Temukan koleksi jurnal penelitian ilmiah mahasiswa UKIP
<div> Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tata kelola pemerintahan daerah dalam pengelolaan pasar tradisional di Kabupaten Paniai. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan pasar tradisional masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan sumber daya manusia, infrastruktur yang belum memadai, serta rendahnya transparansi dan partisipasi masyarakat. Prinsip-prinsip good governance seperti akuntabilitas dan efektivitas telah mulai diterapkan, namun belum optimal. Peran tokoh adat dalam pengelolaan pasar menjadi elemen penting dalam menciptakan legitimasi sosial dan kestabilan tata kelola. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan kapasitas kelembagaan, sistem digitalisasi pengelolaan pasar, peningkatan partisipasi publik, serta integrasi kearifan lokal dalam perumusan kebijakan. Temuan ini menjadi dasar strategis dalam mendorong pengelolaan pasar tradisional yang lebih inklusif, profesional, dan berkelanjutan di wilayah timur Indonesia. . <br><br>Kata kunci: tata kelola, pemerintahan daerah, pasar tradisional, good governance, Papua Tengah </div>
<div> Penelitian ini mengeksplorasi penataan administrasi perkantoran sebagai strategi peningkatan produktivitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sekretariat Daerah Kabupaten Nabire. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap empat informan kunci. Temuan menunjukkan bahwa penataan administrasi yang sistematis melalui pembenahan sarana, digitalisasi arsip, penyusunan SOP, dan pembinaan SDM berdampak langsung pada efisiensi kerja, ketepatan pelaporan, serta motivasi ASN. Meskipun beberapa kendala teridentifikasi—seperti keterbatasan fasilitas dan resistensi terhadap sistem digital—strategi perbaikan berkelanjutan dan koordinasi lintas bagian telah menunjukkan hasil positif. Penelitian ini merekomendasikan penguatan manajemen administrasi melalui pengadaan infrastruktur modern, pelatihan berkala, dan sistem penghargaan berbasis kinerja. Implikasi praktisnya mendukung agenda reformasi birokrasi dan peningkatan pelayanan publik secara profesional dan terukur. . <br><br>Kata kunci: Administrasi Perkantoran, Produktivitas ASN, Manajemen SDM, Reformasi Birokrasi, Digitalisasi </div>
<div> Pengelolaan arsip fisik Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) berperan penting dalam menjamin akuntabilitas keuangan daerah. Namun, di Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire masih dijumpai kerusakan fisik dokumen akibat kelembaban, suhu ekstrem, serta gangguan hama. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi peningkatan kualitas pengelolaan arsip fisik SP2D untuk mencegah kehilangan dan kerusakan dokumen. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa pengelolaan arsip perlu dilengkapi dengan digitalisasi dokumen, pelatihan kearsipan bagi SDM, serta pengadaan sarana penyimpanan standar. Strategi ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan arsip dan mendukung akuntabilitas tata kelola keuangan daerah. .<br><br> Kata kunci: pengelolaan arsip, SP2D, digitalisasi, strategi peningkatan, Dinas Perindustrian </div>
<div> Kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan elemen krusial dalam efektivitas pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi peningkatan kinerja pegawai melalui pemahaman tugas pokok dan fungsi (tupoksi) pada Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan metode studi kasus dan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, serta dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa pemahaman tupoksi di level pimpinan cukup baik, sementara pada staf pelaksana masih belum merata. Kendala utama meliputi minimnya pelatihan, kurangnya akses terhadap dokumen kerja, serta tumpang tindih tugas. Strategi optimalisasi mencakup pelatihan berkala, digitalisasi SOP, monitoring kinerja berbasis tupoksi, dan peningkatan peran pimpinan dalam pembinaan teknis. Peningkatan pemahaman tupoksi terbukti berkontribusi terhadap efisiensi kerja, tanggung jawab individu, serta kualitas layanan publik. Penelitian ini merekomendasikan reformasi sistem manajemen kinerja berbasis tupoksi sebagai pendekatan strategis dalam tata kelola ASN di sektor industri daerah. . <br><br>Kata kunci: Pemahaman Tupoksi, Kinerja ASN, Strategi Manajerial, Evaluasi Kinerja, Dinas Perindustrian </div>
<div> Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas kinerja pegawai dalam peningkatan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) serta kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada BAPENDA Kabupaten Nabire. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas kinerja pegawai—dalam aspek kedisiplinan, kompetensi, tanggung jawab, dan pelayanan publik—memiliki pengaruh signifikan terhadap efektivitas pemungutan PBB-P2. Faktor pendukung utama adalah dukungan pimpinan, pelatihan berkelanjutan, dan adopsi teknologi informasi. Sebaliknya, tantangan utama meliputi rendahnya kesadaran wajib pajak dan keterbatasan sarana kerja. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kapasitas pegawai dan perbaikan sistem pelayanan berkontribusi langsung terhadap peningkatan PAD. Oleh karena itu, strategi pembangunan SDM, optimalisasi sistem digital, serta edukasi perpajakan kepada masyarakat menjadi rekomendasi utama untuk memperkuat penerimaan daerah secara berkelanjutan. . Kata kunci: Kinerja Pegawai, PBB-P2, PAD, Pelayanan Publik, Bapenda Nabire </div>
