using variations in nozzle position. Crossflow turbine performance with horizontal nozzle position torque and turbine power is lower, and there is an increase in a vertical position. Then, the horizontal and vertical nozzle position is very good because the nozzle is more effective with maximum turbine performance, namely 13.811-watt turbine power 1,099 turbine torque at 120 rpm. KeywordsâCrossflow turbine; turbine performance; nozzle position variation; ANSYS simulation. </div>
<div> Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi manajemen penilaian kinerja dosen, sejauh mana kinerja dosen dalam peningkatan kualitas akademik perguruan tinggi, dan sejauh mana mutu akademik yang dihasilkan dari kinerja dosen Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian case study research (studi kasus) dan bersifat deskriptif melalui data primer dan data sekunder menggunakan sepuluh informan di prodi teknika PIP Makassar. Hasil penelitian menyatakan bahwa manajemen penilaian kinerja dosen memiliki tiga tugas utama yaitu pendidikan, penelitian dan PKM. Berkembangnya perguruan tinggi sangat ditentukan dari kualitas sumber daya manusia yang dimilikinya. Kinerja dosen memainkan peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas akademik perguruan tinggi sebagai pilar utama dalam proses pendidikan dan pengajaran, serta berperan dalam penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Tahapan kinerja dosen (kemampuan merancang pembelajaran/RPS, penguasaan mata kuliah, metode). Tahapan mutu Pendidikan (Proses, infrastructural, media pembelajaran, aktivitas dalam pembelajaran). Publikasi penelitian dan PKM dosen teknika rutin dalam melakukan penelitian dan publikasi, dimana publikasi penelitian dosen untuk berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan dan mendukung pertumbuhan pengetahuan dalam bidang studi. Kesimpulan bahwa seorang dosen dituntut untuk berkinerja secara optimal sehingga menciptakan hasil produktivitas yang profesional dan bermutu tinggi terhadap kinerja dosen yang di lihat dari output yaitu lulusan yang berkualitas, kesuksesan alumni mencerminkan kualitas pendidikan yang diterima dosen. Sebagai rekomendasi agar dosen meningkatkan reputasi akademik institusi dan membantu memperkuat kontribusi ilmiah dalam publikasi. Kata Kunci: Evaluasi; Kinerja Dosen; Mutu Dosen; Teknika PIP; Tri Darma PT </div>
<div> ABSTRAK Skripsi ini bertujua untuk merancang atau rancang bangun alat penetas telur full otomatis berbasis rack roller yang diharapkan mempunyai presentase kebehasilan daya tetas yaitu diatas 90%. Pada proses penetasan telur ayam kampung dari segi alat tetas tradisional, semi otomatis, dan otomatiss, yang masih menggunakan pemutaran telur secara manual. Dalam hal ini tujuan untuk menginovasi dan mendesain alat penetas telur dalam pemutaran telur secara full otomatis berbasis rack roller, dimana sistem pemutaran telur dapat berputar secara halus untuk mengurangi resiko dalam kegagalan daya tetas telur. Suhu ideal untuk menetaskan telur ayam kampung adalah sebesar 37°C-39°C dan kelembapan yang dibutuhkan adalah 55%-60% (RH) yang dikendalikan secara otomatis oleh Thermohigrometer XH W300. Sistem pemutaran telur 180° pada rack roller setiap 3 jam sekali secara otomatis menggunakan pewaktu DH48S-S dengan penggerak motor mini AC. Kata Kunci: Inkubator, Rack Roller, Full Otomatis </div>
<div> ABSTRAK Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital guru SMP dengan memperkenalkan keterampilan praktis dalam teknologi pendidikan dan penggunaan alat berbasis kecerdasan buatan (AI) di kelas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan secara tatap muka (luring) dalam bentuk workshop berbasis praktik langsung dengan pendekatan lesson study (Plan-Do-See). Mitra kegiatan adalah Pemerintah Kecamatan Tamalate dan beberapa sekolah menengah pertama di Kota Makassar pada tanggal 16 Juli 2025 di aula kantor Kecamatan Tamalate, Makassar, yang diikuti oleh sekitar 25 guru perwakilan sekolah. Para peserta menggunakan perangkat pribadi untuk praktik langsung. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan guru setelah pelatihan. Sebelum kegiatan, hanya 28% peserta mampu membuat Google Form, meningkat menjadi 76% setelah pelatihan. Kemampuan mengelola Google Classroom naik dari 16% menjadi 72%, penggunaan Google Sheets dari 12% menjadi 68%, serta kolaborasi melalui Google Docs dari 20% menjadi 70%. Hasil pelatihan menunjukkan antusiasme tinggi, dengan kemampuan peserta dalam mengoperasikan Google Forms, Google Classroom, dan Google Spreadsheet secara efektif. Banyak peserta menyatakan minat besar untuk menerapkan alat AI dalam pembuatan konten dan peningkatan interaksi pembelajaran. Umpan balik umumnya positif, meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan waktu dalam mengeksplorasi AI secara mendalam, permasalahan akses internet, serta perbedaan tingkat kemampuan digital peserta. Pelatihan ini berhasil meningkatkan literasi digital guru sesuai tujuan kegiatan, ditunjukkan oleh peningkatan keterampilan pada Google Forms, Classroom, Sheets, dan Docs. Peserta juga antusias memanfaatkan AI untuk mendukung pembelajaran, sehingga program ini efektif membekali guru dengan kemampuan praktis sekaligus menumbuhkan kesiapan menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21. </div>
