Repositori E-Journal

Temukan koleksi jurnal penelitian ilmiah mahasiswa UKIP

Charnia Iradat Rapa, E...
Jurnal

A Design And Build A Robot Vacuum Cleaner

<div>&nbsp;Abstract. In this paper design of the robot Vacum Cleaner, based on the Arduino Mega 2560 is the can walk and vacuum the floor. In this study, a microcontroller is used to regulate the work of the robot based on data obtained by six sensors, and the robot’s movement is driven by motor driver to the left and right, forward and backward, where the input is given through the keypad in the form of dust and garbage thisness, provided that if the dust thickness is (30mg )/(mm )3 then the LCD will display binary logic “1”, and if the Dust thickness is ≥0,30 mg/mm3then the data will be displayed on the LCD is binary logic “0”.In designing this robot, four ultrasonic sensors are needed as proximity sensors, also needed a sensor to detect the thickness of the dust,as well as an infrared sensor as a sensor to detect thick garbage. In testing the vacuum cleaner robot, the four ultrasonic sensors, S1,S2,S3,S4 are designed as the cardinal directions, north south,east west, as input data on the microcontroller, and two motor drivers as microcontroller outputs that can move forward and backward,forward turn left, forward turn right, backward turn left, backward turn right as an output to move the robot vacuum cleaner. When the vacuum cleaner robot moves, the dust sensor will detect dust, if the dust thickness is 0,30 mgmm3 , the LCD is logic “1”, the sensor will. Work and the vacuum cleaner will sweep the flour while sucking, if the dust thickness ≥30mgmm3 , infra red sensor will work with a logic LCD display logic “0”, then the motor driver will stop. The vacuum cleaner does not suck up dust or thick garbage.<br><br>&nbsp;Keywords: Robot, Vacuum Cleaner, Arduino Mega 2560 Microcontroller, Sensor, motor driver&nbsp;</div>

Rhein Arieel Lebang, A...
Jurnal

Desain Monitoring Aliran Air di Gedung C Universitas Kristen Indonesia Paulus

<div>&nbsp;Abstrak Pengukuran level air merupakan aspek krusial dalam manajemen sistem reservoir, namun keakuratannya sering dibatasi oleh sensor yang memerlukan kontak fisik dengan cairan, penelitian ini berfokus pada perancangan dan pengujian sistem deteksi level air otomatis di reservoir menggunakan sensor Omron 61F-G1-AP Water Level Control (WLC), proses pengujian melibatkan pemantauan laju aliran air dengan meteran air mekanis tipe AMBN, hasil percobaan selama tiga hari menunjukkan bahwa pengisian reservoir dengan sistem WLC mencapai volume rata-rata 2,1 m³ dalam waktu rata-rata 2.400 detik, sebaliknya, pengisian manual tanpa WLC mencapai volume 2,4 m³ dalam waktu rata-rata 2.888 detik, perbedaan signifikan dalam waktu pengisian diamati, menghasilkan perbedaan laju aliran (Q) antara sistem dengan WLC dan tanpa WLC sebesar 4,3 x 10−2 m³/detik.&nbsp;<br><br>Kata Kunci: debit, meteran, tandon, waktu,WLC&nbsp;</div>

Jesty Arniwati Lesnuss...
Jurnal

Analisis Pengujian Model Transformasi Laplace Pada Rangkaian Rl, RC dan RLC Seri dengan Matlab

