Temukan koleksi jurnal penelitian ilmiah mahasiswa UKIP
<div> The basic chemical industry in Indonesia, especially in Cilegon, Banten, continues to confront significant challenges in addressing the environmental consequences of its resource-intensive production processes. Green Accounting and Material Flow Cost Accounting (MFCA) have gained recognition as complementary strategies that can enhance environmental performance by improving the transparency of environmental cost disclosures and promoting more efficient material management. This study investigates the impact of Green Accounting and MFCA on environmental performance in basic chemical companies operating in Cilegon, Banten, over the period from 2022 to 2024. Adopting a quantitative methodology and utilizing secondary data, the research analyzes the annual and sustainability reports of six publicly listed basic chemical companies on the Indonesia Stock Exchange (IDX), resulting in firm-year observations spanning 2022 to 2024. The government’s PROPER rating serves as a proxy for environmental performance, while Green Accounting and MFCA are measured using indices based on disclosures: (i) environmental cost disclosures (Green Accounting), (ii) MFCA cost-related disclosures, and (iii) MFCA physical/output-related disclosures. Multiple linear regression with robust standard errors is employed to assess the hypothesized relationships. The findings reveal that Green Accounting and MFCA cost-related disclosures are positively correlated with environmental performance, whereas MFCA physical/output-related disclosures do not exhibit a statistically significant effect. These results imply that enhancing transparency in environmental cost reporting and focusing on cost-oriented MFCA practices are more strongly associated with improved environmental performance than MFCA disclosures related to production output. This study contributes to the literature on sustainability accounting by offering firm-level insights from an environmentally sensitive industrial cluster and provides practical guidance for managers and regulators to foster better disclosure practices and material-efficiency governance in the basic chemical industry<br><br> Keywords: Green Accounting; Material Flow Cost Accounting (MFCA); PROPER; Environmental Performance; Basic Chemical Industry </div>
<div> Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada perusahaan manufaktur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research terhadap 85 responden yang dipilih menggunakan rumus Slovin dan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja serta disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Secara simultan, kedua variabel menjelaskan 47,3% variasi kinerja karyawan. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan K3 dan disiplin kerja yang konsisten menjadi faktor penting dalam peningkatan kinerja karyawan. <br><br>Kata kunci: Keselamatan dan Kesehatan Kerja, disiplin kerja, kinerja karyawan, manajemen sumber daya manusia </div>
<div> Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kecamatan Tamalate Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian explanatory research untuk menjelaskan hubungan antarvariabel yang diteliti. Populasi penelitian terdiri dari seluruh pegawai Kantor Kecamatan Tamalate yang berjumlah 30 orang, sehingga teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampel jenuh (census). Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan analisis regresi untuk menguji pengaruh parsial maupun simultan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial motivasi kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Sebaliknya, kepuasan kerja terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Namun demikian, secara simultan motivasi kerja dan kepuasan kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Temuan ini menunjukkan bahwa kepuasan kerja menjadi faktor yang lebih dominan dalam meningkatkan kinerja pegawai, sementara motivasi kerja tetap memiliki peran penting ketika dipertimbangkan secara bersama dengan kepuasan kerja. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa peningkatan kinerja pegawai di sektor publik perlu didukung oleh kebijakan organisasi yang mampu meningkatkan kepuasan kerja pegawai melalui lingkungan kerja yang kondusif, sistem penghargaan yang adil, serta hubungan kerja yang harmonis. .<br><br> Kata kunci: motivasi kerja, kepuasan kerja, kinerja pegawai, sektor publik, manajemen sumber daya manusia. </div>
<div> Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pengelolaan anggaran serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya pada Sekretariat DPRD Kabupaten Teluk Bintuni. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap lima informan kunci yang terlibat langsung dalam pengelolaan anggaran. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan anggaran secara umum telah berjalan cukup efektif, ditandai dengan kesesuaian antara perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, dan pelaporan sesuai regulasi serta didukung oleh implementasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Namun, efektivitas tersebut masih menghadapi beberapa kendala, antara lain keterbatasan kompetensi dan jumlah sumber daya manusia, kendala teknis sistem informasi, keterlambatan administrasi dokumen, serta dinamika perubahan jadwal kegiatan DPRD. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kapasitas SDM, optimalisasi pemanfaatan sistem informasi, penguatan koordinasi antarbagian, serta perbaikan proses perencanaan anggaran untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan anggaran di lingkungan Sekretariat DPRD. . <br><br>Kata kunci: efektivitas, pengelolaan anggaran, keuangan daerah, DPRD, SIPD. </div>
