Temukan koleksi jurnal penelitian ilmiah mahasiswa UKIP
<div> Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan keuangan dan kompetensi sumber daya manusia (SDM) serta implikasinya terhadap kualitas laporan keuangan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Dogiyai. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaan keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan keuangan masih belum konsisten di seluruh unit kerja. Kompetensi SDM yang belum merata serta keterbatasan pelatihan teknis menyebabkan lemahnya penguasaan terhadap sistem pelaporan keuangan berbasis aplikasi seperti SIPD. Implikasi dari pengelolaan keuangan yang belum optimal dan kompetensi SDM yang terbatas berdampak langsung pada kualitas laporan keuangan, terutama dalam aspek ketepatan, akurasi, dan kelengkapan data. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan berkelanjutan dan penguatan sistem pengawasan internal sebagai strategi utama untuk mewujudkan laporan keuangan yang transparan dan akuntabel. . <br><br>Kata kunci: Pengelolaan Keuangan, Kompetensi SDM, Kualitas Laporan Keuangan, Laporan Keuangan Pemerintah, DPMPTSP </div>
<div> Pasar tradisional memiliki peran penting dalam Perkembangan perekonomian masyarakat di Indonesia terutama bagi masyarakat kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pasar tradisional terlibat dalam meningkatkan pendapatan pedagang kecil melalui pendekatan studi literatur dari berbagai sumber- sumber ilmiah dari peneliti sebelumnya. Penelitian ini dilakukan dengan mengkaji berbagai artikel ilmiah nasioanl yang membahasa faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pendapatan pedagang kecil di ruang lingkup pasar tradisional, seperti manajemen usaha, hubungan sosial, dan kebijakan pemerintah. Hasil kajian yang telah dilakukan menunjukkan keberhasilan pedagang sangat dipengaruhi oleh pengelolaan jam kerja, efisiensi biaya, serta dukungan sosial dan kebijakan yang dari pemerintah. Temuan penelitian di berbagai daerah juga menunjukan ternyata memiliki faktor yang berbeda-beda, hal tersebut tergantung pada konteks loka. Karena hal tersebut, kebijakan dalam pemberdayaan pasar tradisional harus disesuaikan dengan kebutuhan wilayah pasar berada. Studi ini menegaskan tentang pentingnya pendekatan kontekstual dan kebijakan pemerintah dalam mengembangkan pasar tradisional sehingga nantinya dapat menajdi ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan. .<br><br><br> Kata kunci: pasar tradisional, pedagang kecil, pendapatan, manajemen usaha, kebijakan lokal. </div>
<div> Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sekretariat Daerah Kabupaten Mamasa yang tidak menerima Tunjangan Kinerja (Tukin). Penelitian ini mengkaji bagaimana ASN bekerja tanpa insentif finansial tambahan, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja mereka, serta menganalisis dampak ketidakhadiran Tukin terhadap motivasi, disiplin, dan produktivitas kerja. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pejabat struktural dan staf di Sekretariat Daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun tidak ada insentif finansial, ASN tetap menjalankan tugasnya dengan baik, meskipun motivasi, inovasi, dan rasa keadilan menurun. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja antara lain komitmen pribadi, gaya kepemimpinan, lingkungan kerja, serta dukungan sosial. Ketidakhadiran Tukin berdampak pada motivasi kerja dan produktivitas, sehingga diperlukan sistem penghargaan non-finansial sebagai alternatif. Penelitian ini merekomendasikan adanya kebijakan yang lebih adil terkait pemberian penghargaan untuk meningkatkan kinerja ASN di Kabupaten Mamasa. . <br><br>Kata kunci: Evaluasi Kinerja, ASN, Tunjangan Kinerja, Motivasi, Produktivitas. </div>
<div> Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan kompetensi dalam meningkatkan kinerja staf di Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Nabire. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap empat informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi melalui pelatihan teknis, peningkatan soft skills, coaching, serta evaluasi kinerja berpengaruh signifikan terhadap produktivitas dan efektivitas kerja staf. Faktor pendukung meliputi komitmen pimpinan dan ketersediaan anggaran pelatihan. Sementara itu, hambatan yang dihadapi mencakup beban kerja tinggi, keterbatasan fasilitas pelatihan, serta rendahnya motivasi sebagian staf. Penelitian ini merekomendasikan penguatan strategi pelatihan berbasis kebutuhan, pengembangan sistem pembelajaran fleksibel seperti blended learning, dan evaluasi berkelanjutan guna memastikan peningkatan kompetensi berdampak langsung terhadap kinerja organisasi. Temuan ini memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan sumber daya manusia di sektor publik. . <br><br>Kata kunci: pengembangan kompetensi, kinerja staf, pelatihan, sektor publik, Sekretariat Daerah </div>
