Temukan koleksi jurnal penelitian ilmiah mahasiswa UKIP
Pada pekerjaan pengecoran balok dan pelat pada lantai 8 proyek pembangunan Gedung Education Center FISIP UNHAS menggunakan beton ready mix yang diproduksi di batching plant dengan tipe dry mixed yang kemudian didistribusikan ke lokasi proyek menggunakan truck mixer Hino Ranger FM 260 JM kapasitas 7 m3. Proses pengecoran menggunakan alat concrete pump dengan model IHI IPF100B 6N29 kapasitas 10-100 m3. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektifitas peralatan yang digunakan. Dari hasil analisa yang dilakukan dapat diketahui bahwa komposisi peralatan yang digunakan mengalami kehilangan produksi khususnya pada truck mixer sehingga terjadi idle time pada alat tersebut, maka dari itu dilakukan koreksi dan dari hasil perhitungan yang dilakukan maka diusulkan untuk mengurangi 3 unit truck mixer yang sebelumnya ada 11 unit yang digunakan. Pengurangan truck mixer dilakukan untuk mengurangi idle time pada peralatan tersebut sehingga alat bisa bekerja lebih efisien. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa komposisi peralatan yang digunakan mengalami kehilangan produksi khususnya pada truck mixer. Setelah dikoreksi maka diusulkan komposisi peralatan yang efektif dengan mengurangi penggunaan truck mixer sehingga dapat mengurangi waktu tunggu (idle time) untuk pemompaan sehingga kinerja alat bisa bekerja lebih optimal. Kata kunci: Peralatan beton ready mix, Produktivitas, Sinkronisasi
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan Abu Cangkang Kemiri terhadap nilai kepadatan kering maksimum dan kadar air optimum pada tanah lempung. Abu Cangkang Kemiri sebagai bahan stabilisasi kepadatan tanah lempung yang dilakukan dengan pengujian standar proctor. Metode penelitian yang digunakan yaitu pengujian Batas – batas Atterberg, pengujian Kadar Air, pengujian Berat Jenis, pengujian Gradasi Burtiran (analisa saringan dan hydrometer), dan pengujian Kompaksi. Dari pengujian Karekteristik menunjukan bahwa tanah termasuk golongan tanah lempung dan pengujian Kompaksi pada titik 1 dan titik 2 dengan variasi campuran 0%, 5%, 7%, 9% mengalami peningkatan pada kadar air optimum dan kepadatan kering maksimum. Pada pengujian kompaksi dilakukan 5 sampel dengan nilai kadar air optimum pada titik 1 variasi 0% yaitu 22,855% terus meningkat pada variasi tertinggi 9 % yaitu 25,388 dan pada titik 2 variasi 0% yaitu 21,880% terus meningkat pada variasi 9% yaitu 24,217% sedangkan nilai kepadatan kering maksimum pada titik 1 variasi 0% yaitu 0,992 terus meningkat pada variasi tertinggi 9% yaitu 1,058 dan pada titik 2 variasi 0% yaitu 0,957 juga terus meningkat pada variasi tertinggi 9% yaitu 1,047. Abu Cangkang Kemiri meningkatkan nilai kadar air optimum dan nilai kepadatan kering maksimum sehingga dapat digunakan untuk menstabilkan tanah. Kata kunci: Tanah Lempung, Pemadatan, Cangkang Kemiri
Pengamatan ini dilakukan guna memperoleh data keunggulan produktivitas tenaga kerja dan produktiviktas tenaga kerja (SNI). Sumber daya manusia terhadap kinerja pelaksanaan proyek dan untuk memperoleh faktor untuk menetapkan kualitas sumber daya manusia tersebut. Pengumpulan data primer berupa data yang diambil dilapangan adalah data jumlah tukang dan produksi tukang setiap hari. Tukang yang diambil datanya hanya 4 orang. Data sekunder di peroleh dari gambar rencana pekerjaan pembesian untuk membandingkan produkviktas tenaga kerja lapangan dan produkviktas tenaga kerja (SNI). Hasil penelitian menyatakan produkviktas lapangan meningkat sebesar 3% dibanding SNI yang telah dilakukan pada Proyek Pembangunan Trans Studio Mall Makassar dapat diambil kesimpulan bahwa produktivitas tenaga kerja pada pekerjaan pembesian kolom lebih produktif. Kata kunci: SNI, Proyek Pengembangan Trans Studio Mall Makassar, Produktivitas.
Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan batu Sungai Siwi dalam campuran Stone Matrix Asphalt (SMA) Kasar. Metodologi dalam penelitian ini adalah metode Marshall Konvensional dan Marshall Immersion yang menghasilkan nilai karakteristik dari batu Sungai Siwi, filler, stabilitas, flow, VIM, VMA, SMS (Stabilitas Marshall Sisa), serta kadar aspal optimum (KAO). Setelah melakukan perhitungan kadar aspal, maka dipergunakan kadar aspal 6,00%, 6,25%, 6,50%, 6,75%, 7,00%. Hasil pengujian diperoleh angka agregat kasar : 72 %, agregat halus : 12,50%, filler : 8,50% dan SMS : 95,10% dengan penggunaan KAO 7,00%. Kata kunci: Stone Matrix Ashpalt, Marshall, SMS, KAO
Terjadinya masalah keterlambatan pada proyek pembangunan konstruksi seringkali timbul ketidaksesuaian antara rencana yang telah dibuat dengan kenyataan yang sebenarnya, sehingga dampak yang sering terjadi adalah masalah keterlambatan waktu pelaksanaan proyek. Proyek pembangunan Gedung Apartemen 31 Sudirman Suites yang berlokasi dikota Makassar, Sulawesi Selatan, ini dikerjakan mulai tanggal 24 Maret 2020 dan rencana penyelesaian kontrak Juli 2021 dengan schedule awal selama 16 bulan. Pada proses pelaksanaan pekerjaan struktur telah terjadi keterlambatan proyek (project time schedule delay) kurang lebih 10 bulan lamanya terhitung dari bulan juli 2020 hingga april 2021, dimana kondisi akhir pada tahap peninjauan dari data kurva-S diketahui kemajuan yang direncanakan (planned progress) sebesar 82,695 % sedangkan kemajuan sebenarnya (actual progress) sebesar 47,449 % sehingga terjadi keterlambatan proyek sebesar 35,246%, yaitu selesih antara time schedule aktual/realisasi, dan rencana awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab keterlambatan pelaksanaan proyek pembangunan Gedung Apartemen 31 Sudirman Suites Makassar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara menyebarkan kuesioner ke instansi yang berkaitan sebanyak 20 responden. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji validasi dan reabilitas, Relative Rank Index (RRI). Dari hasil penelitian bahwa faktor dominan yang menyebabkan keterlambatan pelaksanaan proyek pembangunan Gedung Apartemen 31 Sudirman Suites adalah Kejadian tak terduga (force majeure), seperti pandemi virus corona (COVID 19) dengan nilai RRI sebesar 0,892. Kata Kunci: Keterlambatan, Relative Rank Index, Analisis Time Schedule
Penggunaan bahan lokal untuk material penyusun jalan perlu belum dioptimalkan, terutama di sekitar wilayah Karawa, sehingga saat ini material penyusun jalan masih menggunakan material dari daerah lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik batu Sungai Karawa, karakteristik aspal, berat jenis filler dan untuk mendapatkan komposisi campuran, serta karakteristik campuran melalui uji marshall konvensional dan uji marshall immersion digunakan untuk mengetahui stabilitas sisa marshall menggunakan kadar aspal optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karateristik material perkerasan berupa batu sungai dari Sungai Karawa di Kabupaten Pinrang sebagai agregat campuran lapis antara memenuhi persyaratan untuk material lapisan perkerasan jalan. Karakteristik campuran lapisan antara dengan kadar aspal 5,0%, 5,5 %, 6,0 %, 6,5 %, dan 7,0 % ditentukan dengan menggunakan uji marshall. Stabilitas marshall yang tersisa sebesar 97,47 % memenuhi standar Bina Marga tahun 2018, yaitu minimal 90 %, melalui hasil uji marshall immersion untuk lapisan antara campuran aspal dengan kadar aspal optimum 6,0 %. Kata kunci: Karakteristik agregat, Sungai Karawa, Marshall konvensional, Marshall immersion