<div> Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penerapan Sistem Informasi Pemerintah Daerah Republik Indonesia (SIPD RI) dalam pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Tambrauw. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap aparatur pengelola keuangan daerah. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SIPD RI telah berjalan dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan struktur, standardisasi, dan digitalisasi pengelolaan keuangan. Namun, efektivitasnya belum optimal akibat keterbatasan infrastruktur jaringan, rendahnya kompetensi sumber daya manusia, lemahnya integrasi antar-organisasi perangkat daerah, serta proses adaptasi pengguna terhadap sistem yang masih berlangsung. Temuan ini menegaskan adanya kesenjangan antara desain normatif sistem dan realitas implementasi di daerah dengan keterbatasan geografis dan teknologi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas SDM, peningkatan infrastruktur teknologi informasi, serta optimalisasi koordinasi lintas perangkat daerah sebagai prasyarat peningkatan efektivitas SIPD RI dalam mendukung tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan efisien.. . <br><br>Kata kunci: efektivitas, SIPD RI, pengelolaan keuangan daerah, digitalisasi pemerintahan, kapasitas sumber daya manusia. </div>
<div> Penelitian ini bertujuan merumuskan model optimalisasi pajak daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Yahukimo. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif fenomenologis melalui wawancara mendalam terhadap enam informan kunci dari internal Badan Pendapatan Daerah dan wajib pajak. Hasil menunjukkan bahwa strategi eksisting meliputi pemutakhiran data, penagihan aktif, serta intensifikasi dan ekstensifikasi mampu meningkatkan penerimaan pajak sebesar 5–15% per tahun, namun belum optimal. Tiga kendala utama teridentifikasi: kondisi geografis ekstrem, keterbatasan sumber daya manusia dan infrastruktur digital, serta rendahnya kesadaran wajib pajak. Penelitian ini menghasilkan model optimalisasi berbasis tiga prinsip inti: (1) digitalisasi terarah (Smart Tax) untuk efisiensi dan transparansi, (2) kolaborasi lintas aktor untuk memperluas jangkauan pemungutan, dan (3) partisipasi lokal untuk meningkatkan kepatuhan. Implementasi dirancang melalui roadmap tiga tahun dengan peningkatan digitalisasi, integrasi data, dan monitoring. Solusi operasional mencakup unit pajak mobile, agen pajak kampung, insentif kepatuhan, dan regulasi integrasi data. Model ini diproyeksikan meningkatkan PAD hingga 40% dengan ROI tinggi serta relevan sebagai praktik terbaik di daerah 3T. <br><br>Kata kunci: optimalisasi pajak daerah, PAD, digitalisasi pajak, kolaborasi, daerah 3T. </div>
<div> Penelitian ini bertujuan menganalisis peran strategis manajemen sumber daya manusia (SDM) dalam mengelola konflik sosial dan meningkatkan kinerja organisasi pada PT Nabire Baru, perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah dengan kompleksitas sosial dan ekologis tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, melibatkan manajer SDM, staf HR/CSR, karyawan, manajemen perusahaan, serta tokoh dan perwakilan masyarakat adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi SDM telah berperan dalam pengelolaan konflik melalui komunikasi dialogis, koordinasi lintas fungsi, serta keterlibatan dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berdampak pada perbaikan hubungan perusahaan dengan masyarakat dan stabilitas operasional. SDM juga berkontribusi dalam pembentukan etika kerja dan penguatan budaya organisasi. Namun, peran strategis tersebut belum sepenuhnya optimal, terutama dalam sistematisasi manajemen konflik, keberlanjutan program CSR, serta integrasi nilai kearifan lokal ke dalam kebijakan dan budaya organisasi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem manajemen konflik terintegrasi, internalisasi etika berbasis budaya lokal, serta pengembangan CSR partisipatif guna mendorong kinerja organisasi yang berkelanjutan. <br><br>Kata kunci: Manajemen Sumber Daya Manusia, Konflik Sosial, Kinerja Organisasi, CSR, Budaya Organisasi. </div>
<div> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perputaran piutang pada KSP Berkat Cabang Tamalanrea Makassar Periode 2019-2021. Piutang yang terlalu tinggi dan diiringi oleh piutang yang tertunggak perlu mendapatkan perhatian khusus. Maka dari itu koperasi terlebih dahulumempertimbangkan mengenai jumlah dan ayang diberikan dalam bentuk piutang, syarat serta pembayaran yang diinginkan dan resiko-resiko tidak terbayarnya piutang. Metode penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kuantitatif dari data ini akan dianalisis dengan menggunakan analisis rasio perputaran piutang, rasio pengumpulan piutang rasio tunggakan dan rasio penagihan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa tingkat perputaran piutang mengalami peningkatan setiap tahunnya dimana tahun 2019 6 kali, tahun 2020 8 kali dan pada tahun 2021 sebanyak 15 kali. Dilihat dari rasio pengumpulan piutang mengalami peningkatan setiap tahunnya dimana pada tahun 2019 berputar selama 60 hari, tahun 2020 45 hari dan tahun 2021 24 kali. Rasio tunggakan mengalami ketidaktetapan dimana pada tahun 2019 rasio tunggakan 18%, tahun 2020 6% dan tahun 2021 8% sedangkan Rasio tunggakan juga mengalami ketidaktetapan dimana pada tahun 2019 81%, tahun 2020 96% dan tahun 2021 91%. <br><br> Kata Kunci.Tingkat Perputaran Piutang, Periode Pengumpulan Piutang, Rasio Tunggakan dan Rasio Penagihan. </div>
<div> Disiplin dan motivasi kerja merupakan hal yang sangat penting dalam pencapaian suatu organisasi. Disiplin dan motivasi membentuk Aparatur Sipil Negara yang profesional dalam mewujudkan masyarakat madani. Kantor BKPSDM merupakan kantor pemerintahan yang memiliki penerapan disiplin dan motivasi yang memadai dalam meningkatkan kualitas hasil kerja guna membantu masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu penerapan disiplin dan motivasi kinerja pegawai BKPSDM di Toraja Utara. Penelitian mengunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk membahas masalah yang ada di kantor Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Toraja Utara. Hasilnya menunjukkan penerapan aturan di kantor BKPSDM dapat dikatakan sesuai dengan peraturan yang berlaku, mengenai pelanggaran yang terjadi dapat dikatakan sangat kecil karena rata-rata bentuk pelanggaran yang ada seperti jam datang kerja yang masih ada yang tidak sesuai dengan aturan akan tetapi itu bukanlah pelanggaran yang terlalu berat.<br><br> Kata kunci: Disiplin, Motivasi dan Kantor Pemerintahan </div>