<div> Abstrak : Pandemi COVID-19 telah menyebabkan terganggunya sistem pendidikan dengan penutupan sekolah, dan siswa terpaksa belajar online dari rumah. Di Indonesia, bahkan sebelum pandemi, pendidikan sudah menjadi tantangan di daerah terpencil dan pedesaan di mana jaringan komunikasi sering tidak merata. Ketika pandemi COVID-19 melanda, banyak anak-anak di daerah terpencil yang tidak belajar selama berminggu-minggu karena tidak adanya internet di rumah atau harus berjalan berjam-jam untuk mendapatkan koneksi yang lebih baik untuk mengirim pekerjaan rumah mereka. UNICEF memperkirakan terdapat hampir 60 juta siswa di Indonesia terkena dampak ketika sekolah ditutup pada awal Maret. Meskipun hampir 47 juta rumah tangga atau 66 persen penduduk Indonesia memiliki akses ke internet, UNICEF mencatat bahwa pembelajaran online merupakan hal baru bagi banyak siswa dan guru. Untuk menjawab tantangan tersebut, sebuah proyek berbasis masyarakat dengan menggunakan teknologi sistem relay MIMO (Multi Input Multi Output) telah dilaksanakan di SDN 129 Lea Tana Toraja untuk membangun koneksi internet untuk sekolah-sekolah di daerah 3T dengan penerima manfaat adalah guru dan siswa. <br><br>Kata Kunci : MIMO relay system, COVID-19, Tana Toraja, education, remote areas </div>
<div> Abstract Mentuyo (suicide) committed by millennial children in Tana Toraja Regency during the Covid 19 pandemic became a shocking social event. These millennial children have committed suicide massively since the beginning of the pandemic in 2020. Until this research was conducted in July 2021, 25 Toraja millennials had committed Mentuyo by hanging themselves. Mentuyo is the act of an individual who intentionally and consciously commits suicide by hanging himself or hanging himself (mentuyology). Mentuyo's actions are increasingly worrying because they are almost evenly distributed in all sub-districts in Tana Toraja Regency, giving speculation that mentuyo has a chain transmission effect. This concern is very reasonable because the Mentuyo events spread very quickly in the timeline. Posts in the form of photos of the perpetrators that the alleged suicide motives and the methods used were uploaded on various social media platforms such as Facebook, Instagram, Twitter, and WhatsApp groups. The purpose of this study is to find out the factors that cause Mentuyo for millennial Toraja children and social mitigation measures taken by the government, religious leaders, and traditional leaders (aluk todolo) to reduce the number of Mentuyo. This study was designed in a descriptive qualitative manner using a phenomenological approach. Data collection techniques used are observation and direct observation (participant observation), in-depth interviews (in-depth interviews), and secondary data analysis (secondary data analysis). The technique used in selecting key informants is a purposive sampling technique, namely selecting informants who are the closest people to the Mentuyo perpetrator, namely parents, friends and ex-lover. Other vital informants are traditional leaders, religious leaders, journalists, and local government representatives The results of the study found that Toraja millennial children did Mentuyo due to several factors. The first factor, they do Mentuyo due to feeling bored with life, unable to withstand the illness they are suffering from, moodiness, feeling jealous, and disappointed because their love relationship is not going smoothly. The second factor, Mentuyo for the Toraja people, is not a disgrace or a sin. The body of the Mentuyo perpetrator is treated the same as death in general. According to the teachings of aluk todolo, the status of death due to Mentuyo, due to illness or accident, is the same. It's just a different way of dying. Mentuyo's actions are strongly influenced by the cultural values and traditional beliefs of the Toraja people about death. For the Toraja people, "death is luck" - has ended all suffering - as well as the beginning of a new life (life afterlife). Death is life itself. The Toraja tribe views death as a process of transferring or transferring the spirit (soul) to another world. Another finding from this study is that a strong synergy between the social and cultural environment is needed to mitigate the suicidal desire of millennial children. The active role of the government, traditional leaders, and religious leaders in socializing and educating about the negative impact of mentuyo are very much needed. Education on how to smartly use social media is also very much needed. It is urgent to appeal or even a prohibition not to make posts, upload pictures or report excessively about suicides. This effort is believed to be able to reduce the suicide rate among millennial Toraja children <br><br> Kata Kunci: Mentuyo (suicide), Pandemic Covid-19, Toraja Culture, Aluk Todolo </div>