Repositori E-Journal

Temukan koleksi jurnal penelitian ilmiah mahasiswa UKIP

Aprinco Panca Putra Ha...
Jurnal

Analisa Pengaruh Arus Pengelasan Terhadap Kekuatan Sambungan Las Metode Lap Joint

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan tarik geser baja karbon terhadap metode pengelasan lap joint. Tingkat efisiensi sambungan ini tergolong rendah sehingga jarang sekali digunakan untuk pelaksanaan penyambungan konstruksi utama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode SMAW. Las SMAW adalah sebuah proses penyambungan logam yang menggunakan energi panas untuk mencairkan benda kerja dan elektroda. Energi panas pada proses pengelasan SMAW dihasilkan karena adanya lompatan ion listrik yang terjadi pada ujung elektroda dan permukaan material. Untuk mencapai tujuan penelitian ini, maka akan dilakukan pembuatan spesimen dengan objek baja karbon sedang, sesuai standar ASTM E 8M-01 yang nantinya akan di uji tarik. Pengujian tarik dilakukan untuk mengetahui besarnya kekuatan tarik dari spesimen yang di uji. Pengujian dilakukan dengan mesin uji “Universal Testing Machine”. Uji tarik yang menghasilkan nilai rata-rata tegangan terbesar yaitu sejumlah 49827 newton pada gaya geser maksimum pada plat yang diperoleh dari pengelasan dengan kekuatan arus 90 ampere. Sedangkan uji tarik yang menghasilkan nilai rata-rata terendah yaitu 29050 newton pada gaya geser maksimum pada lasan yang diperoleh dari pengelasan dengan kekuatan arus 70 ampere. Kata Kunci : uji tarik, Lap Joint, SMAW.

Rianto Manukallo, Agus...
Jurnal

Pengaruh Kondisi Operasional terhadap Efisiensi Konsumsi Bahan Bakar Pada Alat Berat Heavy Duty Komatsu Hd 465 pada PT Semen Bosowa Maros

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi operasional pada alat berat Heavy Duty Komatsu HD 465 dan menganalisis faktor-faktor kondisi operasional yang memiliki pengaruh signifikan terhadap efisiensi konsumsi bahan bakar pada alat berat Heavy Duty Komatsu HD 465. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2024 – Juli 2024 di PT. Semen Bosowa Maros. Industri semen merupakan industri strategis yang dibutuhkan untuk pembangunan fisik berupa sarana dan prasana infrastruktur yang kebutuhannya semakin meningkat sejalan dengan meningkatnya kegiatan ekonomi masyarakat dan pembangunan nasional. Memiliki manfaat efisiensi bahan bakar yaitu: penghematan biaya, lebih ramah lingkungan, dan kinerja peralatan yang baik. Heavy Duty Truck adalah satu jenis alat berat yang dapat melakukan pengangkutan berat material seperti batu bara dan lapisan penutup hasil pertambangan. Alat ini memiliki daya mesin sebanyak 879 kW ( 1,178 HP) dan memiliki kapasitas muatan sebanyak 55 Ton serta mampu mengangkut material secara efisien, dan hemat biaya. Jumlah silinder pada mesin ada 6 buah dan menggunakan bahan bakar Bio Solar Heavy Duty Truck merupakan produk komatsu yang mempunyai jenis dan fungsipada HD 465, Komatsu HD465-7 memiliki kapasitas mesin sekitar 23.150 cc (23,15 liter). Kondisi lingkungan kerja adalah faktor penting yang mempengaruhi kinerja, keselamatan, dan kesejahteraan pekerja di industri contohnya: kondisi jalan berbatuan,dan kerikil, suhu dan iklim, faktor lingkungan. Kata Kunci: Definisi Semen, Efisiensi Bahan Bakar, Dump Truck, Kondisi Jalan Tambang