<div> Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja pengadaan barang dan jasa di Sekretariat Daerah Kabupaten Yahukimo serta mengevaluasi peran sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dalam meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas proses pengadaan. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap aktor kunci di lingkungan pemerintah daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan LPSE secara signifikan meningkatkan efisiensi waktu dan biaya, serta memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pengadaan. Sistem ini juga meminimalkan potensi intervensi dan penyimpangan karena seluruh proses terdokumentasi secara digital. Namun demikian, keterbatasan infrastruktur teknologi dan kapasitas sumber daya manusia masih menjadi tantangan utama dalam optimalisasi LPSE. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pelatihan teknis dan dukungan infrastruktur sebagai bagian dari strategi penguatan tata kelola pengadaan berbasis elektronik di daerah terpencil. .<br><br> Kata kunci: LPSE, pengadaan barang dan jasa, efisiensi, transparansi, kinerja pengadaan </div>
<div> Penelitian ini mengevaluasi manajemen risiko kredit musiman pada KSP Balo’ Toraja Pangala’ dengan pendekatan studi kasus kualitatif. Kredit musiman, yang umum dikucurkan kepada anggota koperasi sektor pertanian dan peternakan, memiliki tingkat risiko tinggi akibat fluktuasi pendapatan dan ketidakpastian musim. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumen internal koperasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem manajemen risiko yang diterapkan masih bersifat konvensional dan belum sepenuhnya berbasis data. Kelemahan utama terletak pada analisis kelayakan usaha musiman, monitoring pasca-pencairan, serta minimnya pelatihan anggota. Rekomendasi mencakup digitalisasi proses kredit, penguatan kapasitas SDM, serta penerapan sistem peringatan dini berbasis data musiman. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan manajemen risiko yang adaptif terhadap karakteristik usaha anggota koperasi demi menekan risiko gagal bayar dan menjaga keberlanjutan lembaga keuangan mikro. . <br><br>Kata kunci: manajemen risiko, kredit musiman, koperasi, KSP Balo’ Toraja, evaluasi </div>
<div> Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja keuangan APBD pada Sekretariat DPRD Kabupaten Paniai dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Fokus evaluasi diarahkan pada tiga indikator utama: rasio kemandirian fiskal, efektivitas pengelolaan pendapatan asli daerah (PAD), dan efisiensi penggunaan anggaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemandirian fiskal masih sangat rendah karena tingginya ketergantungan terhadap dana transfer pusat seperti DAU dan Dana Otsus. Meskipun efektivitas kegiatan cenderung tercapai, pencapaian target PAD bersifat fluktuatif. Efisiensi pengeluaran juga belum optimal, terutama pada belanja operasional. Selain itu, hasil evaluasi kinerja keuangan belum sepenuhnya dijadikan rujukan dalam proses perencanaan anggaran berikutnya karena lemahnya implementasi rekomendasi audit. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis terhadap pengembangan literatur kinerja keuangan sektor publik, serta menyarankan penguatan sistem pengawasan internal yang berbasis data dan digitalisasi evaluasi kinerja untuk meningkatkan akuntabilitas dan efisiensi pengelolaan APBD di daerah tertinggal. . <br><br>Kata kunci: kinerja keuangan daerah, kemandirian fiskal, efektivitas anggaran, efisiensi anggaran, Sekretariat DPRD </div>
<div> Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan absensi elektronik berbasis fingerprint dalam meningkatkan kedisiplinan pegawai pada Sekretariat Daerah Kabupaten Nabire. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap sepuluh informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem absensi fingerprint efektif dalam menciptakan kehadiran yang lebih akurat, transparan, dan tidak dapat dimanipulasi, sehingga mendorong pegawai untuk lebih disiplin dan bertanggung jawab. Sistem ini juga membantu pimpinan dalam proses evaluasi kinerja. Namun demikian, efektivitas sistem masih dipengaruhi oleh kendala teknis seperti gangguan perangkat dan jaringan, serta resistensi awal dari sebagian pegawai. Setelah dilakukan sosialisasi dan penyesuaian, sistem ini diterima dengan baik dan berkontribusi pada perubahan budaya kerja yang lebih tertib. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan sistem fingerprint ditentukan oleh sinergi antara teknologi, pengawasan, dan dukungan manajerial yang konsisten. .<br><br>Kata kunci: absensi elektronik, fingerprint, kedisiplinan, ASN, efektivitas </div>
<div> Penelitian ini menganalisis efektivitas pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dalam meningkatkan mutu pendidikan di Distrik Nabire. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kasus pada satuan pendidikan dasar dan menengah, data diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap lima sekolah. Hasil menunjukkan bahwa pengelolaan dana BOS telah berjalan sesuai prosedur melalui platform digital seperti ARKAS, namun efektivitasnya dipengaruhi oleh keterbatasan kapasitas SDM, pelibatan komite yang masih formal, serta dinamika teknis seperti pencairan dana dan perubahan juknis. Meskipun dana BOS terbukti mendukung kelengkapan sarana belajar, honor guru non-PNS, dan kegiatan siswa, masih terdapat kesenjangan antara kebutuhan nyata dengan alokasi anggaran. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas manajerial sekolah, fleksibilitas kebijakan berbasis konteks lokal, dan peningkatan partisipasi masyarakat untuk memastikan pemanfaatan dana BOS berdampak nyata pada transformasi kualitas pendidikan. . <br><br>Kata kunci: Dana BOS, pengelolaan keuangan sekolah, mutu pendidikan, partisipasi masyarakat, Distrik Nabire </div>