<div>&nbsp;Abstrak Simulasi diawali dengan membangun model sistem nyata dimana model tersebut menunjukkan bagaimana beberapa komponen dalam sistem saling berinteraksi sehingga benar-benar menggambarkan perilaku sistem. Rangkaian RL, RC dan RLC adalah rangkaian yang dihubungkan secara seri. Tujuan dari penelitian ini yaitu menerapkan transformasi Laplace dalam menyelesaikan permasalahan rangkaian RL, RC dan RLC seri dengan analisis matematik dan dibandingkan dengan program Matlab. Metode penyelesaian yang digunakan adalah metode transformasi laplace dimana persaman diferensial dari domain waktu (t) diubah kedalam domain frekunesi (s) lalu menyelesaikan perhitungan aljabar menggunakan invers transformasi laplace untuk mendapatkan penyelesaian secara langsung dari persamaan differensial rangkaian listrik tersebut dan hasilnya dibandingkan dengan menggunakan program Matlab. Dari hasil penelitian ini diperoleh hasil penyelesaian untuk rangkaian RL seri diperoleh secara analisis dengan transformasi Laplace hasilnya sama dengan program Matlab yaitu i(t) = 0,04 − 0,04e−18,52t A, untuk rangkaian RC seri diperoleh secara analisis dengan transformasi Laplace hasilnya sama dengan program Matlab yaitu i(t) = 0,04e−1,67t A, dan untuk rangkaian RLC seri diperoleh secara analisis dengan transformasi Laplace maupun dengan program Matlab hasilnya sama yaitu i(t) = 0,05e−1,85t − 0,05e−16,67t A.<br><br>&nbsp;Kata Kunci: hukum Kirchoff II, Matlab, persamaan differensial, Rangkaian RLC seri, transformasi Laplace&nbsp;</div>

Titus Tandi Seno, Ni...
Jurnal

Analisa Gangguan Teknis Pada Kwh Meter Prabayar 1 Phasa Guna Menjaga Kualitas Pelayanan Pelanggan di PT PLN (PERSERO) ULP Jayapura

<div>&nbsp;Abstrak PT PLN (Persero) adalah perusahaan yang bergerak di bidang kelistrikan dengan fungsi melayani semua masyarakat di seluruh Indonesia, berusaha melakukan upaya peningkatan kualitas layanan terbaik untuk memuaskan kebutuhan pelanggan. Bentuk pelayanan listrik kepada masyarakat saat ini ada 2 yaitu layanan listrik pascabayar dan layanan listrik prabayar. Untuk mengetahui apakah pelayanan telah diberikan kepada syarakat sudah optimal maka perlu dianalisis penyebab terjadinya kerusakan pada kWh Meter Prabayar 1 Phasa. Sering ditemukan gangguan pada kWh Meter Prabayar (MPB) dikarenakan kWh meter prabayar cenderung lebih sensitif dan mudah rusak. Penelitian ini dilakukan mengetahui penyebab terjadinya kerusakan pada kWh Meter Prabayar 1 Phasa dengan lokasi PT PLN (Persero) ULP Jayapura. Metode yang digunakan berupa pendekatan kuantitatif untuk mengolah data-data yang diperoleh dari lokasi yang merupakan data berbentuk angka. Hasil yang diperoleh jumlah pengaduan gangguan terbanyak terjadi di tahun 2022 sebesar 3283 gangguan, tahun 2023 sebesar 1962 gangguan dan tahun 2021 sebesar 1341 gangguan.Merek kWH meter yang sering rusak adalah Hexing 2117 buah dari total 6586 pengaduan, disusul merek Sanxing sejumlah 2083 buah, merek Actaris sebanyak 760 buah, merek Metbelosa sejumlah 756 buah, merek Meisys sejumlah 358 buah, merek Itron sebesar 349 buah dan terakhir merek Fuji sebesar 163 buah. Solusi untuk mengatasi kerusakan adalah dengan mengganti kWh yang rusak.&nbsp;<br><br>Kata kunci: Gangguan, Meter Prabayar 1 Phasa, PT PLN (Persero)&nbsp;</div>

Adinda Risti Karisma D...
Jurnal

Analisis Perbaikan Tegangan Ujung Menggunakan Tap Trafo dan Grounding Pada Gardu Distribusi di PT PLN (Persero) ULP Alas Sumbawa