Registo Anugra Donnall...
Jurnal

Pengaruh Temperatur Preheating terhadap Dissimilar Material Hasil Pengelasan Titik terhadap Kekuatan dan Kekerasan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi temperatur preheating terhadap sifat mekanis hasil pengelasan titik (spot welding) pada material mild steel dan stainless steel. Fokus penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana variasi temperatur preheating mempengaruhi kekuatan tarik dan kekerasan hasil las, yang sangat penting dalam aplikasi industri. Dalam penelitian ini, digunakan variasi temperatur preheating sebesar 100 °C, 120 °C, dan tanpa preheating. Penelitian ini dilaksanakan mulai pada bulan Mei 2024 – Juli 2024 di Laboratium Metalurgi Fisik Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Kristen Indonesia Paulus, Workshop welding Politeknik Akademi Teknik Industri Makassar (ATIM), dan Balai Latihan Kerja (BLK) Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preheating pada temperatur 100 °C secara signifikan meningkatkan kekuatan tarik dan kekerasan hasil las dibandingkan dengan preheating pada 120 °C atau tanpa preheating. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa preheating pada temperatur yang lebih rendah 100 °C memberikan hasil yang lebih baik dalam meningkatkan sifat mekanis hasil las, sementara preheating pada temperatur yang lebih tinggi 120 °C cenderung menurunkan kualitas sambungan. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk penggunaan temperatur preheating yang optimal dan membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut mengenai variasi temperatur lainnya serta faktor-faktor lain yang mempengaruhi kualitas pengelasan. Kata Kunci: Preheating, Pengelasan Titik, Sifat Mekanis, Kekuatan Tarik, Kekerasan

Nor Muhammad Sahid, Co...
Jurnal

PENGUJIAN KINERJA MESIN BENSIN DENGAN SISTEM PENGAPIAN CDI YANG MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR PREMIUM RON 88 DAN PERTAMAX RON 92

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui prestasi mesin bensin dengan sistem pengapian CDI yang mengunakan bahan bakar Premium RON 88 dan pertamax RON 92, untuk mengetahui prestasi mesin bensin maka dilakukan perhitungan daya efektif, pemakaian bahan bakar, pemekaian bahan bakar spesifik, laju aliran massa sebenarnya, laju aliran massa teoritis, perbandingan udara bahan bakar, efisiensi volumetris, efisiensi thermal, dan juga penelitian dilakukn tiga variasi putaran mesin. Dari hasil pengujian, dapat dilihat nilai torsi, daya dan konsumsi bahan bakar untuk efisiensi yang paling baik digunakan yaitu bahan bakar pertamax RON 92. Daya efektif maksimum (BHP) yang dihasilkan oleh mesin bensin dengan sistem pengapian CDI yang menggunakan bahan bakar premium RON 88 untuk putaran 2500 rpm, nilainya sebesar 2,564 kW, kemudian torsi yang dihasilkan nilainya sebesar 9,8 Nm, dan konsumsi bahan bakar nilainya sebesar 0,836 kg/h, jika dibandingkan dengan mesin bensin yang menggunakan bahan bakar pertamax RON 92 terjadi peningkatan nilai BHP sebesar 2,616 dan juga terjadi peningkatan nilai torsi sebesar 10 Nm kemudian terjadi penurunan konsumsi bahan bakar sebesar 0,0047 kg/h. Dengan demikian daya dan torsi yang dihasilkan oleh mesin bensin dengan bahan bakar pertamax RON 92 lebih besar dibanding yang menggunakan bahan bakar premium RON 88 kemudian terjadi penurunan konsumsi bahan bakar pada mesin bensin dengan bahan bakar pertamax RON 92 dinamding dengan mesin bensin dengan bahan bakar premium RON 88, sehingga bahan bakar pertamax RON 92 lebih baik digunakan dibanding jenis bahan bakar lainnya. Kata kunci : Premium, Pertamax, Daya, Torsi, Konsumsi Bahan Bakar

Lexel Alwanto Ranteman...
Jurnal

Analisis Kekuatan Tarik dan Kekuatan Tumbukan pada Sambungan Las SMAW pada Material Baja St 57 dengan Variasi Temperatur Pemanasan Awal