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik bahan, komposisi campuran AC-WC, pemanfaatan campuran AC-WC, dan mengetahui nilai IKS dari batu Sungai Leoran Desa Pinang. Pengujian karakteristik agregat, aspal, dan filler kemudian merancang LASTON AC-WC dilanjutkan dengan pengujian Marshall konvensional dan pengujian Marshall Immersion adalah metode yang digunakan. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa material dari Sungai Leoran memenuhi standar spesifikasi dalam pekerjaan perkerasan jalan. Komposisi yang digunakan untuk campuran AC WC adalah 36,75%, agregat halus 50%, filler 5,75%, dengan KAO sebesar 7,50%. Indeks Kekuatan Sisa sebesar 96,57% dengan KAO sebesar 7,50% dari hasil penelitian memenuhi standar spesifikasi, yaitu memperoleh nilai Indeks Kekuatan Sisa sebesar 96,57% dengan KAO sebesar 7,50%. Kata kunci: Pengujian agregat, Campuran Lapisan Beton Aspal, Pengujian Marshall
Terdapat masalah yang sering dialami pada bendung seperti masalah gangguan angkutan sedimen, gangguan penyadapan aliran, masalah tergerus hingga hancurnya bangunan. Pintu pengambilan pada Bendung Paku hanya mampu melayani 100 ha, jadi diperlukan perencanaan ulang pintu pengambilan untuk memenuhi kebutuhan areal irigasi seluas 466 ha. Untuk mengurangi sedimen yang masuk ke saluran irigasi direncanakan kantong lumpur. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung dimensi pada pintu pengambilan (intake) dan kantong lumpur. Spesifikasi yang digunakan pada penelitian ini ialah Standar Perencanaan Irigasi KP-01 dan KP-02. Dalam penelitian ini didapatkan hasil lebar bukaan pintu pengambilan (intake) sebesar 1,000 m dan tinggi 1,670 m. Untuk kantong lumpur dengan waktu pembilasan selama 7 hari mampu menampung sedimen sebanyak 254 m3 dengan dimensi lebar dasar 4,000 m, panjang 86 m, kedalaman aliran 0,700. Tampungan sedimen kedalaman 0,660 m dan kedalaman hilir 0,820 m. Kata Kunci: Kantong Lumpur, Pintu Pengambilan, Sedimen
Dalam merencanakan suatu struktur cantilever rangka batang, dengan bentang panjang yang telah ditentukan, tentu akan dicari suatu model struktur rangka dengan profil yang mampu menahan beban yang diberikan. Hal ini dapat dilakukan dengan merencanakan model struktur rangka batang dengan model pratt truss. Tujuan utama tugas akhir ini adalah menghasilkan suatu desain struktur cantilever rangka batang dengan model pratt truss bentang panjang yang akan menjadi bagian dari suatu bangunan yang unik.Struktur cantilever rangka batang pratt truss bentang panjang tersebut dianalisa menggunakan program MDSolids v.4.1.0 untuk menghitung gaya-gaya dalam yang bekerja pada tiap komponen struktur rangka yang didesain, sedangkan program STAAD Pro Connect v.22 digunakan untuk menganalisa deformasi profil struktur cantilever hasil desain. Perencanaan struktur cantilever rangka batang ini dihitung dengan mengacu pada SNI 1727:2020 tentang beban desain minimum dan kriteria terkait untuk bangunan gedung maupun struktur lain, dan SNI 1729:2020 tentang spesifikasi untuk bangunan gedung baja struktural. Hasil perencanaan yang diperoleh adalah dimensi profil batang balok yang dibutuhkan. Struktur rangka batang pratt truss cocok digunakan sebagai struktur bentang panjang cantilever. Hal ini terlihat dari hasil perhitungan dengan menggunakan program komputer dimana model pratt truss memiliki deformasi/lendutan struktur yang terjadi tidak melebihi batas yang signifikan, dan hasil desain profil – profil yang digunakan aman dalam menerima beban, walaupun hasil analisis perhitungan terdapat elemen batang yang paling kritis dalam menahan beban gaya aksial tekan yaitu batang t1 dan b2. Sedangkan batang yang paling kritis dalam menahan beban gaya aksial tarik adalah batang d1 dan a1. Kata kunci : pratt truss, program, rangka baja, struktur cantilever