<div>&nbsp;Abstrak Penyaluran energi listrik oleh PT PLN (Persero) harus memenuhi standar kualitas dan efisiensi guna menjaga keandalan layanan kepada pelanggan. Salah satu tantangan utama dalam jaringan distribusi tegangan rendah (JTR) adalah terjadinya jatuh tegangan pada ujung jaringan. Kondisi ini menyebabkan turunnya kualitas layanan dan meningkatnya keluhan pelanggan, khususnya pada Gardu AL016 di ULP Alas Sumbawa dengan tegangan ujung kurang dari 207 V. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya perbaikan tegangan ujung melalui dua metode utama, yaitu pengaturan ulang tap pada transformator distribusi dan pemasangan sistem grounding pada ujung jaringan. Data diperoleh dari pengukuran di lapangan sebelum dan sesudah perbaikan, serta melalui Aplikasi Manajemen Gardu (AMG) milik PT PLN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan ulang tap trafo dari posisi 3 ke posisi 4 berhasil meningkatkan tegangan fasa-netral dari rata-rata 214,33 V menjadi 224,67 V. Selanjutnya, pemasangan grounding pada ujung JTR dapat meningkatkan tegangan mencapai 231,33 V. Tegangan di ujung jaringan yang di bawah 207 V meningkat menjadi rata-rata 216,33 V, dan secara keseluruhan menghasilkan kenaikan tegangan rata-rata sebesar 7,37%. Kedua metode ini terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas tegangan dan efisiensi distribusi.&nbsp;<br>Kata Kunci: Grounding, Tap Trafo, Tegangan Jatuh, Tegangan Ujung&nbsp;</div>

Titus Tandi Seno , Ni...
Jurnal

Analisa Gangguan Teknis Pada Kwh Meter Prabayar 1 Phasa Guna Menjaga Kualitas Pelayanan Pelanggan di PT PLN (PERSERO) ULP Jayapura

<div>&nbsp;Abstrak PT PLN (Persero) adalah perusahaan yang bergerak di bidang kelistrikan dengan fungsi melayani semua masyarakat di seluruh Indonesia, berusaha melakukan upaya peningkatan kualitas layanan terbaik untuk memuaskan kebutuhan pelanggan. Bentuk pelayanan listrik kepada masyarakat saat ini ada 2 yaitu layanan listrik pascabayar dan layanan listrik prabayar. Untuk mengetahui apakah pelayanan telah diberikan kepada syarakat sudah optimal maka perlu dianalisis penyebab terjadinya kerusakan pada kWh Meter Prabayar 1 Phasa. Sering ditemukan gangguan pada kWh Meter Prabayar (MPB) dikarenakan kWh meter prabayar cenderung lebih sensitif dan mudah rusak. Penelitian ini dilakukan mengetahui penyebab terjadinya kerusakan pada kWh Meter Prabayar 1 Phasa dengan lokasi PT PLN (Persero) ULP Jayapura. Metode yang digunakan berupa pendekatan kuantitatif untuk mengolah data-data yang diperoleh dari lokasi yang merupakan data berbentuk angka. Hasil yang diperoleh jumlah pengaduan gangguan terbanyak terjadi di tahun 2022 sebesar 3283 gangguan, tahun 2023 sebesar 1962 gangguan dan tahun 2021 sebesar 1341 gangguan.Merek kWH meter yang sering rusak adalah Hexing 2117 buah dari total 6586 pengaduan, disusul merek Sanxing sejumlah 2083 buah, merek Actaris sebanyak 760 buah, merek Metbelosa sejumlah 756 buah, merek Meisys sejumlah 358 buah, merek Itron sebesar 349 buah dan terakhir merek Fuji sebesar 163 buah. Solusi untuk mengatasi kerusakan adalah dengan mengganti kWh yang rusak. Kata kunci: Gangguan, Meter Prabayar 1 Phasa, PT PLN (Persero)&nbsp;</div>

Ansar Yona Putra, Repr...
Jurnal

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA UNTUK KOMPRESOR ANGIN DAN ALAT PEMANAS PADA PRES BAN

<div>&nbsp;Abstrak: Penggunaan energi terbarukan merupakan solusi dalam menjawab tantangan krisis energi yang terjadi. Salah satu energi terbarukan yang ada yaitu dengan memanfaatkan energi matahari yang melimpa. Kemajuan teknologi yang semakin pesat dalam bidang pembangkit listrik, seperti pembangkit listrik tenaga surya, membuat kemudahan dalam berbagai bidang khususnya sektor usaha menengah seperti bengkel. Penelitian dengan judul “Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Untuk Kompresor Angin dan Alat Pemanas Pada Pres Ban”. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Library research dengan cara membaca buku yang berkaitan dengan penelitian serta mengutip pendapat para ahli dari buku- buku bacaan. Perancangan sistem pembangkit listrik tenaga surya untuk kompresor angin dan alat pemanas pres ban telah berfungsi dengan baik, dengan menggunakan panel surya 2 x 100 Wp, SCC 30 A, Aki 12 volt 100 AH dan inverter 1200 watt. Instalasi peralatan pembangkit listrik tenaga surya untuk kompresor angin dan alat pemanas pres ban telah dirangkai dan berhasil dengan baik. Pengujian kompresor membutuhkan arus rata-rata 0,76 A dan Tegangan 220 V dengan waktu 3 menit sedangkan untuk pres ban arus yang digunakan rata-rata 0,31 dan tegangan 220 V dengan waktu 5 menit. Besarnya tegangan dan arus yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh intensitas sinar matahari dan juga posisi panel. Kata Kunci: Panel Surya, Kompresor, Press Ban&nbsp;</div>