Pengelasan merupakan teknik penyambungan logam yang banyak digunakan dalam industri, terutama karena sifatnya yang kuat dan ekonomis. Namun, proses pengelasan dapat menyebabkan perubahan struktur mikro yang mempengaruhi sifat fisik dan mekanik logam, seperti kekuatan tarik dan ketangguhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan tarik dan kekuatan tumbukan baja ST 57 yang mengalami pengelasan SMAW akibat pengaruh variasi temperatur pemanasan awal pada temperatur 250 °C, 300 °C, dan 350 °C. Material yang digunakan adalah baja ST 57 dengan ketebalan 4 mm, menggunakan elektroda NIKKO Steel E6013 dengan diameter 2,0 mm dan arus pengelasan konstan sebesar 100 A. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi temperatur pemanasan awal terhadap kekuatan tarik pada baja ST 57 yang mengalami pengelasan SMAW yaitu pada nilai kekuatan tarik maksimum dengan nilai tertinggi terjadi pada spesimen spesimen normal dengan nilai 57,36 kgf/ mm2 dan nilai kekuatan tarik maksimum terendah terjadi pada spesimen dengan perlakuan panas 300 oC dengan nilai 36,15 kgf/mm2. Pada nilai elastisitas tertinggi terjadi pada spesimen 250 oC dengan nilai 537,59 kgf/mm2 dan nilai elastisitas terendah terjadi pada spesimen normal dengan nilai 225,96 kgf. Pada variasi temperatur pemanasan awal terhadap kekuatan tumbukan (impact) pada baja ST 57 yang mengalami pengelasan SMAW yaitu dengan nilai harga impact tertinggi terjadi pada spesimen normal dengan nilai 0,68 Joule/mm2 dan nilai harga impact terendah terjadi pada spesimen ke empat dengan nilai 0,49 Joule/mm2.. Kata kunci: Pengelasan SMAW, Baja ST 57, Kekuatan Tarik, Kekuatan Tumbukan

Analisa Sifat Mekanik...
Jurnal

Yudika bandaso, Corvis L. Rantererung, Agustina Kasa

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi media pendingin baja St 31 kekuatan tarik dan kekuatan impak hasil Las SMAW. Pada penelitian ini dilakukan dua pengujian yaitu pengujian tarik dan pengujian impak dengan variasi media pendingin air dan oli dengan waktu pendinginan 1 jam dan 2 jam. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa media pendingin oli pada sambungan las SMAW memiliki nilai kekuatan tarik tertinggi pada pelat baja St 31 dengan ketebalan plat 5 mm menggunakan arus 80A dan Elektroda E6013 memiliki nilai kekuatan tarik sebesar 31,91 kgf/mm2 , sedangkan pada pengujian impak dapat disimpulkan bahwa sambungan las SMAW yang memiliki nilai kekuatan impak tertinggi pada plat baja St 31 terdapat pada media pendingin oli pendinginan 1 jam dengan nilai kekuatan impak sebesar U = 25,92 Joule dan HI= 1,29 Joule/mm2. Tahapan dalam penelitian ini adalah pemotongan plat, pembuatan kampuh, pengelasan, pendinginan. Penelitian ini menggunakan posisi pengelasan mendatar (1G) dan menggunakan jenis elektroda E6013. Kata Kunci : SMAW, Baja ST 31, Media Pendingin, Pengujian Tarik dan Impak.

Analisa Maintenance Di...
Jurnal

Kiraldi Nandito Arung Putra, Salma Salu, Agustina Kasa

PT Win Wahana Cipta Marga adalah perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi infrastruktur, dimana alat berat seperti dump truck berperan penting dalam operasionalnya. Penelitian ini mengkaji penerapan Reliability Centered Maintenance (RCM) dalam menganalisis mode kegagalan pada sistem Differential. Dengan menggunakan RCM information worksheet untuk analisis Failure mode dan efek analisis, ditemukan 5 mode kegagalan pada sub sistem final gear dan 8 mode kegagalan pada komponen pendukung differential. Berdasarkan RCM decision worksheet, strategi pemeliharaan yang ditentukan meliputi tugas pemeliharaan terjadwal untuk mencegah kegagalan pada sub sistem final gear, dimana 3 dari 5 mode kegagalan dapat dicegah dengan scheduled discard task dan 2 mode kegagalan dengan scheduled on condition task. Pada komponen pendukung differential, 8 mode kegagalan dapat dicegah dengan kombinasi tugas terjadwal dan run to failure maintenance, dengan lima mode kegagalan dicegah melalui scheduled discard task. Penelitian ini memberikan panduan komprehensif dalam menentukan tugas pemeliharaan yang tepat guna meningkatkan keandalan dan keselamatan operasional sistem differential. Kata Kunci: Perawatan , Dump Truck, Gardan, Relibiality Centered Mintenance

