Temukan koleksi jurnal penelitian ilmiah mahasiswa UKIP
The rapid development of digital technology has significantly influenced business growth in Indonesia. Big Data and Artificial Intelligence (AI) have emerged as crucial tools in optimizing decision-making, improving operational efficiency, and enhancing business competitiveness. This study aims to conduct a Systematic Literature Review (SLR) to analyze the utilization of Big Data and AI in business development in Indonesia. The research identifies key benefits, challenges, and strategies for technology adoption. The findings highlight that Big Data enables businesses to extract valuable insights from vast datasets, while AI facilitates automation and predictive analytics to enhance marketing strategies, customer experience, and supply chain efficiency. However, several challenges hinder widespread adoption, including limited digital infrastructure, a shortage of skilled professionals, high investment costs, and regulatory concerns regarding data security and privacy. The study suggests that strengthening digital literacy, improving technological infrastructure, and fostering collaboration between government, academia, and industry are critical to accelerating the adoption of these technologies. By leveraging Big Data and AI effectively, businesses in Indonesia can enhance their competitive advantage and drive sustainable economic growth in the digital era. Keywords: Big Data, Artificial Intelligence, Business Development, Digital Transformation, Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Tunjangan Kinerja, Kompetensi Dan Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif data primer melalui penyebaran kuesioner terhadap 40 pegawai Humas dan Protokolan Sekretariat Daerah Kabupaten Manokwari. Untuk mengukur pengaruh langsung variabel Tunjangan Kinerja, Kompetensi dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai dengan bantuan alat analisis menggunakan SPSS v.25, dari hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Tunjangan kinerja (t hitung 2,499 > 2,030 dan nilai sig 0,016 < 0,05), Kompetensi (t hitung 3,637 > 2,030 dan nilai sig 0,001 < 0,05) dan Motivasi (t hitung 4,259 > 2,030 dan nilai sig 0,000 < 0,05) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai. Hasil penelitian pengaruh secara simultan variabel Tunjangan kinerja, Kompetensi dan Motivasi Kerja dengan F hitung (12,722 > 3,181) terhadap Kinerja Pegawai Humas dan Keprotokolan Sekertariat Daerah Kabupaten Manokwari. Kata kunci: Tunjangan Kinerja, kompetensi, motivasi, kinerja pegawai.
Transformasi digital telah menjadi kebutuhan mendesak bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam menghadapi dinamika bisnis era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana UMKM mengintegrasikan digital marketing dan layanan fintech dalam operasional bisnis mereka serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus eksploratif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi pada 10 pelaku UMKM di Kota Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi antara digital marketing dan fintech terjadi secara organik, melalui penggunaan media sosial untuk promosi dan platform pembayaran digital seperti e-wallet dan QRIS untuk transaksi. Tantangan utama yang dihadapi adalah rendahnya literasi digital, keterbatasan infrastruktur teknologi, dan kekhawatiran terhadap keamanan data. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi digital memberikan dampak positif terhadap efisiensi bisnis UMKM, namun memerlukan dukungan edukasi dan regulasi yang lebih kuat agar dapat diadopsi secara optimal. Kata kunci: UMKM, Digital Marketing, Fintech, Transformasi Digital.
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak dari sistem pengupahan berbasis satuan hasil, pengupahan berbasis satuan waktu, motivasi kerja, serta kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan di PT Erfa Karya Mandiri, sebuah perusahaan yang tergolong dalam kategori UMKM di Kota Bekasi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 60 karyawan, yang kemudian dianalisis menggunakan metode SEM-PLS. Temuan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa baik sistem pengupahan berbasis satuan hasil maupun berbasis satuan waktu memiliki dampak langsung yang signifikan terhadap kepuasan kerja. Di samping itu, motivasi kerja terbukti memberikan pengaruh positif terhadap kepuasan kerja, yang selanjutnya berkontribusi pada peningkatan kinerja karyawan. Namun, sistem pengupahan berbasis satuan hasil dan satuan waktu tidak berpengaruh secara langsung terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini menyarankan agar pengelolaan sistem pengupahan yang adil dan peningkatan motivasi kerja dapat menjadi faktor kunci untuk meningkatkan kepuasan kerja dan kinerja karyawan. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk menyesuaikan sistem pengupahan dengan karakteristik pekerjaan dan tujuan organisasi, serta memberikan perhatian khusus pada faktor motivasi guna mencapai kinerja yang optimal. Kata kunci: Pengupahan, Motivasi Kerja, Kepuasan Kerja, Kinerja Karyawan, UMKM
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran fungsi kompetensi dan independensi pegawai dalam meningkatkan kinerja Inspektorat Daerah Kabupaten Mamberamo Tengah. Inspektorat sebagai Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) memiliki peran penting dalam mengawasi pengelolaan keuangan dan pelaksanaan pembangunan daerah agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Namun, hasil assessment menunjukkan bahwa kapabilitas APIP di Kabupaten Mamberamo Tengah masih berada di bawah standar yang diharapkan, sehingga efektivitas pengawasan belum optimal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari 15 pegawai Inspektorat Daerah Kabupaten Mamberamo Tengah. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi dan independensi pegawai Inspektorat berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kinerja pengawasan internal. Faktor pendukung utama adalah pelatihan dan peningkatan keterampilan pegawai, sedangkan faktor penghambat mencakup kurangnya sumber daya manusia yang berkualifikasi serta keterbatasan anggaran operasional. Oleh karena itu, diperlukan strategi penguatan kompetensi dan independensi pegawai melalui pendidikan berkelanjutan serta penguatan regulasi yang mendukung transparansi dan akuntabilitas. Kata kunci: Kinerja Inspektorat, Kompetensi Pegawai, Independensi, Pengawasan Internal, Kabupaten Mamberamo Tengah
