Temukan koleksi jurnal penelitian ilmiah mahasiswa UKIP
Beton normal adalah suatu beton yang dengan nilai kuat tekan 15-40 MPa.penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui workability dari beton segar dengan penambahan sandblasting 10% dan variasi limbah gypsum 0%, 2%, 4%, 6% pada campuran beton. Sampel dengan bentuk silinder dengan dimensi 15cm x 30cm total 12 buah, serta balok dengan dimensi 15cm x 15cm x 60cm total 3 buah. Pada proses tes kuat tekan diperoleh angka 26,020, 24,027, 23,469 dan 21,161 Mpa. Pengujian kuat tarik belah sebesar 2,712, 2,098, 1,745, dan 1,462 Mpa. Pengujian 4,119, 3,793, 3,585, dan 3,230 MPa. Pengujian modulus elastisitas sebesar 22384, 20497, 20025, dan 19132 MPa. Hasil tersebut menunjukan bahwa limbah gypsum tidak dapat digunakan sebagai bahan campuran mutu beton. Kata kunci: Beton normal, gypsum, kuat tekan, sandblasting, Workability.
Beton mutu tinggi adalah jenis beton yang telah diberi perlakuan khusus, jika tidak ditambahkan bahan khusus maka tidak selalu dapat diperoleh dengan bahan konvensional.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui komposisi substitusi sandblasting yang paling baik dalam menghasilkan beton yang bermutu tinggi. Metode yang digunakan dalam perancangan campuran adalah metode SNI, dengan mutu beton rancangan sebesar 42 MPa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk pengujian kuat tekan beton pada umur 28 hari didapatkan nilai tertinggi pada variasi sandblasting 10% yaitu 49,163 MPa, kuat tarik belah beton variasi sandblasting 10% yaitu 4,789. MPa, kuat lentur beton variasi sandblasting 10% sebesar 6,399 MPa dan modulus elastisitas beton variasi sandblasting 10% sebesar 22531,964 MPa. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa penggunaan sandblasting sebagai pengganti agregat halus menunjukkan adanya peningkatan nilai variasi sandblasting 10% untuk uji kuat tekan, uji kuat tarik belah, kuat lentur dan uji modulus elastisitas beton. Kata kunci: Sandblasting, kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas.
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui karakteristik campuran laston AC-WC dengan penambahan abu rak telur sebagai bahan substitusi filler semen dalam campuran laston AC-WC. Metode dalam penelitian ini adalah melakukan serangkaian pengujian yaitu pengujian karakteristik abu rak telur dimana karakteristik abu rak telur yang dimaksud yaitu pemeriksaan berat jenis abu rak telur. Kemudian merancang komposisi campuran laston AC-WC serta pengujian Marshall untuk mendapatkan karakteristik campuran laston AC-WC dengan penambahan abu rak telur sebagai bahan substitusi filler semen, dengan komposisi kadar abu rak telur 0%, 25%, 75%, dan 100% dengan menggunkan Spesifikasi Umum Bina Marga tahun 2018. Pada kadar abu rak telur 0% dan 25% nilai stabilitas, flow VIM, VMA, VFB memenuhi spesifikasi. Pada kadar abu 50% Stabilitas, flow, VIM, VFB memenuhi spesifikasi, sementara VMA tidak memenuhi. Pada kadar abu 75% dan 100% nilai stabilitas, VIM, VFB memenuhi spesifikasi, sedangkan flow dan VMA tidak memenuhi. Karakteristik campuran Laston AC-WC dengan substitusi filler abu rak telur dengan semen hanya pada kadar abu 25% yang memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga tahun 2018. Kata kunci: Substitusi Filler, Laston AC-WC, Abu rak telur
Sungai Tetean yaitu Sungai terletak di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Dalam penelitian ini salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas campuran AC-BC agar masa umur pelayanan tetap stabil dengan memanfaatkan styrofoam sebagai bahan tambah dalam campuran beraspal. Styrofoam adalah gabus putih atau jenis busa yang sering ditemui disekitar berupa gabus penyangga barang elektronik memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena dapat didaur-ulang,murah dan praktis. Styrofoam memiliki sifat fleksibel, sulit terurai, tahan terhadap asam basa dan garam. Kadar styrofoam yang digunakan 0%,2%,4%,6%, dan 8%, dari berat aspal. Dengan tujuan untuk memahami karakteristik campuran AC BC menggunakan bahan tambah limbah Styrofoam, untuk memperoleh nilai stabilitas marshall sisa campuran AC-BC dan untuk mengetahui pengaruh Styrofoam pada campuran AC-BC. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian campuran AC-BC menggunakan metode Marshall (SNI 06-2489-1991). Dari pengujian karakteristik campuran AC-BC dengan bahan tambah Styrofoam 0% - 8%, menggunakan pengujian Marshall Konvensional telah memenuhi standar spesifikasi umum bina marga 2018 dan nilai stabilitas Marshall sisa yang didapatkan menggunakan pemeriksaan Marshall Immersion yaitu 96,48%. Kata kunci: Karakteristik , Styrofoam, AC-BC, Pengujian Marshall