Jefrianto Pasa, Musa B...
Jurnal

Pemeliharaan Mesin Heavy Duty Dump Truck Komatsu HD 465 Pada PT Semen Bosowa Maros

PT Semen Bosowa Maros adalah perusahaan yang bergerak dalam industri semen, di mana alat berat seperti dump truck dan excavator memiliki peran penting dalam operasional penambangan. Dump truck Komatsu HD 465 digunakan untuk mengangkut material berat seperti batu gamping yang dibutuhkan dalam proses produksi semen. Dalam operasionalnya, dump truck ini memerlukan pemeliharaan yang baik untuk memastikan kinerja yang optimal dan mencegah kerusakan yang dapat menyebabkan downtime atau penurunan produktivitas.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi pemeliharaan mesin dump truck Komatsu HD 465 di PT Semen Bosowa Maros serta mengidentifikasi masalah-masalah yang sering terjadi selama proses pemeliharaan. Metodologi yang digunakan meliputi pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara dengan teknisi pemeliharaan, dan analisis laporan pemeliharaan rutin.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeliharaan yang diterapkan saat ini telah mencakup aspek-aspek penting seperti inspeksi rutin, penggantian komponen, pelumasan, dan pembersihan. Namun, masih terdapat beberapa masalah, seperti kerusakan yang sering terjadi pada sistem transmisi dan undercarriage, yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Dengan penerapan strategi pemeliharaan yang lebih preventif dan korektif, efisiensi operasional dapat ditingkatkan dan biaya pemeliharaan dapat diminimalkan.Penelitian ini memberikan referensi bagi PT Semen Bosowa Maros untuk meningkatkan efisiensi operasional melalui pemeliharaan yang lebih terstruktur dan terencana, serta menyarankan penggunaan teknologi prediktif dalam pemantauan kondisi mesin untuk mencegah kerusakan yang tidak terduga. Kata kunci: Pemeliharaan, Dump Truck Komatsu HD 465, Efisiensi

Wendi Parrang, Musa B....
Jurnal

Pengaruh Perlakuan Perendaman Asap Cair Terhadap Defleksi Balok Batang Nangka (Artocorpus Heteropyllus) Dengan Tumpuan Sederhana

Penggunaan kayu yang tepat sebagai bahan bangunan harus ditekankan agar struktur tahan lama dan tidak membahayakan orang yang membangunnya dan mereka yang akan menggunakannya. Perhitungan defleksi material diperlukan saat mengidentifikasi bahan bangunan yang tepat. Tujuan perhitungan fleksibilitas adalah untuk menghitung kekuatan material guna menentukan batas aman material saat menerima beban. Sangat penting untuk merekayasa material menggunakan komponen ramah lingkungan untuk meningkatkan kekuatan kayu. Para peneliti menggunakan asap cair kelas C dari tempurung kelapa. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana material kayu nangka mengalami defleksi sebelum dan sesudah direndam. Metode perendaman dingin digunakan untuk merendam asap cair selama 4 hari, 8 hari, dan 12 hari. Penggunaan asap cair dalam konsentrasi 100 persen atau tanpa pencampuran. Setelah perendaman selesai, permukaan harus dikeringkan dengan udara. Selanjutnya, spesimen dibentuk untuk pengujian tarik sesuai dengan ASTM D638 Tipe-1, dan dimensi uji defleksi sesuai dengan kapasitas peralatan uji, yaitu panjang 600 mm, lebar 25 mm, dan tebal 6 mm. Menurut hasil penelitian, kayu yang tidak direndam dan kayu yang direndam dengan asap cair kelas C menghasilkan hasil yang berbeda. Kekuatan tarik kayu nangka yang tidak direndam memiliki kekuatan tarik 61,29 MPa, sedangkan kayu nangka yang direndam selama empat hari memiliki kekuatan tarik 82,80 MPa. Uji defleksi pada spesimen kontrol adalah 8,59 mm, sedangkan defleksi pada spesimen setelah 4 hari perendaman adalah 4,764 mm dengan gaya yang sama sebesar 7,5 N. Kata kunci: Artocorpus Heteropyllus, Perendaman Dingin, Asap Cair, Uji Tarik, dan Defleksi.