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin, motivasi, dan budaya kerja terhadap kinerja pegawai pada Sekretariat DPRD Kabupaten Pegunungan Arfak. Kinerja pegawai merupakan faktor kunci dalam efektivitas organisasi pemerintahan, yang dipengaruhi oleh berbagai aspek, termasuk kedisiplinan, dorongan kerja, dan lingkungan budaya dalam organisasi. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada pegawai Sekretariat DPRD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja, motivasi, dan budaya kerja memiliki hubungan yang signifikan terhadap peningkatan kinerja pegawai. Disiplin yang tinggi berkontribusi pada peningkatan produktivitas, sementara motivasi yang kuat dan budaya kerja yang positif memperkuat komitmen serta profesionalisme pegawai. Implikasi dari penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pengambil kebijakan dalam meningkatkan kinerja pegawai melalui penguatan aspek disiplin, pemberian motivasi yang efektif, serta pengembangan budaya kerja yang kondusif. Kata kunci: Disiplin kerja, motivasi, budaya kerja, kinerja pegawai, organisasi pemerintahan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Kepemimpinan, Kompetensi dan Motivasi terhadap Kinerja Aparatur Sipil Negara. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif data primer melalui penyebaran kuesioner terhadap 41 aparatur sipil negara Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Papua Barat. Untuk mengukur pengaruh langsung variabel Kepemimpinan, Kompetensi dan Motivasi terhadap Kinerja Aparatur Sipil Negara dengan bantuan alat analisis menggunakan SPSS v.25, dari hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Kepemimpinan (t hitung 2,695 > 2,030 dan nilai sig 0,000 < 0,05), Kompetensi (t hitung 5,724 > 2,030 dan nilai sig 0,001 < 0,05) dan Motivasi (t hitung 3,148 > 2,030 dan nilai sig 0,000 < 0,05) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Aparatur Sipil Negara. Hasil penelitian pengaruh secara simultan variabel Kepemimpinan, Kompetensi dan Motivasi dengan F hitung (14,194 > 3,181) terhadap Kinerja Aparatur Sipil Negara Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Papua Barat. Kata kunci: Kepemimpinan, Kompetensi, Motivasi, Kinerja aparatur sipil negara, Papua Barat
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja pegawai dan partisipasi masyarakat dalam pelayanan publik di Distrik Nabire Kota. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan jumlah pegawai, kurangnya pelatihan, serta minimnya inovasi dalam sistem pelayanan menghambat efektivitas layanan. Selain itu, rendahnya partisipasi masyarakat disebabkan oleh kurangnya kanal komunikasi yang efektif dan respons pemerintah terhadap keluhan publik. Implikasi dari temuan ini menekankan pentingnya pelatihan pegawai, optimalisasi digitalisasi layanan, serta peningkatan keterlibatan masyarakat dalam evaluasi pelayanan publik. Reformasi birokrasi berbasis transparansi dan akuntabilitas menjadi strategi utama untuk meningkatkan kualitas layanan. Penelitian ini memiliki keterbatasan dalam cakupan wilayah dan metode yang digunakan, sehingga penelitian lanjutan direkomendasikan untuk memperluas analisis dengan pendekatan kuantitatif dan kajian terhadap efektivitas inovasi digital dalam pelayanan publik. Kata kunci: Pelayanan publik, Kinerja pegawai, Partisipasi masyarakat, Reformasi birokrasi, Digitalisasi layanan.
Usaha Kecil dan Menengah (UKM) memegang peranan penting dalam pembangunan ekonomi, khususnya di pasar berkembang seperti Indonesia. Di Makassar, sektor kuliner telah menjadi salah satu penggerak utama kegiatan ekonomi, namun banyak UKM yang mengalami kendala dalam pengelolaan keuangan, khususnya dalam pengelolaan modal kerja dan likuiditas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak modal kerja dan likuiditas terhadap kinerja UKM kuliner di Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan mengumpulkan data dari 96 pemilik UKM melalui kuesioner terstruktur. Analisis ini menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) dengan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa likuiditas memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kinerja UKM, sedangkan modal kerja tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara statistik. Hal ini menunjukkan bahwa stabilitas keuangan, khususnya kemampuan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek, sangat penting bagi keberlanjutan UKM di industri kuliner. Namun, pengelolaan modal kerja yang efisien saja tidak menjamin keberhasilan bisnis, yang berarti bahwa faktor lain seperti efisiensi operasional dan strategi pasar mungkin memegang peranan yang lebih dominan. Hasil ini memberikan wawasan berharga bagi pemilik UKM, pembuat kebijakan, dan lembaga keuangan dalam merumuskan strategi untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan UKM. Penelitian di masa mendatang disarankan untuk mengeksplorasi variabel tambahan yang memengaruhi kinerja UKM, seperti literasi keuangan, transformasi digital, dan aksesibilitas pendanaan eksternal. Kata kunci: UKM, Modal Kerja, Likuiditas, Kinerja Bisnis, Industri Kuliner, Makassar