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik campuran dengan penambahan limbah Styrofoam pada campuran AC-WC. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian Marshall. Dari hasil pengujian pada campuran AC-WC dengan penambahan limbah Styrofoam metode marshall konvensional diperoleh karakteristik campuran dengan nilai stabilitas, flow, VIM, VMA dan VFB yang telah memenuhi syarat dalam standar Bina Marga 2018. Limbah Styrofoam sangat mempengaruhi nilai stabilitas, flow, VIM, VMA, dan VFB. Penggunaan kadar limbah Styrofoam yang banyak membuat rongga dalam campuran menjadi kecil sehingga campuran bisa lebih tahan terhadap air, tetapi kekuatan campuran menurun dikarenakan semakin bertambah kadar limbah Styrofoam sehingga membuat rongga dalam campuran banyak yang terisi oleh butiran limbah Styrofoam yang telah larut dan tercampur dengan aspal yang mengakibatkan aspal tidak efektif dalam mengikat agregat sehingga kekuatan campuran menjadi berkurang. Kata Kunci: Karakteristik campuran, AC-WC, Limbah Styrofoam
Beton merupakan bahan yang paling banyak digunakan sebagai bahan utama dalam konstruksi.Semakin berkembangnya waktu maka kebutuhan manusia juga semakin meningkat maka pada penelitian ini memanfaatkan limbah serbuk kayu kedalam adukan beton dengan nilai kuat tekan beton normal yaitu 20 Mpa dengan menggunakan agregat dari Sungai Jeneberang. Pada penelitian ini menggunakan limbah serbuk kayu untuk dimanfaatkan pada beton dengan variasi 0%, 3%, 6% dan 9% dengan tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana pengaruh limbah serbuk kayu kedalam adukan beton dengan variasi yang telah ditentukan. Cara pelaksanaannya menggunakan metode SNI dengan cara membuat benda uji berupa silinder dan balok di Laboratorium Universitas Kristen Indonesia Paulus. Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh bahwa pengaruh limbah serbuk kayu yang dicampurkan ke dalam adukan beton menunjukan nilai kuat tekan, kuat tarik dan kuat lentur beton mengalami peningkatan sebesar 3% kemudian menurun pada variasi sebesar 6% dan 9% akan tetapi pada penambahahn 3% nilai kuat tekan, kuat tarik dan kuat lentur beton semakin menurun dibanding beton normal. Kata kunci: Agregat, Limbah, Tekan, Tarik, Lentur.
Pada kenyataannya kebanyakan konstruksi lapisan perkerasan jalan mengalami kerusakan yang diakibatkan oleh genangan air hujan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui durabilitas campuran Stone Matrix Asphalt Kasar yang menggunakan limbah gypsum sebagai substitusi filler. Hasil Penelitian, melalui uji perendaman marshall dengan proporsi limbah gypsum sebagai substitusi filler semen, yaitu 25% : 75% dengan kadar aspal 6% dan variasi waktu perendaman, yaitu 12 jam, 24 jam, 36 jam, 48 jam, dan 60 jam. Hasil pengujian campuran Stone Matrix Asphalt Kasar mendapatkan durabilitas antara 97,99% - 92,31%. Nilai durabilitas relatif menurun seiring dengan bertambahnya waktu perendaman, karena banyaknya rongga atau pori-pori campuran yang terisi oleh air sehingga campuran mudah mengalami kerusakan. Kata kunci: Durabilitas, Stone Matrix Asphalt, Marshall
Salah satu karakteristik dari campuran beton aspal adalah durabilitas ketahanan terhadap perubahan cuaca sehingga dalam Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai stabilitas, flow dan pengaruh lama perendaman terhadap durabilitas campuran AC-BC dengan menggunakan variasi waktu dengan memanfaatkan agregat Limbah Beton berdasarkan pengujian Laboratorium. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Marshall dengan spesifikasi bina marga 2018, untuk mengetahui kekuatan campuran setelah dilakukuan perendaman. Dari hasil penelitian yang dilakukan melalui uji perendaman marshall dengan durasi perendaman 0,50 jam, 12 jam, 24 jam, 36 jam, 48 jam, dan 60 jam. Hasil pengujian perendaman marshall didapatkan nilai stabilitas antara 1053,36 Kg – 1304,73 Kg, flow antara 2,58 mm – 3,00 mm, dan didapatkan durasi perendaman yang mempengaruhi durabilitas dimana semakin lama waktu durasi perendaman makan nilai stabilitas semakin kecil serta nilai flow semakin besar. Kata kunci :Limbah, Durabilitas, AC-BC, Perendaman, Marshall.
Sistem rantai pasok adalah hubungan antara pihak-pihak dari struktur vertikal sampai struktur horizontal dalam sistem suatu proyek yang dilaksanakan. Dalam sistem rantai pasok kemungkinan dapat terjadi ketidakpastian yang menimbulkan risiko. Manajemen risiko proyek konstruksi perlu diterapkan dalam sistem rantai pasok untuk mengetahui kerberhasilan dan tujuan pengadaan proyek. Dengan demikian tujuan dari peneltian ini adalah untuk mengetahui risiko yang terjadi dalam sistem rantai pasok pada proyek upgrade trans studio mall Makassar. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan langsung di lapangan, wawancara dan menyebarkan kuesioner untuk diisi oleh pihak pada proyek tersebut sesuai dengan pengalaman kerja masing-masing. Responden berjumlah 13 orang. Analisis data untuk penelitian ini menggunakan metode skala likert dengan menggunakan rumus severity indeks (SI). Hasil dari penelitian ini setelah mengumpulkan data maka dapat disimpulkan bahwa terdapat 22 faktor risiko yang teridentifikasi. Risiko tersebut terjadi dengan berbagai jenis risiko yang ditimbulkan, yaitu 2 risiko yang dikategorikan tinggi, 19 risiko yang dikategorikan sedang dan 1 risiko yang dikategorikan rendah. Kata Kunci: Sistem rantai pasok, risiko, Trans Studio Makassar.