<div> Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kapasitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM), strategi pengembangannya, serta tantangan dalam mewujudkan ASN unggul di Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Nabire. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap ASN, pimpinan, serta pemangku kepentingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas dan kualitas SDM sangat menentukan kelancaran operasional bandara dan pelayanan publik. Strategi yang diterapkan mencakup pelatihan teknis berjenjang (seperti Avsec dan PKP-PK), pemetaan kompetensi, serta kerja sama dengan lembaga pelatihan. Tantangan utama meliputi keterbatasan anggaran, infrastruktur, akses pelatihan, dan adaptasi terhadap perubahan teknologi dan regulasi. Meskipun demikian, program peningkatan SDM dinilai efektif berdasarkan Daftar Evaluasi Kinerja (DEK), terutama dengan dukungan pimpinan yang proaktif dan kebijakan pusat. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kebijakan SDM dan sistem pelatihan berkelanjutan dalam menciptakan ASN yang profesional, adaptif, dan berintegritas di sektor transportasi udara. . Kata kunci: Kapasitas SDM, Kualitas ASN, UPBU Nabire, Pelatihan Teknis, ASN Unggul </div>
<div> Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, mekanisme, serta efektivitas pengawasan pemerintah dalam meningkatkan disiplin kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Puncak. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan dilaksanakan secara administratif dan langsung oleh atasan, pengawas internal, serta Inspektorat, namun masih didominasi metode manual dan belum terintegrasi sistem digital. Faktor pendukung pengawasan meliputi dukungan pimpinan, regulasi yang jelas, dan komitmen ASN, sedangkan hambatan utama meliputi keterbatasan SDM, sarana pengawasan, kondisi geografis, serta rendahnya kesadaran disiplin. Pengawasan terbukti berkontribusi positif dalam meningkatkan kehadiran dan tanggung jawab ASN. Namun, efektivitas pengawasan masih perlu diperkuat melalui pelatihan pengawas, pemanfaatan teknologi, sistem reward–punishment yang adil, serta pendekatan pembinaan yang humanis dan kontekstual. Penelitian ini merekomendasikan integrasi strategi pengawasan berbasis teknologi dan adaptif terhadap karakteristik daerah tertinggal guna meningkatkan kualitas layanan publik di sektor pendidikan. . Kata kunci: pengawasan pemerintah, disiplin kerja, aparatur sipil negara, ASN, Disdikpora Puncak </div>
<div> Penelitian ini bertujuan menganalisis kapasitas aparatur Badan Kesatuan Bangsa dan Politik dalam penanganan konflik sosial di Kabupaten Teluk Bintuni serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari aparatur Kesbangpol, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan aparat keamanan. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas aparatur Kesbangpol telah berjalan melalui fungsi deteksi dini konflik, pencegahan melalui sosialisasi dan dialog, serta penyelesaian konflik melalui mediasi dan koordinasi lintas sektor. Namun, kapasitas tersebut belum optimal karena dipengaruhi oleh keterbatasan sumber daya manusia, anggaran, luas wilayah, dan kondisi geografis. Faktor pendukung meliputi dukungan pemerintah daerah, sinergi dengan aparat keamanan, dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas kelembagaan, baik pada aspek individu, organisasi, maupun sistem, guna meningkatkan efektivitas penanganan konflik sosial di daerah.. . <br><br>Kata kunci: kapasitas aparatur, Kesbangpol, konflik sosial, manajemen konflik, kelembagaan. </div>
<div> Transformasi digital telah mengubah cara Generasi Z mengelola keuangan, namun pengalaman hidup mereka dalam memaknai literasi keuangan syariah di ruang digital belum banyak dieksplorasi secara mendalam. Penelitian ini bertujuan mengungkap struktur esensial pengalaman mahasiswa Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon dalam memaknai literasi keuangan syariah pada praktik pengelolaan keuangan digital menggunakan kerangka Theory of Planned Behavior. Pendekatan kualitatif fenomenologi diterapkan dengan sepuluh mahasiswa sebagai informan melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana dengan reduksi fenomenologis (epoché). Analisis menghasilkan empat tema esensial: (1) ambivalensi spiritual-pragmatis dalam memaknai keuangan syariah sebagai kewajiban religius; (2) jaringan normatif berlapis dengan keluarga sebagai sumber norma paling dominan; (3) paradoks kehendak dan kemampuan akibat hambatan struktural ekosistem fintech syariah; dan (4) struktur esensial pengalaman yang dirangkum dalam model Religiosity-moderated Theory of Planned Behavior (R-TPB). Model R-TPB menempatkan komitmen religius sebagai variabel moderasi antarkomponen TPB dan mengidentifikasi bahwa kesenjangan antara intensi dan perilaku aktual terutama bersumber dari hambatan struktural eksternal, bukan dari kelemahan motivasi religius individu. <br><br>Kata kunci: literasi keuangan syariah, Generasi Z, keuangan digital, Theory of Planned Behavior, fintech syariah. </div>