Irto Parorrongan, Nobe...
Jurnal

Perencanaan Sistem Kelistrikan Gedung C Universitas Kristen Indonesia

<div>&nbsp;Abstrak Perancangan sistem kelistrikan menjadi elemen krusial dalam konstruksi gedung untuk memastikan efisiensi, keandalan, dan keselamatan instalasi. Penelitian ini bertujuan merancang sistem instalasi listrik yang optimal untuk Gedung C Universitas Kristen Indonesia Paulus, yang difungsikan sebagai laboratorium OSCE, ruang konsultasi, dan ruang perkuliahan. Metode perancangan yang diterapkan meliputi survei lokasi, analisis dokumentasi teknis, wawancara, serta perhitungan analitis untuk kebutuhan daya dan pemilihan komponen yang mengacu pada standar PUIL dan SNI. Hasil rancangan menetapkan penggunaan kabel NYM 3×2,5 mm² sebagai penghantar utama dengan Kemampuan Hantar Arus (KHA) 26 A. Sistem proteksi menggunakan MCB dengan rating 4–16 A yang disesuaikan dengan arus nominal pada setiap grup beban. Panel distribusi dirancang dengan pembagian grup beban yang merata untuk mencegah arus berlebih dan meningkatkan efisiensi distribusi energi. Desain instalasi kelistrikan ini telah berhasil dirancang regulasi yang berlaku untuk mendukung operasional gedung yang aman dan optimal. Kata Kunci: daya, Instalasi, kabel, penerangan, PUIL&nbsp;</div>

Alvian Daud Sesa, Yuan...
Jurnal

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA UNTUK PEMIPIL JAGUNG

<div>&nbsp;Abstrak: Pembangkit energi listrik umumnya berbahan bakar fosil yang persediaannya semakin menipis di alam, untuk itu digunakan energi baru terbarukan seperti energi matahari, angin dan sebagainya. Kemajuan teknologi yang semakin pesat dalam bidang pembangkit listrik, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya, membuat kemudahan dalam berbagai bidang khususnya sektor pertanian jagung. Tujuan penelitian ini adalah pemanfaatan sinar matahari melalui PLTS untuk mesin pemipil jagung, Penelitian menggunakan metode experiment, meliputi analisa kebutuhan, merancang, merakit dan ujicoba. Penulis merancang dengan membuat kerangka untuk menempatkan semua komponen-komponen PLTS untuk disatukan dikerangka, kerangka alat memiliki tinggi tiang 2 m, lebar tempat panel surya 69 cm panjang 112 cm, dudukan panel box dengan lebar 50 cm tinggi 60 cm, panjang mesin pemipil 46 cm lebar 27 cm tinggi 60 cm. Panel surya dibutuhkan 2 buah masing masing 100 Wp dengan total kapasitas 200 Wp, 1 buah baterai/aki dengan total kapasitas 100 Ah, Solar Charger Controller (SCC) berkapasitas 30 A dan 1 buah motor AC dengan kapasitas 220 Volt 150 Watt. Pengukuran tegangan motor AC rata-rata 217,4 Volt dan arus rata-rata 0,62 Ampere. Hasil penelitian berhasil dibuat dan berfungsi dengan baik menghasilkan biji jagung terpipil merata, membutuhkan durasi waktu pemipilan selama 1 jam dengan hasil pipilan 100 kg.&nbsp;<br><br>&nbsp;Kata Kunci : PLTS, motor AC, Pemipil Jagung&nbsp;</div>